
Setelah pelajaran selesai ansley memutuskan untuk pulang karena mama nya bilang akan ada perkenalan tentang perjodohan itu, dengan nafas berat ansley hanya mengiyakan nya karna ansley tidak mau jika harus membantah orang tua nya.
"eh lo yakin mau sama perjodohan itu ley?"
tanya aghata.. karena aghata tau bahwa ansley hanya menyukai bobby si good boy itu.
"hufft, ga tau deh ta. kalo gw tolak ntar yang ada mama sama papa kecewa dan ini juga katanya mama papa punya hubungan baik sama keluarga itu" ansley menghela nafas berat karna perjodohan itu.
"Yauda berdoa aja semoga jodoh lo ganteng ley, kalo lo berpikir yang gk gk ntr yang ada malah terjadi beneran" . ucap jennie dengan menyemangati sahabat nya yang sedang khawatir itu.
"Nah bener itu kata Jennie, lo ga boleh mikir yang macem macem dulu oke? ntar gw bantu bilang sama tante Sasha kalo seandainya lo ga mau sama perjodohan itu" tentu aghata adalah sepupu ansley jadi dia dekat dengan keluarga nya ansley termasuk orang tua nya.
"thx.. " ansley singkat
setelah mereka berbincang bincang mengenai perjodohan dilain sisi kelvan dan kedua sahabatnya keluar dari sekolah.
"Van lo mau langsung pulang?" -aland
"Iya lah, gw masih ada acara keluarga soalnya" kelvan menaiki mobil sport merah nya. yang terparkir di samping sekolah.
"Gw duluan ya!" saut kelvan dengan diangguki kedua sahabatnya dan
meninggalkan devian dan aland disana.
ansley sedang menunggu jemputan supir nya di dekat gerbang sekolah dengan ditemani bobby yang kebetulan sedang menunggu gofood nya untuk persediaan agar tidak lapar saat latihan nanti. kedua sahabatnya sudah pulang duluan karna ada acara juga.
"ley? gimana pelajaran tadi? susah ga?"-bobby
"Ga kok hehe, cuma pelajaran pak dito aja yg sedikit ribet " ansley menceritakan tentang jam pak dito tersebut dengan bawel nya dan dibalas anggukan dari bobby sambil mengacak ngacak rambut ansley gemas.
kelvan melajukan mobil nya ke depan sekolah namun kelvan mendapat pemandangan yang tak enak disana, melihat ansley dengan laki laki lain tertawa di depan gerbang sekolah membuat mata nya panas, rahang nya mengeras, ditambah laki laki itu memegang rambut ansley dengan senang.
kelvan turun dari mobil sport nya dan melangkah lebar ke arah ansley dan bobby yang sedang tertawa.
bugh-
ansley melihat kejadian itu membelalak an mata karna melihat bobby sudah tersungkur di tanah karena pukulan kelvan yang begitu keras.
ansley bangun dari duduk nya dan hendak menolong bobby namun belum sampai ansley menyentuh bobby, tangannya sudah di raih kelvan dan menarik nya ke arah mobil.
ansley memberontak untuk melepaskan genggaman kelvan yang begitu kuat namun tak berhasil karena kekuatannya tak sebanding dengan kelvan.
"Apa apaan si lo! lepasin tangan gw!"
kelvan tetap mempercepat langkahnya dan mengabaikan ucapan ansley,,
"gw ga kenal lo! plis lepasin!"
lagi lagi kelvan mengabaikannya.
"Masuk !" suara lantang memerintah dari kelvan membuat ansley kaget, pasal nya ansley belum pernah dengar orang membentak nya. ansley mengabaikan kata kata laki laki itu dan memilih kabur, belum sempat melarikan diri badannya tertahan karna kelvan menggendongnya masuk ke mobil.
"lepasin! apaansi! gw gk kenal lo jadi tolong lepasin ngerti ga! gw tuntut lo atas kasus penculikan,!" omel ansley namun diabaikan kelvan yang sibuk menyetir.
"Lo siapa si?! kita kenal? ga kan? kenapa lo asal tarik tarik gw?!" bentak ansley karna greget melihat kelvan mengabaikan ucapannya.
"kamu mungkin belum kenal aku sekarang, tapi sebentar lagi kamu juga bakal tau sendiri "
*visual rumah keluarga valerie
setelah sampai di rumah mewah milik keluarga valerie kelvan menurunkan ansley di depan rumah itu.
kelvan tau letak dimana rumah ansley karna memang kelvan sering membuntuti ansley saat pulang ke rumah nya.
ansley heran karna laki laki itu bisa tau rumah nya sedangkan dia tidak pernah mengajak orang itu ke rumahnya bahkan tidak banyak orang yang tau itu rumah nya.
kelvan keluar dari mobil ke arah pintu mobil ansley dan membuka kan nya.
"turun,,"
hanya di balas tatapan heran ansley karna ia masih belum percaya dengan ini.
namun ansley hanya menurut keluar dari mobil.
"Aku pulang dulu ya, mandi kamu jangan lupa dandan yang cantik"
ansley yang mendengar itu pun kaget sambil melihat kelvan yang sudah pergi jauh dari rumahnya.
"Apa dia tau soal perjodohan ini? tidak mungkin! yg tau kan cuma keluarga gw aja dan sahabat gw"
tanpa pikir panjang ansley langsung masuk ke rumah nya untuk bersih bersih badan karna malam ini akan ada perkenalan tentang perjodohan yang mama papa nya lakukan.
*didalam kamar
ansley sedang mempersiapkan kan diri untuk acara ituu dengan memakai baju pendek berwarna hitam dan celana jeans nya.
"Ansley, turun nak mereka sudah menunggu!"
"Iya ma!" balas ansley
semua keluarga terlihat sedang berkumpul dan ada kelvan juga tentunya dengan pakaian
kaos pendek hitam dan celana hitam, memperlihatkan otot otot lengannya.
kelvan tengah mengobrol dengan papa robert yang tentunya itu adalah papa ansley.
setelah semua berkumpul kemudian ansley turun, semua mata tertuju ke ansley.
ansley nampak sexy dengan memperlihatkan belahan dadanya yang termasuk besar.
seketika kelvan meneguk kan saliva nya karna tak tahan melihat ansley yang begitu sexy walau hanya bagian atas saja.
begitu juga ansley yang terkejut melihat sosok laki laki yang menarik paksa dirinya dan telah membuat bobby babak belur
"Lo?" ansley benar benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya
"Lo ngapain di rumah gw?" ansley bertanya dengan kelvan yang disana.
namun mama nya memotong ucapan yang hendak kelvan jawab.
"Nak apa apaan si bahasa nya gk sopan gitu, itu calon suami kamu. anak nya pak Chris dan bu felly dari keluarga daren yang mau mama jodoh kan sama kamu" Sasha berpikir bahwa anaknya tidak mengenal kelvan.
ansley pun terkejut
"APA?! Jadi? lo tau soal perjodohan ini?"
ansley bertanya pada kelvan dan balas dengan anggukan dari kelvan.
"Kenapa gk bilang sama gw?"
"kamu ga nanya" -Kelvan
"Yauda karna semuanya udah berkumpul jadi kita lanjutkan perjodohan ini"
ucap pak Chris karna sudah tidak sabar.
"Jadi kelvan, perkenal kan ini nak ansley jolicia valerie yang mau papa jodohkan sama kamu-"
"Kelvan dah kenal dia kok pa di sekolah" potong kelvan
"Bagus kalo begitu kalian akan semakin dekat " lanjut pak robert.
"Jadi karna mama, papa, om robert dan tante Sasha mau keluar negri sebentar lagi jadi pernikahan kalian di percepat 3 hari lagi bagaimana?" ucap pak Chris memberi penjelasan.
"Ap-" ucapan ansley terpotong karna mama nya sudah berbicara duluan
"Bagus kalo gitu bagai manapun ansley siap, kalo menurut nak kelvan gimana?"
"Saya menurut ajaa tante, gimana bagus nya saya terima aja" balas kelvan dengan senyum sinis ke arah ansley.
ansley yang menyadari itu segera memutar bola mata nya malas dan cuek karna dia tak bisa berbuat apa apa saat ini.
"Baik lah karna kedua pihak setuju maka akan di percepat pernikahannya 3 hari lagi, kalo begitu kita langsung pulang ya soalnya masih ada pekerjaan ku di kantor"
setelah pamitan dengan keluarga valerie, keluarga daren pun pulang
"Kalo gitu kelvan pamit ya ma"
semua disitu terkejut karna ucapan kelvan yang memanggil mama Sasha dengan sebutan mama juga
"Ha? why mama?" protes ansley
"Dia kan calon mertuaku apa salah nya manggil mama" balas kelvan
"T-tapi kan-" ucapan ansley pun terpotong mama nya.
"Kenapasi kamu ansley? apa salah nya dia manggil mama kek gitu? kan diaa mau jadi suami kamu"
"ck, pengaruh apasi yang dia bawa untuk keluarga gw" batin ansley
"yauda kalo gitu kami pamit"
setelah keluarga daren pulang, ansley masuk ke kamarnya dengan lesu karna dia tak mau di jodohkan dengan laki laki kasar itu,,
dilain sisi dia juga tak bisa menolak lamaran itu.
bersambung....
(maaf jika ada kesalahan kata karna baru permulaan, dukung terus karya ini)