My Husband Is A Possessive Badboy

My Husband Is A Possessive Badboy
#Kepindahan varo



"Kamu sudah menemukan nya?" ucap pria itu


"Belum, tapi aku yakin akan menemukan nya"


balas zio


"Bagaimana dengan perusahaan mu di inggris?"


...



...


"Semua berjalan lancar" jawab zio sembari melepas jas nya


"Ku harap kerja sama kitaa dapat saling menguntungkan" Ucap nya mengulurkan tangan


"Too" zio membalas jabatan tangan tersebut


...********...


"Lo ikut acara kampus minggu depan?" tanya devian pada aland


"Yoi, pasti di sana enak, bosen di rumah. tapi lo yakin kelvan ikut?" jawab aland dengan senyum nya


"Gue yakin dia ikut karna ansley juga ikut" ucap devian meyakin kan


"Mending kita tanya langsung" balas aland


"Tu dia, panjang juniornya" devian memuncungkan bibirnya kearah kelvan yang sudah dekat dengan mereka


"Kenapa lo ngomongin junior gue? kalo ngegay jangan ngajak gue! gue masi doyan punya ansley. noh sama aland aja" tukas kelvan sembari duduk


"Idih ogah, capek gue manjangin nya masa cuma untuk ngerogoh *** doang" elak aland


"Siapa juga yang mau ngegay sama lo, masih doyan body nya Jennie gue" ucap devian memalingkan muka


Kelvan pun hanya menggelengkan pala dengan sifat kedua teman nya itu yang sangat kekanak kanak an, tiba tiba seorang wanita berlenggok model pun datang menghampiri kelvan dan kedua sahabatnya


"Hai van" ucap minnie


"Ngapain lo disini?" balas kelvan ketus


"Emm aku ga ada kawan jadi aku ikut kamu aja" jawabnya


"Ada yang lain! ga harus gue" lagi lagi kelvan ketus dengan nada sewotnya,


minnie yang sudah paham dengan sifat ketusnya itu pun diam sedangkan aland dan devian berhenti bertengkar saat mengetahui kedatangan minnie


"Oh iya van, lo ikut acara kampus minggu depan" tiba tiba aland membuka suara


"Minggu depan?" kelvan bingung dengan ucapan aland yang sama sekali tidak ia ketahui


"Iyaa, kita kayak camping gitu pake tenda tapi di 3 tempat dalam seminggu 3 hari an lah. ke bukit, hutan, dan pantai" sambung devian menjelaskan


"Ayo van ikut, pasti seru disana!" girang minnie


kelvan pun melirik minnie dengan tatapan yang tak suka, dan minnie yang menyadari tatapan kelvan pun terdiam


"Gue ga ikut" tukas kelvan


"why?!" protes devian


"kenapa kel??" tanya minnie mencoba membuka suara


"Gue masih ada keperluan yang harus gue urus" Kelvan memilih untuk tidak ikut karna pekerjaan kantor yang ditinggal papa nya itu sangat perlu dikerjakan. lagi pula disana dia akan terus diganggu minnie, apa enaknya?


"Lah, gw kira lo ikut. soalnya bini lo ikut" Sela devian dan langsung di angguki aland, kelvan pun terkejut mendengarnya, begitupun dengan minnie yang tak tau kelvan sudah menikah.


'Bagaimana bisa dia tau tapi tidak memberitahuku? atau jangan jangan sengaja biar bisa berduaan sama bobby? gk! ga boleh terjadi' gumam kelvan


"bini? maksudnya? katakan! apa kelvan sudah beristri?" ucap minnie tak percaya


"Kau bisa tanyakan langsung pada orang nya, bahkan satu kampus sudah tau! masa kau tidak" ucap aland yang membuat minnie lagi lagi terdiam karna tau jika ia menanyakan nya langsung pada kelvan akan di ketus kan lagi oleh pria itu.


Tiba tiba ada sosok yang membuat mata kelvan seketika ternotice akan kehadiran sosok itu, ansley sedang berjalan dengan varo? bagaimana mungkin bisa begitu, setau kelvan varo itu kuliah di beda tempat dengan nya.


Kelvan pun beranjak dari tempat duduk nya secara tiba tiba membuat aland dan devian terkejut termasuk minnie


'Apa yang mereka bicarakan? tampak asyik sekali' gumam kelvan


"Gue mau kesana dulu, bye" kelvan langsung pamit untuk mendekat pada istrinya dan varo yang tengah mengobrol di kantin kampus


'Apa yang membuat kelvan langsung pergi? siapa itu?' gumam minnie sembari mengikuti kelvan dengan mengendap endap


sementara devian dan aland tak peduli dengan itu karna mereka tau watak sahabat nya bagaimana jika di ikut campuri urusan nya


"Kenapa kamu memilih kampus ini untuk berpindah?" tanya ansley pada varo


"Karena mu" ucap varo tiba tiba


"Karena ku? ada apa dengan ku?" tanya ansley heran


"M-maksudnya karena kuliah mu termasuk kuliah terelit no 1 di kota ini jadi aku ingin disini" elak varo


"Ohh, tapi ini bukan milik ku" ucap ansley singkat


Tiba tiba ada tangan yang merangkul pinggang ansley dengan santainya kelvan menempel di kursi samping tempat ansley duduk, membuat sang gadis terkejut


"lo..?" ucap varo yang tak menyangka akan satu kampus dengan kelvan lagi


"Kenapa? ah ya,, sejak kapan lo akrab dengan istri gue?" kata kelvan yang masih merangkul ansley


"Istri lo?.. dimana dia, perasaan gue berdua sama ley doang dari tadi" jawab nya yang masih celingak celinguk mencari keberadaan istri kelvan


"ck! Kenapa lo manggil istri gue pake nama akrab?" lagi lagi kelvan memojok an varo


"Van! apaansi, udah lah gk usah kayak anak kecil" Ansley yang sedari tadi mendengar suaminya mengoceh pun merasa jengah


"Bentar deh, lo nanya kenapa gue manggil istri lu pake nama akrab, sedangkan disini gada istri yang lo maksud" ucap varo bingung


'Gue lupa, varo kan ga tau kalo gue sama kelvan dah nikah' gumam ansley


"Lo itu bener bener ya, ini is-" Kata kelvan terpotong dengan bekapan tangan ansley yang menutup mulutnya hingga rapat


"Emm varo, aku ada urusan penting sama dia ya kamu duluan ajaa,, dadah" balas ansley yang masih menutup mulut suaminya hingga jauh


"Mmmm!!!" kelvan menepis tangan ansley yang membuatnya sesak nafas


"Sayang ih, sesak tau!!" protes kelvan yang sedang mengetral kn nafas nya


"Hmph!!!" ansley sangat kesal dengan apa yang di perbuat suami nya itu


"Kenapa kamu marah? yang seharusnya marah kan aku! kamu udah punya suami ngapain deket deket sama dia?" Kelvan menatap ansley dengan tatapan tajam namun hanya di abaikan oleh nya


"apa urusan kamu, kamu aja boleh deket sama kutu itu masa aku dilarang" protes ansley


Kelvan menarik tangan ansley menuju kamar mandi pria, "Van ini toilet cowok kenapa kamu bawa aku kesini!! van ih lepas" Ansley berusaha meronta ronta melepaskan diri


tanpa menjawab kelvan langsung mencium bibir gadis tersebut dengan ******* yang dalam membuat sang pemilik bibir tertegun,