
Ansley perlahan bangun dari pangkuan kelvan namun tangan kekar itu bertambah kuat memeluk pinggang kecil nya dalam keadaan kepala yang masih di atas dada,
"Kamu sudah bangun?" Tanya ansley
"Belum" jawab kelvan yang masih terpejam
"Hey mana ada belum bangun tapi bisa menjawab" gerutu ansley
"Diam lah sayang, aku masih ngantuk" Kelvan menggesekkan kepalanya di dada ansley,
sang pemilik pun merasa geli
"Sudah lah, itu sekretaris mu memberikan berkas yang perlu kamu tanda tangani" ucap ansley mencoba meraih berkas tersebut di atas meja
Kelvan pun membuka mata nya dan menatap malas ke arah dua bola mata ansley,
Lalu mengambil berkas tersebut menandatangani nya dengan kesal yang di utarakan,
Ansley terkekeh dengan kelakuan suami nya yang seperti anak kecil itu
Gio yang melihat kedua hooman mesra di depan nya itupun hanya mengumpat kesal, bagaimana bisa mereka terbuka seperti ini saat masih ada gio di sekitar mereka?
"Sayang kamu laper ngga?"
"Laper sii lumayan" balas ansley
"Astaga, sejak kapan? Tadi aku nanya laper ngga di cafe biar sekalian makan malah bilang ngga laper" gerutu kelvan
"Aku cuma gak pengen ganggu meet kamu" Ucap ansley
"Sayang, mau seberapa penting nya pekerjaan aku tetap yang di prioritasin kamu" ucap kelvan lembut
"Karna apa? karna kesuksesan aku ga berarti jika tidak ada pendamping hidup dan keturunan pewaris dari rahim kamu" lanjut kelvan
"Emm, boleh juga tuan puisi nya" sela gio yang dari tadi mendengarkan ucapan bos nya kepada sang istri,
Ansley yang terharu pun sontak menahan tawa karna ulah gio yang menurutnya lucu
"Diam kau..!!" Bentak kelvan yang merasa terganggu
"Jangan galak galak" ucap ansley
"Kamu belain dia? huh!" balas kelvan dengan membuang muka bak anak kecil yang sedang ngambek
"Utututu, boss imut banget si" Gio mencubit pipi kelvan dengan gemas
"Hey menjauh lah!! gay sialan," Sontak kelvan menjauh dari gio dan memeluk ansley dari belakang untuk menjadikan ansley sebagai Benteng antara gio dan kelvan
"Hey sudah lah, apa apaan kalian ini jangan seperti anak kecil" ucap ansley seperti seorang ibu yang memarahi kedua anak nya
"Bagaimana bisaa papa mengirimkan asisten gay seperti mu" kesal Kelvan yang masih mengumpet di belakang tubuh kecil ansley
"Tuan, aku sangat mencintai mu. Nona bisakah berbagi suami mu dengan ku?" Ucap gio dengan wink mata yang diketahui ansley, sebenarnya gio hanya iseng saja. dia juga pria normal tapi senang rasanya jika menjahili boss nya
"Tentu saja bisa" ucap ansley yang mendapat pelukan erat dari kelvan namun bukan pelukan biasa melainkan pelukan seperti menahan amarah
"Ohh,, jadi tubuh aku kecil gitu? Trus kalo ada yang lebih mont*k di luar sana, kamu ga Setia gitu?" Ansley kesal dengan apa yang kelvan ucap kan, Tubuh kecil katanya?
"Tentu saja.. " Kelvan menggantung ucapan nya saat melihat mata ansley yang melotot ke arah nya
"Tidak.." lanjut nya
Gio yang merasa puas atas apa yang menimpa kelvan pun sontak tertawa namun terhenti saat mendapat tatapan membunuh dari boss nya
"Bagus, Yauda tu kamu selesain dulu kerjanya. aku makan sendiri aja" Ansley pergi begitu saja sebelum kelvan menahan nya
"Ini semua gara gara kau..!!" Kelvan berjalan lebar ke arah asisten nya lalu menundingkan jari telunjuk nya dan tatapan amarah.
"Bagaimana bisa tuan? Nona ansley yang mengatakan itu, aku tidak menyinggung apa pun" Gio berjalan mundur kebelakang menghindari kedekatan jarak nya dengan kelvan
"Tidak menyinggung kata mu..!!! Kau bilang bahwa kau sangat mencintaiku, itu yang di artikan bahwa aku adalah seorang gay tau!" Kesal kelvan yang masih berjalan hendak memberi pelajaran pada asisten nya yang sedari tadi memundurkan langkah nya
"Aku yang bilang kalau aku sangat mencintai tuan karna tuan adalah boss ku, apa tuan berpikir aku menyukai laki laki? Mau taruhh di mana pedangku" jelas gio yang tak mau kalah
"Berani kau melawan boss mu! Sini kau bodoh" Kini kelvan hendak menggapai tubuh Gio, belum sempat tersentuh gio pun berlari menjauhi boss nya
Aksi kejar kejaran dalam ruangan yang konyol itu pun berlangsung hingga kertas berantakan.
Mala berpikir bahwa kelvan mungkin sudah bangun saat ini karna melihat ansley keluar dari ruangan nya, memilih untuk bertanya
"Hey, apa direktur sudah bangun?" tanya mala tanpa basa basi
Ansley hanya mengabaikan nya dan melewati nya begitu saja, mala merasa tak dianggap sama sekali. langsung menahan tangan ansley memberhentikan jejak langkah nya
"lo ngomong sama gue?" Balas ansley dengan cuek, ansley memang begitu. menurut nya ramah dengan laki laki itu menyenangkan tapi tidak dengan perempuan yang baru dikenal. bahkan dengan aghata yang sepupunya sekali pun dulu mereka sering sekali bertengkar karna dingin nya sifat ansley
'Sombong sekali dia, ****** penggoda saja bangga' gumam mala
"Ya, aku berbicara padamu. apa kelvan sudah bangun" Ulang mala lagi
"Hmm, Lo bisa check sendiri, dah ya gue laper. byeee" Ansley yang sedari tadi menahan lapar itupun pergi meninggalkan mala sendirian disana
'Ck, sialan' umpat mala, tanpa lama lama mala pun bergegas ke ruangan kelvan, menggapai pintu nya dan masuk begitu saja. alangkah terkejut nya ia melihat sisi ruangan yang sangat berantakan dan tatapan nya berganjal di sudut ruangan tampak Gio dan Kelvan yang sedang bergulat
"Hey jangan sentuh wajah ku dengan telapak tangan mu" ucap kelvan yang sibuk menjambak rambut gio, gio hanya ingin melepaskan diri dan membela diri dengan menahan serangan boss nya,
Aksi konyol mereka terhenti saat mengetahui keberadaan Mala disana
.
Bersambung....
.
.
(Silahkan beri like, vote dan Bintang di bawah, terimakasih telah mendukung karya utama dari author❤)