
"Perkenalkan dirimu" ucap gio pada sekretaris itu
"perkenalkan nama saya Nirmala Salsabila yang terpilih sebagai sekretaris anda" ucap nya sopan
"Kamu anak dari direktur di sana bukan?" tanya kelvan dengan menunjuk ke arah gedung yang bertetangga an dengan gedung nya
Mala hanya mengangguk
"benar tuan"
"Kenapa kau memilih untuk menjadi sekretaris ku? bukan kah nyaman bagimu menjadi pewaris kekayaan ayah mu?" Tanya kelvan lagi
"Saya hanya ingin berleluasa akan ilmu yang saya kejar sendiri, tidak dari orang tua" jawab
mala dengan penuh keyakinan.
sebenarnya bukan itu tujuan nya datang menjadi sekretaris daren croup tapi karna ia menyukai kelvan makanya ia rela dengan posisi rendah nya
"Baiklah cukup, kalau begitu kamu ikut saya untuk pertemuan klien nanti, sekitar set jam lagi" kata kelvan sembari sibuk dengan berkas berkasnya
"Baik tuan" sekeretaris itu pun membantu kelvan membereskan berkas itu
tak lama ansley keluar dari kamar mandi dan membenarkan baju nya
mala melirik ke arah nya dengan tatapan terkejut, siapa dia? kenapa berani sekali menggunakan toilet direktur,
Sedangkan kelvan tak tahu dengan kehadiran ansley itu,
Mala pun sibuk membantu membereskan berkas yang kelvan berikan untuk nya, sesekali ia perhatian dengan kelvan namun diabaikan nya
Ansley duduk di sofa dan memainkan ponselnya tanpa peduli sekitar,
Jam menunjukan pukul 13.53 Kelvan beranjak dari tempat kursi nya lalu berjalan ke arah ansley,
"Sayang, aku mau meet sm klien dulu ya? kamu mau ikut atau disini aja?"
tanya kelvan
"Ikut aja deh, bosen disini. siapa tau klien nya cogan" jawab ansley santai
Kelvan menarik dagu istrinya, mencium bibir gadis tersebut lalu menggigit bibir bagian bawah
"aww sakit" sontak ansley mendorong dada kelvan menjauh
"Itu hukuman kamu karna telah memikirkan cowok selain aku" jawab kelvan segera keluar.
ansley mengikuti dari belakang, mala sangat heran kenapa wanita yang tadi dia temui di dalam ruangan kelvan bisa terus menempel padanya
'Siapa dia? Saudara nya atau pacar nya? Apa dia saingan baru ku?' gumam mala melirik ansley dari atas sampai bawah
...*******...
"Tuan, ayo kita berangkat ke cafe xx karna direktur daren croup sudah di dalam perjalanan" ucap gama pada zio
"Baiklah ayo" singkat zio mengambil berkas yang di perlukan lalu pergi ke cafe dengan baju santai karena dia tak ada jam kantor siang ini
sesampainya di cafe itu zio mencari keberadaan klien nya dan terlihat seorang gadis yang sangat cantik di sana
...
...
Zio dan Gama berjalan ke arah kelvan lalu duduk di hadapan nya,
"Hai, selamat siang" ucap zio
"Too" singkat kelvan
ansley tidak menyadari kehadiran zio karna dirinya sedang melamun, tapi seseorang membangunkan lamunan nya dengan berdiri.
"Ini hal yang harus kamu setujui dan tanda tangani soal kerja sama kita" ucap kelvan memberikan berkas itu kepada zio
Zio dengan seksama memperhatikan stiap kata lalu menyetujuinya,
Sedangkan ansley sangat terkejut dengan sosok di depan nya,
"K-kamu?" ucap nya membuka suara
Zio menengok ke arah ansley begitu juga dengan kelvan yang menyadari keanehan istrinya,
'Aku seperti mempunyai ikatan batin dengan gadis ini dan aku seperti mengenal nya' gumam zio
"Ya? ada apa nona?" tanya zio
gumam ansley
"Tidak papa" singkat ansley
'Aku tidak boleh asal berbicara, bisa saja dia tersinggung dan kelvan marah padaku karna menggagalkan proyek nya' gumam nya
"Baiklah" balas zio melanjutkan menulisnya
Kelvan menatap ansley dengan tatapan intimidasi,
Ansley yang memakai baju hitam panjang dan rambut terurai, ah ya ampun dia sangat cantik memakai apapun
...
...
"Kau lapar sayang?" tanya kelvan
"Tidak" jawab ansley singkat
"Ini berkasnya sudah aku tanda tangani, kau bisa mengecek nya" ucap zio menyerah kan berkas nya itu kepada kelvan,
"Mala, ambil ini dan check. beritahu aku apa kurang nya" Ucap kelvan
Mala mengambil berkas itu lalu membaca nya tak lama ia mengangguk,
"Ini sudah resmi tuan" jawab mala
"Baiklah, semoga kerja sama kita berjalan lancar." kata kelvan dengan mengulurkan tangan nya hendak menjabat tangan tersebut
Zio membalasnya
"Terima kasih banyak direktur daren"
"Sama sama direktur ken" jawab kelvan
"Nona, bisa kamu perkenal kan diri anda?" tanya zio yang melihat ansley hanya diam
"Ohh, boleh" ucap nya hendak menjabat tangan namun kelvan menepis tangan nya dengan tatapan tajam
"biar aku yang mewakilkan, sayang perkenalkan ini Zio direktur dari Perusahaan ken dari inggris. Dan Zio perkenalkan ini ansley, dia istriku" jawab kelvan
DEG...
Ansley?
Zio benar benar terkejut mendengar nama itu, pantas saja ia merasa dekat
"Boleh saya tau anda dari keluarga mana nona?" tanya zio
"Vale-.." ucap ansley hendak menjawab namun terpotong
"Jolicia ansley daren Alfaero" tukas kelvan
"Nama sebelum nya?" tanya zio lagi
"Kenapa kamu sangat bawel sekali, Kau hanya klien ku bukan bapak ku" kesal kelvan
"Maaf, kalau begitu saya pamit" tanpa berlama lama Zio pun meninggalkan tempat itu bersama gama
"Kenapa kamu memarahinya?" tanya ansley dengan kesal
"Kenapa kamu menatap nya?" ucap kelvan tak kalah kesal
"Hey aku bertanya kenapa kamu berbalik tanya?" protes ansley
"Ck, sudahlah" Kelvan pergi begitu saja, entah dia kesal sekali hari ini. banyak yang menatap istrinya dengan tatapan yang diartikan tertarik
'Seharusnya aku datang lebih awal dan menyuruh papa mu untuk tidak menikahi orang Rusia seperti mama Mu' gumam kelvan sembari berjalan mendahului mala dan ansley
Sesampainya di mobil pun Kelvan tak membuka suara,
Ansley pun tak mau menambah suasana yang rumit dan memilih diam menatap keluar jendela.
.
Bersambung...
(Silahkan beri like, vote dan Bintang di bawah, terimakasih telah mendukung karya utama dari author❤)