
zio melangkah pergi menuju cafe yang di tuju,
di dalam pikiran nya masih terbayang bagaimana wajah ansley yang sekarang ini sangat dirindukan nya
sementara disisi lain ansley memilih baju untuk pergi makan bersama dengan kelvan
"Jangan pakai baju itu! ganti! cepet." ansley tidak paham dengan suami nya yang sangat mood an ini apakah bawaan hamil nya? tapi bukan nya bumil yang mood an kenapa jadi daddy nya
"Kalau ini?" ujar ansley menunjukkan gaun nya yang sedikit terbuka di bagian payudara dan dress seatas lutut
"Kamu mau bikin baby ku kedinginan? pakai baju yang bener sayang" ujar kelvan dengan tegas
"Haissh tapi kan ini siang" ansley memasang wajah nya yang cemberut
"Ganti gak mau tau!" kelvan menyuruh ansley untuk mengganti pakaian nya yang termasuk pendek
"Please honey stop it, Jangan berlebihan. ini wajar tolong lah" ansley memasang wajah memohon agar kelvan tidak terlalu mengekang nya
"Ck, up to you" kelvan berjalan mendahului ansley yang sangat keras kepala menurut nya.
ansley mengalah dan pergi mengikuti suami nya
skip~
di dalam mobil kelvan mengeratkan tangan nya yang posessif di pinggang ansley, "Sayang" panggil ansley membuyarkan lamunan kelvan "hm" kelvan hanya berdehem
"tangan kamu le-" belum saja diteruskan kelvan langsung memotong nya "Apa? minta lepas? gada! kalau ada cowok yang ngelirik kamu gimana? jelas aku gak suka. kamu kan jelalatan matanya di tinggal sebentar langsung ganjen nempel cowok lain" omel kelvan menatap tajam ke arah ansley
'Astaga kek tahanan aja gue anj*r' gumam ansley dalam hati
tak lama mereka sampai ke cafe yang di tuju,
namun seperti bukan cafe yang di kunjungi banyak orang bahkan tidak ada orang sekali pun yang makan disana
"Kok sepi ya?" lirih ansley pelan sampai terus maju masuk ke dalam bersamaan dengan kelvan juga gio yang sedari tadi hanya ikut di belakang..
"gio kamu tidak salahkan memeriksa lokasi nya?" ujar kelvan sembari memegang pinggang ansley
"Tidak tuan, memang disini tempat nya" jawab gio polos
ansley menangkap sesuatu yang menurutnya sangat indah, yaitu seseorang yang sedang memegang gitar di atas panggung kecil dengan satu sinar lampu yang mengarah pada nya
ansley berjalan mendekat pada nada itu.
lagu park si hwa 제자리걸음 (Walking On the Spot) berputar dengan alunan gitar yabg merdu
TERJEMAHAN
Satu langkah
Diam-diam, dari belakang
Jika aku mengikutimu
Satu-satunya hal yang tersisa
Satu-satunya hal yang bisa aku punya
Adalah satu langkah yang ada di depanku
Aku tahu aku bukan satu-satunya
Jadi, aku selalu berjalan di tempat
Bolehkah aku?
Bolehkah aku berlama-lama di sekitarmu seperti ini?
Aku memimpikanmu
Aku tahu aku bukan satu-satunya
Jadi aku sudah berhenti
Berhenti di belakangmu
Saat aku melihatmu
Dua langkah
Karena keserakahanku
Jika aku pergi padamu
Pada akhirnya, kau akan menjadi orang yang terluka
Jadi aku tak punya pilihan selain berhenti dari jauh
Pada akhirnya, aku berjalan di tempat lagi
Bolehkah aku?
Bolehkah aku berlama-lama di sekitarmu seperti ini?
Aku memimpikanmu
Jika orang itu adalah aku
Orang yang sudah dinanti-nanti
Orang yang kau cintai
Jika orang itu adalah aku
Di duniaku yang kecil
Aku merasa seperti aku akan memerangkapmu
Itulah apa yang paling aku takutkan
Itu tidak menyakitkan
Jika aku bisa melihatku
Itu tidak sulit
Menunggumu
Pada akhirnya, itu adalah kau untukku
Penantianku
Langkah-langkah kakiku
Pada akhirnya, semua adalah kau
Kita begitu dekat namun begitu jauh
Jadi aku tak bisa pergi
Aku tak bisa menangkapmu
Jadi aku selalu berjalan di tempat
#~
ansley menangis mendengar lagu tersebut, berbeda dengan kelvan yang menatap datar sembari mengawasi istrinya.
lagu berakhir dan laki laki itu pun menatap ke arah ansley dengan berbinar binar, alangkah terkejutnya ansley mengetahui siapa itu ansley berlari sekencang mungkin menuju pria tersebut lalu memeluk nya dengan erat
"Hiks abang!!!" jerit ansley menumpahkan kerinduan nya "iya sayang ini abang" ujar zio mengeratkan pelukan nya
kelvan yang melihat pemandangan ketika istrinya memeluk pria lain pun nampak marah dan tak suka
"ansley!!" panggil kelvan menahan emosi nya yang membara, namun ansley tak memperdulikan nya masih menumpahkan kerinduan kepada orang yang selama ini ia rindukan
kelvan melepas pelukan itu menarik ansley kedalam pelukan nya, meninju pipi zio dengan keras seketika ansley menjerit saat kakak nya dipukul oleh kelvan
"Kelvan!!! apa yang kamu lakukan itu abang aku!" ansley panik membantu zio untuk berdiri
"sialan kurang ajar" umpat zio kesal
kelvan masih dengan amarah kecemburuan nya menatap zio dengan tajam dan menarik ansley pergi dari sana, ansley tak bisa berbuat apapun selain menurut.
"Ck sialan" umpat zio mengelap bibir nya yang berdarah dan pipi nya yang membiru..
disisi lain kelvan menarik lengan istrinya kasar masuk ke dalam mobil, di dalam mobil hanya ada keheningan sampai ansley memurtuskan untuk menyudahinya "Sayang, kamu salah paham?" suara lirih ansley hanya di abaikan oleh kelvan
"Sayang kamu salah paham! dengerin dulu issh" kesal ansley saat di abaikan suaminya itu "sayaaangg!!"
"Bisa diem gak sih?! berisik tau ga! jangan sampe karna kamu mancing emosi ku, aku jadi kasar dan ngelukain anak kita!" bentak kelvan menatap tajam bak elang mencari mangsa
'kenapa sih hiks masalah kek gini jadi besar?' gumam ansley dengan sesegukan
sampai di mansion...
Cie yang mau jadi daddy dah numbuh kumis,
thx for reading❤