
pelayan itu tertunduk takut lalu menceritakan dari awal yang ia lihat sampai ansley terjatuh,
tak lama dokter keluar, kelvan pun bergegas mendekat
"Bagaimana dok? tidak terjadi sesuatu bukan? jika terjadi maka rumah sakit ini tak akan mampu beroperasi lebih lama lagi!" ancam kelvan yang masih merasa marah dengan keadaan istrinya
"tenang tuan, ini di rumah sakit" ucap dokter itu menenangkan
kelvan menyorot mata tajam bersirat tak perduli "aku tidak peduli! cepat katakan!" akhirnya sang dokter mengatakan bahwa saat ini tak ada cidera serius bagi kandungan ansley hanya saja wanita itu merasa kelelahan sampai tersandung. pelayan yang menjadi saksi itu pun menimpal mengatakan bahwa ansley terjatuh dengan keadaan terlentang. tidak ada masalah atau benturan pada sang bayi
kelvan bernafas lega tentu nya jika anak dan istri nya baik baik saja, dokter menyarankan kelvan untuk menemui ansley yang masih belum sadar
perlahan jari jemari ansley bergerak pelan menandakan kesadaran nya saat ini, sontak kelvan menggenggam tangan istri nya itu
"Jangan terus bergerak" ucap kelvan memperingatkan
ansley memutar bola matanya menatap sang suami yang kini menatap nya datar 'Bagaimana bisa ia setenang itu' umpat ansley mengerucutkan bibir dengan kesal
kelvan menyadari ekspresi gemas ansley hanya menggeleng kepala, "Kamu lapar?"
"Tidak" singkat nya
"Kau harus makan" ujar kelvan menatap serius
"Aku tidak mau" balas ansley
"Harus mau" kelvan tak kalah menekan kan nya lagi
"Kau pemaksa" ujar ansley merasa sebal
"aku akan membeli makanan terlebih dahulu" kelvan berjalan hendak menjauh namun ansley menahan nya
"Aku bilang tidak lapar" kelvan geram dengan tingkah istrinya saat ini jika saja tidak berada di rumah sakit mungkin saja kelvan melahap nya dirumah
"kamu memang tidak lapar tapi anakku butuh makanan" kelvan mengelus pucuk rambut ansley pelan, lalu menyuruh sang pelayan menjaga istri nya itu. sampai ia kembali
🌳 🌳 🌳 🌳
Kelvan menaruh makanan bumil yang ia cari dengan bantuan gio tadi karna dirinya tidak terlalu tau menau soal makanan ibu hamil. . .
ansley membuka mulut nya saat kelvan menyuapi makanan dengan sendok kecil.
"Kamu gemesin kalo kayak gini, jangan berubah ya" ansley yang sedang mengunyah seketika menatap mata tajam suami nya
kelvan merasa risih terus di perhatikan ansley seperti salah tingkah sendiri, sesekali membenarkan rambut phoni modern nya
ansley terkekeh membuang muka kearah lain, kelvan semakin heran ada apa dengan istri nya itu "Kamu lucu sekali" ansley mengusap rambut kelvan dengan gemas
"Jangan seperti itu, aku menjadi salah tingkah sekarang" ansley tertawa lepas mendengar pengakuan kelvan yang sangat to the point menurut nya
"Jangan tertawa" ansley semakin gemas dibuat nya sampai saat dimana seorang wanita masuk membuat ansley dan kelvan langsung melihat kearah wanita tersebut
kedua nya sangat kaget melihat minnie menatap sendu ke arah ansley,
ansley menatap kelvan tajam mempertanyakan apa yang sedang terjadi namun kelvan hanya menggidik bahu
"mau apa lo?!" bentak kelvan dengan sorot mata tajam, minnie menunduk takut namun ia beranikan diri untuk membuka suara
"A-ansley gue cuma mau m-minta maaf atas kejadian itu" minnie mencoba menatap ansley namun saat mata nya jalan kearah kelvan kini dirinya mulai tertunduk lagi
"Hm, gue udah maafin lo" singkat ansley namun berarti bagi minnie
"gue janji gak akan ganggu lo sama kelvan lagi, gue dah sadar sekarang dan perusahaan papa gue bangkrut karna kejadian itu" ansley melotot terkejut dengan pengakuan minnie, dan saat itu pun kelvan menatap minnie dengan tajam karna telah membongkar yang tidak seharus nya
"Maksud lo?" lontaran pertanyaan itu semakin membuat nya gugup,
"Tidak apa apa ansley selamat atas kehamilan lo, gue permisi dulu" minnie berjalan cepat meninggalkan ruang pasien itu
ansley menunggu jawaban dari kelvan namun kelvan hanya mengabaikan tatapan heran nya
🌳 🌳 🌳 🌳
setelah di perboleh kan pulang, kelvan dengan hati hati memapah tubuh mungil istrinya "Jangan banyak bergerak, aku akan menemani mu disini. tidurlah" Ansley diam sejenak
"kemana kamu tadi? pergi kemana? terus tadi minnie, apa yang. . ." ucap nya terhenti saat bibir kelvan mendarat di atas nya
"Istirahat sayang, aku minta maaf soal tadi ya? aku fikir dengan balapan motor bisa meredakan amarah ku. disana juga terdapat aland juga devian kamu gak perlu khawatir aku selingkuh, lain kali aku gak akan ninggalin kamu sendirian lagi aku janji" ansley hanya menatap datar lalu memilih untuk tidur membiarkan kelvan mengelus perut nya yang mulai mengembang
sesekali kelvan berbicara pada janin di dalam sana "Sayang nya daddy, jangan bikin bunda kamu merasa lelah ya? jangan bebanin pikiran bunda kamu untuk overthinking sama daddy karna daddy gak akan tinggalin kalian sendirian kok. kalian itu dunia daddy" Ansley mendengar tuturan suami nya hanya tersenyum kecil
'Aku harap kamu bisa menjadi daddy menggemaskan untuk ku dan anak kita' gumam ansley saat melihat suami nya tidur dalam keadaan memeluk pinggang nya dan bibir nya menyentuh tepat di perut nya, membenamkan kepalanya di sana.
ansley memejam kan matanya untuk tidur segera
.
.
BERSAMBUNG. . .