
Varo membawa ansley masuk ke dalam rumah sakit dibantu suster disana, sesampainya di ruangan dokter pun memeriksa tubuh ansley,
tak lama dokter itupun keluar dari ruang priksa dan mengahampiri dirinya,
"Apa kau suami nya?" tanya dokter itu
varo bingung apa yang di katakan dokter itu namun hanya di balas anggukan dari pria itu agar hasil nya dapat diketahui
"I-iya" jawab varo
"Apa kamu tau istrimu tengah hamil 5 minggu? tubuh nya terdapat memar ringan sudah bisa di obati namun fisik nya tak menentu karna bawaan bumil yang gampang terkena stres. jadi kamu seharusnya menjaga nya jangan sampai seperti ini lagi kejadian nya. jika tidak, bisa bisa mempengaruhi kehamilan nya nanti" Ucap dokter itu menjelaskan
'Hamil? setau ku dia tidak menikah. bagaimana bisa hamil?' gumam varo terheran
"tuan apa kau dengar?"
"I-iya dok, terima kasih. kalau begitu saya akan menemani istri saya dulu" Ucap varo dengan lembut
lalu dokter itu pun mengangguk pergi
Varo masuk ke dalam ruangan dimana ansley tengah di periksa tadi,
"ley aku ingin menanyakan sesuatu padamu"
Ansley melihat ke arah varo dengan mengernyitkan dahi
"Tanya apa" jawab nya pelan karna sedang dalam kondisi kurang baik saat ini.
Varo menatap intens kedua bola mata ansley dengan serius.
"Apa kamuu..."
Dirinya membalas tatapan varo dengan aura penasaran dengab apa yang akan varo tanyakan padanya,
"Aku apa??" desak ny
"Apa kamu sudah-.." ucapan varo terhenti saat seseorang berteriak khawatir lalu datang memeluk tubuh nya
"Sayang !!" kelvan dengan segerombolan sahabat ansley sekarang tengah ada di depan pintu ruangan
'Sayang?' gumam laki laki tersebut
dengan segera kelvan memeluk tubuh mungil ansley, dan ansley pun membalasnya
"Apa kamu terluka sayang?" Tanya nya khawatir
"Iya, apa kau terluka ley?" sambung aghata
"Ley kamu tidak apa apa?" Jennie tak kalah khawatir
"Kami sudah menemukan pelaku nya ley kamu tenang saja" ucap bobby dengan antusias
varo hanya diam menatap mereka yang sedang khawatir dengan keadaan ansley, aghata pun menyadari tatapan nya itu yang seperti tak biasa
"Bagaimana hasil nya var?" ucap aghata hingga semua didalam ruangan itu menatap varo mengharapkan jawaban nya,
seketika tubuh nya terdiam dan mulutnya gugup untuk mengatakan nya
"H-hasil nya..." jawaban nya tergantung membuat semua disitu menjadi greget
"D-dia,,"
"Ayolah var jangan menghabiskan kan waktu, kenapa untuk menjawab saja kau sangat payah" Susul aghata yang terlihat tak sabar dengan kondisi ansley sekarang
"Dia hamil." ucap varo dengan penuh keyakinan, varo pikir apa teman teman ansley akan menjauhi ansley saat tau kebenaran yang di ucapkan ini
setelah keputusan varo Ruangan pun menjadi
hening, semua terdiam dalam bisu
sampai dimana Kelvan loncat kegirangan mengetahui istrinya tengah hamil begitu juga dengan aghata dan jennie namun tidak dengan ansley, bobby dan varo, mereka menatap bingung ke arah tiga teman nya itu
"APA YANG KAU KATAKAN ITU BENAR VAR?"
Kelvan menatap varo dengan wajah yang berbinar binar
"Iyaa, dokter lah yang mengatakan bahwa kehamilan nya tengah menjalani 5 minggu"
jawaban varo kini semakin membuat kelvan kegirangan
"Selamat wahai calon ibu muda" godaa Jennie
"Wahhh bakal punya keponakan nih gue haha" aghata mengusap perut rata ansley dengan ceria
"Selamat ya ley" bobby tersenyum kecut, niat nya menunggu janda ansley namun kini impian nya tengah hancur karna kelvan berhasil mengambil mahkota Indah yang seharusnya masih terjaga.
"T-tunggu! apa?! aku hamil?" pekik ansley tak percaya
Semua mengangguk senang dan berbinar binar
"Bagaimana mungkin aku lupaaa untuk menjaga nya" Kelvan heran dengan apa yang ansley katakan ini
"Istirahat lah sayang, aku akan membelikan mu makanan diluar tunggu sebentar" kelvan hendak meninggalkan ruang rawat tersebut namun langkah nya terhenti saat di pintu
"Hey kalian keluarlah biarkan ansley istirahat" peringatan kelvan kini menjadi hal sepele bagi mereka
"Tapi gue masih pengen sama ansley" jawab aghata yang di angguki oleh semua orang terkecuali varo yang masih diam mematung
"Jangan membantah atau kalian semua tidak ku izinkan bertemu dengan ansley selama nya" ancam kelvan
"Haisssh baiklah.." dengan berat hati mereka bertiga pergi meninggalkan ruangan namun tidak dengan varo yang masih melamun terdiam
"hey bodoh apa kau tuli?" ucap kelvan pada varo
"kelvan sudah lah jangan marah marah, aku pusing mendengarnya dan kamu varo bisakah kamu keluar? aku ingin beristirahat" sambung ansley
"B-baik lah, istirahat lah kalau begitu aku keluar dulu" varo berjalan melewati kelvan dan sekilas menatap tajam kearah nya
kelvan punn ikut keluar untuk membeli makanan yang ansley butuhkan.
di dalam ruangan ansley masih bergumam tidak jelas "Bagaimana bisa aku hamil? aku tidak merasakan apapun seperti muntah dan sebagai nya layak nya bumil dan mama papa belum kembali, bukan kah mereka bilang hanya 4 bulan? tapi ini sudah 5 bulan. sebaik nya ku tanya pada kelvan nanti"
dilain sisi kelvan dan aghata tengah membeli makanan untuk ansley di sebuah mall,
"Apa ini?" kelvan mengambil sebuah kemasan membuat aghata seketika menengok
"hey, bodoh anj*r ini bukan makanan. lo gak liat ini bacaan nya apa" aghata menunjuk tulisan pada kemasan itu
"Charm? gue pernah melihat ini di dalam lemari pakaian ansley. apa ansley membutuhkan. nya juga?"
"Jangan asal pegang, ini pembalut wanita bukan roti yang bisa di makan" tegas aghata meletak kan charm pada tempat nya
wajah kelvan merah padam mengetahui betapa bodoh nya ia asal mengambil kemasan memalukan itu
"Kenapa lo ajak gue ke sini?!" kelvan menatap aghata dengan tajam
"gue butuh sekalian dan ini gw dah dapet yuk kita lanjut" ucap aghata santai mendorong troli mengelilingi pusat pembelajaran itu
kelvan menurut mengintil di belakang dengan keadaan malu mengingat apa yang ia pegang tadi
bersambung....
.
.
.