
ansley terbangun lebih dulu, meregangkan tubuhnya lalu hendak beranjak dari tidur namun seperti ada tangan kekar yang menahan perut nya
ansley berusaha menyingkirkan tangan itu namun usaha nya gagal karena sang pemilik mempertahankan posisi itu
ansley mendesah pelan "aku tau kamu dah bangun" ucap ansley
"yaudah kalo gitu pura pura gak tau aja" ujar nya dengan suara serak khas bangun tidur
"Ck minggir tangan kamu, aku mau bangun" ansley mencoba berkali kali menyingkirkan tangan itu tetap saja tidak bisa
"Van. . ." lirih ansley memohon
"Hm" gumam nya
"Van gak lucu ih, lepasin ga?" kelvan seketika menggeleng cepat lalu menyimbangkan tubuh nya sejajar dengan dada istri nya bergantian membenamkan kepala nya disana masih dalam keadaan memeluk
"kamu kok jadi manja banget sih" tutur ansley merasa aneh
"Emang kenapa ga boleh? manja sama istri ga boleh?" desak kelvan merasa tak trima jika istrinya berkomentar dengan sikap nya
"Bukan gitu astaga, cuma ga seperti biasa nya yang emm.." katanya terhenti dan tak mau ansley terus kan lagi
"Yang apa? hm? aku biasanya gimana?" ansley bingung ingin menjawab apa, jika saja salah dalam bicara kelvan akan menghukum nya
"tidak apa apa hehe" balas ansley
kelvan tertidur kembali di dalam bekapan dada istrinya, setiap ansley ingin melepas diri pasti kelvan akan menahan nya
"Ayolah bangun sayang" lirih ansley dengan manja
"Kamu godain aku?" ansley menggeleng lalu mengelus rambut suami nya
"kamu ga laper? bangun yuk kita makan, aku laper nih abistu kita check kandungan" kelvan saat mendengar 'Kandungan' langsung beranjak bergegas ke kamar mandi
ansley pun sama hal nya beranjak dari ranjang mengarah ke lantai bawah di bantu oleh pelayan atas perintah tuan nya, padahal kehamilan ansley belum masuk 1 bulan. sang suami itu sangat berlebihan menurut nya
"sudah bi, saya bisa sendiri" ucap ansley saat sudah berada di bawah tangga, menolak bantuan pelayan nya karena merasa bisa sendiri
kelvan selesai mandi berlari kecil menuju meja makan, "nih piring kamu" ujar ansley memberikan piring berisi nasi
"Makasi sayang" balas kelvan segera menarik bangku dan duduk berhadapan
suasana hening tak ada yang berbicara sedikit pun saat makan sampai selesai
"Kamu dah mandi?" tanya kelvan melihat baju yang ansley pakai belum ganti
"Belum, nih mau mandi" ujar nya
"mau aku bantu ga?" ansley memberi tanda bahwa dirinya bisa melakukan sendiri
"Yaudah hati hati, aku tunggu di mobil" hanya di beri anggukan kecil oleh istrinya, kelvan pun berjalan menuju mobil
45 menit kemudian ansley keluar dengan pakaian longgar namun terkesan sexy
kelvan berdecak tak suka jika istrinya memakai baju itu,
ansley berjalan ke dalam mobil, mendapat tatapan tajam kelvan ansley hanya diam
"Kenapa pakai baju kayak gitu?" ucap nya dengan nada tak suka
"Apa yang salah"
kelvan mendengus kesal
'Apa yang salah? bukan nya mikir ini malah ga peka anjr. bini gue kenapa dah sesexy ini' gumam kelvan dalam hati
"Jaga mata dan sikap jangan sok cantik di depan cowok aku ga mau kamu ngegoda cowok lain selain aku" kelvan melajukan mobil nya meninggalkan mansion
"Jadi kamu kira aku ini penggoda? jahat banget kamu" protes ansley melipat tangan nya didada dan mengerucut kan bibir kesal
"kamu tau kan dengan kamu diam aja bisa mikat aku si cowok tertampan di kampus apalagi kalo kamu tebar pesona, jangan sepelein janda karna janda semakin di depan." ansley menganga mendengar tuturan kelvan
"Kamu mau jandain aku?" kelvan menggeleng lalu melirik kearah istrinya sekilas
"Ga akan pernah aku ceraikan kamu, aku ga bisa hidup tanpa kamu" ujar nya dengan tatapan datar
ansley mencubit pinggang kelvan "gombal"
tutur nya
"Aish itu fakta sayang aku ga bisa hidup tanpa kamu" ucap nya lagi
sesampainya di rumah sakit ibu dan anak, ansley juga kelvan turun dari mobil masuk ke dalam
sembari menunggu antrian panjang sampai namanya disebut, ansley dan kelvan di persilahkan masuk ke dalam ruangan pemeriksaan
untung saja sang dokter itu wanita jika saja pria mungkin kelvan akan menuntut mengganti dokter untuk istrinya
ansley bersiap untuk di USG di temani oleh sang suami, dokter itu pun memasang alat agar janin di dalam kandungan dapat terlihat di USG
setelah terpasang nampak 2 gumpalan di dalam rahim ansley, kelvan mengernyitkan kening heran "dok mana bayi saya? makhluk apaitu? kenapa ada dua?" sang dokter tersenyum mendengar pertanyaan kelvan
"Itu adalah janin yang belum terbentuk pak, masih menjadi embrio setelah 5-7 bulan baru terlihat jelas kelamin nya juga bentuk nya" ucap dokter itu
"Tapi dok itu..." kata ansley terpotong oleh sang dokter
"Iya bu, benar. anak ibu kembar dan dua gumpalan itu adalah janin ibu" mendengar hal itu sontak ansley dan kelvan merasa senang
pemeriksaan selesai, dokter memberi vitamin agar daya tahan tubuh ibu hamil muda seperti ansley dapat terjaga
selesai nya mereka berjalan menuju mobil,
"Makasih ya sayang kamu udah kasih aku dua kehidupan" ujar nya dengan bangga
"Aku ga nyangka bakal dapet dua" sambung ansley dengan senang
"Kamu harus nya bersyukur, aku nyetak dua kali dan kamu harus bolehin aku ngunjungin dua kelvan junior didalem sana" ansley berdecak sebal mendengar hal itu
"Kamu masih sempat sempat nya mesum" pekik ansley
"Ssst jangan gede gede suaranya kasian kelvan junior" kelvan mengelus perut datar ansley
.
.
.
BERSAMBUNG. . .