
ansley bangun lebih dulu dari kelvan beranjak ke kamar mandi dan membersih kan diri
lalu pergi ke ruang dapur untuk menyiapkan sarapan,
Memulai untuk memasak, membersihkan kan rumah dan lain nya.
"Perlu saya bantu nyonya?" Ucap art itu ramah
"Tidak bi, bentar lagi juga selesai" balas nya sambil tersenyum
"Baik nyonya, kalau begitu saya pamit dulu jika butuh apapun bisaa panggil saya" Art itu pun membungkuk kan badan hormat lalu pergi ke area dapur
Setelah semua selesai ia kerjakan, ansley berjalan menuju kamarnya hendak membangun kan suami nya untuk pergi ke kampus bersama
Namun seseorang yang di carinya nampak tak ada di tempat tidur, ansley pikir bahwa kelvan sudah bangun mungkin. dugaan nya benar saat laki laki bertubuh atletis keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggang nya
"Kamu kenapa ga bangunin aku sayang?" Tanya kelvan sembari membuka lemarinya untuk mengambil pakaian
"aku pikir kamu masih cape" ucap ansley asal
"Bukannya kamu yang cape? aku si engga ya" Balas kelvan menggoda
"Diam, lebih baik kamu pakai baju dan segera sarapan aku akan menunggumu di mobil"
"kenapa dimobil? kamu ga nemenin aku sarapan?" ucap kelvan dengan bingung
"Ga, aku kenyang liat muka kamu yang tebal itu" Ansley benar pergi ke mobil kelvan dan menunggunya disana
Kelvan mempercepat sarapan nya karna ansley sudah menunggu di mobil, kelvan takut ansley marah karna telat pergi ke kampus.
"Menunggu lama?" Pertanyaan itu lolos di bibir kelvan saat melihat ansley tengah bermain handphone
"Tidak juga, cepatlah van" balas ansley
"Van? Kamu masih memanggilku dengan nama ku?" Kelvan tak terima setelah beberapa bulan menikah, ansley tetap tidak peka dengan apa yang ia mau. tanpa pikir panjang kelvan langsung menjalankan mobil nya meninggalkan mansion
"lalu? Aku harus memanggil mu apa? kakak? ayah? atau om?" Ansley tak mengerti apa yang kelvan maksud bukan kah sehari hari mereka selalu memanggil nama? tidak untuk mereka bisa di ralat untuk ansley sendiri karena kelvan memanggil nya dengan kata 'Sayang'
"Kamu ini kenapa ga ngerti banget sih, Aku pengen kita punya panggilan sayang" Ucap kelvan terang terang an
Ansley tersontak bukan main
"Apa?!"
"Kenapa kamu kaget? kita dah nikah hmpir 5 bulan tapi kamu ga ganti nama panggilan itu"
Kelvan sedikit menunjuk kan ekspresi kecewa
"J-Jadi aku harus manggil kamu apa? babe? baby at--" Ucapan ansley terpotong
"Suami ku" Tukas kelvan dengan senyum kebanggaan
"Issh alay" Tanpa sadar ansley mengungkap kan ke geli an nya pada panggilan itu
"APA?"
Suara lantang kelvan membuat ansley terkejut,
"B-bukan begitu gimana kalo aku panggil kamu bubu?" ansley tidak tau apa yang harus di lakukan nya saat ini namun dengan meredakan kekesalan kelvan itulah yang utama dia lakukan
"Baguss,, panggil aku sekarang pake nama itu"
"Oke.."
Lama mereka berbincang tak sadar jika sudah sampai di parkiran kampus,
"Silahkan turun" Ucap kelvan mengayunkan tangan nya ke arah pintu
"Kenapa gak bareng kamu juga? jangan bilang kamu bakal bolos lagi?" ansley menatap kelvan dengan tatapan intimidasi
'Gimana dia bisa tau gue bakal bolos?'
gumam kelvan
"Ngga kok sayang, kamu masuk kelas duluan dan aku bakal ke kelas aku. mau nemuin aland dan devian sekalian" ucap kelvan meyakin kan
"Awas kalo kamu bolos" kelvan mendapat tatapan tajam dari istrinya pun tercengang
akhir akhir ini kenapa dia semakin sensitif saja
...
...
Ansley kini memakai baju transparan coklat dan rok pendek putih, saat berjalan pun ia terlihat sangat sexy dan anggun
Ansley berjalan menuju kelas nya namun belum sempat ia ke kelas, tak sengaja dirinya menabrak seseorang hingga merasakan sakit di bahunya
"Punya mata gk lo?" Suara lantang wanita itu pun terngiang hingga ansley pun menutup telinga nya
'Cewek ini kan..' Gumam ansley dalam hatinya
"Woi lo bisu?" Ucap teman di sebelah wanita itu
Tak hanya dua, kini wanita itu membawa 2 teman di samping nya bak seperti pengawal
"Jelas lo yang nabrak gue, harusnya lo bersyukur karna gue ga memperpanjang masalah ini" Ansley menantang kembali karena tak terima jika wanita itu menginjak harga dirinya
"Ck, Lo kurang ajar ya lama lama. masuk kuliah karna bantuan dari beasiswa aja belagu" Minnie menekan kan setiap perkataan nya
"Ohh ini cewek penggoda yang sekolah karna beasiswa, ckckck berapa harga diri lo mba? sini kita bayarin untuk tidur sama om om" Ucap pedas dari teman minnie yang merupakan satu genk dengan dirinya
"Beasiswa?" ansley tak mengerti sama sekali beasiswa katanya? Ansley masuk ke University ini kan karna memang keluarga nya mampu, seorang anak tunggal dari keluarga valerie menggunakan beasiswa? konyol sekali..
walaupun otak nya cerdas namun ia menggunakan nya dengan kekayaan bukan dengan bekerja ataupun dari pemerintah..
"Iya, gue liat nilai lo Bagus Bagus dan tampilan lo sexy sexy udah pasti lo pake beasiswa dan ngegoda cowok orang. tertutup sama kulit susu lo itu kn" Sindir minnie pada ansley
"Jaga mulut lo cewek sialan, sejak kapan gue ngegodain cowok orang hah?" Tegas nya
"Lo ngegodain Kelvan alfaero dari gedung B kn? gue sering liat lo keganjenan sama cowok gue sebagai pacarnya gue jelas ga suka! mending lo nyadar deh sama diri lo itu udah ga perawan aja masih banggain diri" Ucapan ketus minnie memancing kekesalan bagi ansley
Ansley hendak menamparnya namun belum sempat ia menampar kini teman minnie lebih dulu memegang sisi kanan dan kiri ansley sehingga dirinya tak bisa memberontak
"LEPASKAN! asal lo tau ya cewek sialan! Walaupun gue gak perawan setidak nya anak gue punya sosok seorang papa..!!! Tidak seperti diri lo yang menyerah kan mahkota lo untuk pria liar di luar sana, jadi disini siapa yang harusnya di sebut jalang hah?!!" ansley meluapkan emosi menandakan dirinya benar benar tak terkendali saat ini, dia pun tau bahwa minnie memang suka memberikan tubuh nya dengan suka rela kepada cowok lain dan berganti pasangan
Plak... plak.. plak..
beberapa tamparan lolos di pipi mulus ansley, minnie tak terima jika dirinya direndahkan seperti itu meskipun memang benar dia sering berganti pasangan malam
Ansley benar benar lemas, tak seperti dirinya sendiri.
kenapa beberapa akhir ini ia terlihat mudah lemah
Minnie mengambil ember yang dibawa salah satu pembersih disana lalu menyiram kan air kotor pell di tubuh ansley hingga tubuh nya basah dan bau,
"Hey liat ansley tidak?" tanya varo pada aghata dan jennie
"Tidak" jawab mereka bersamaan
"2 Hari aku tidak melihat nya tapi semalam dia memberitahu bahwa hari ini akan masuk kuliah" ucap jennie
"Kelas bentar lagi dimulai, kenapa diaa masih tidak kunjung datang? Atau dia tidak masuk lagi?" sambung aghata
"Justru itulah, kalau begitu aku akan menunggu nya di koridor tempat biasa dia masuk" Varo pergi setelah bertanya pada aghata juga jennie
"Gue ikut" Salah seorang pria ikut bicara
bobby ikut varo untuk menunggu ansley di koridor kampus,
"Tunggu kita juga ikut" aghata dan jennie pun ikut serta
saat mereka berjalan ke arah koridor dikejutkan dengan kerumunan anak kampus disana,
"Ada apa itu?" ucap aghata penasaran
"Coba yok kita liat" ajak varo
mereka berempat pun mencoba melewati beberapa kerumunan siswa untuk mengetahui apa yang terjadi
Betapa terkejut nya mereka saat mengetahui siapa yang menjadi dalang penarik perhatian siswa lain,
Ansley dengan tubuh nya yang sudah basah, rok putih nya berubah menjadi basah kecoklatan juga tercium bau yang tak sedap berasal dari nya
Dengan cepat varo menutupi sisi rok ansley lalu mengangkat nya pergi dari tempat itu,
tubuhnya banyak memar seperti pukulan benda ringan
"Ley bertahan lah, kita kerumah sakit sekarang" ucap varo saat menaruh ansley di dalam mobil nya, ansley terlihat diam namun menangis
sedangkan aghata, jennie, dan bobby emosi melihat sahabat nya di permalukan seperti itu
"Siapa yang telah membuat hal seperti ini..?!!"
Ucap aghata dengan suara lantang sampai semua siswa disana tertunduk takut, mereka tau bahwa aghata berasal dari keluarga kaya no 3 didunia dan kalau sampai salah bicara bisa bisa mereka di keluarkan dari sana.
"Kalau sampe gue nemu siapa yang telah ngelakuin hal ini.. ga akan biarkan lo lepas dari genggaman gue" Tegas jennie menahan amarah
"Keluar lo pengecut..!!! Kenapa lo udah lempar batu sembunyi tangan hah?!! maju sini! siapa yang udah bikin hal kaya gini?" Bobby pun tak terima melihat ansley menangis dalam keadaan kotor dan basah seperti di bully
"Gue yakin ini pembully an karna hal konyol yang bisa bikin orang tiba tiba saja menyiram dirinya sendiri dengan air kotor, Gak papa kali ini lo sembunyi. tapi kalo sampe gue nemu lo nanti, abis lo ditangan kita" Ancam aghata yang membuat seluruh siswa terdiam, di pojok sisi terlihat 3 wanita merasa takut akan ancaman aghata
.
.
Bersambung...
**
[Berikan like, saran, rate, tip, juga vote. terimakasih telah mendukung author sejauh ini]