
Drt..
Drt..
Drt..
Kelvan terbangun setelah mendengar ponselnya berbunyi, dengan berat mata kelvan mengambil ponsel tersebut lalu mengangkatnya
"Halo" ucap nya dengan suara berat khas bangun tidur
"Halo sayang, kamu sudah bangun?" Tanya wanita di seberang sana
"Barusan, kenapa mama nelpon?"
"Ini, mama tadi malam mendapat kabar pertemuan mendadak, dan sekarang mama sudah ada di eropa bersama papa dan orang tua ansley juga"
Kelvan seketika terduduk dan membulatkan mata kaget
"APA?! Mama kenapa ga bilang sama kelvan?"
"Aduh sayang, kamu jangan teriak teriak dong. kuping mamaa sakit tau! yasuda mama bentar lagi ada pertemuan klien nemenin papa kamu. tolong jaga ansley ya nak jangan kamu sakitin terus!!"
"Kapan mama akan kemba-" ucap kelvan terpotong saat mendengar telpon mama nya terputus,
"Dia ini orang tua siapa si? kesal sekali!"
kelvan melihat sekeliling tidak tampak pujaan hatinya, lalu ia beranjak dan mencari keberadaan ansley namun lagi lagi kelvan tidak menemukan dimana gadis tersebut.
"Aku akan menelpon nya"
Kelvan mencari kontak istrinya yang tertulis dengan 'my wife' itu lalu menghubungi nomor tersebut
tut..
tut..
tut..
Berdering dan tak lama seseorang mengangkatnya dari seberang sana
"Halo dengan Ansley disini?"
"Dimana kamu?!"
"Ohh kelvan, aku baru aja pengen hubungin kamu tapi aku baru inget kalo ga nyimpen nomornya"
"Ansley, setega itu kamu meninggalkan suami mu hah?! Tidak bisakah menungguku bangun? Sekarang kamu dimana? jawab!"
"Kenapa harus marah marah si, aku di rumah baru yang kamu beli. gio yang mengantarku ke sini"
"Kamu bahkan lebih milih diantar asisten ku dibanding aku yang suami mu! apakah-" Ucapan kelvan terpotong karna ansley mematikan telfon nya
"Kenapa si hari ini? mama dan Ansley sama aja! harga diri gue sebagai Kepala rumah tangga bisa anjlok" Kelvan mendumel
Kelvan mengambil baju nya dan bergegas pergi kerumah baru tersebut untuk menyusul ansley,
sementara ansley jengah dengan kehadiran ular di depan nya, siapa lagi kalau bukan anya. entah dari mana dia tau tentang rumah ini dan apa tujuan nya kesini
apakah kelvan yang memberitahunya?
namun ansley tidak memperdulikan nya dengan lebih memilih fokus pada kue yang ia buat untuk kelvan,
"Rumah nya nyaman ya" ucap anya sambil tersenyum ke arah ansley
"Hmm,," Jawab ansley singkat
"Wanita miskin kayak nya ga bisa masuk sini deh" Lagi lagi Anya berkata dengan nada yang menyindir
"Ya benar! wanita miskin tidak boleh masuk kesini jika dia tidak berpendidikan, namun masih ada aja ya orang yang ga tau malu" Balas ansley dengan senyum sinis
"Apa kau menyindir ku?" Jawab anya was was
"Apakah aku terlihat seperti menyindir mu? Atau memang kamu yang merasa itu benar?"
ansley membalas celaan demi celaan yang anya berikan padanya. Ansley tau bahwa anya saat ini tidak mengetahui identitas nya karna dia datang ke pernikahan saat semuanya sudah sah
Sedangkan kelvan yang sudah sampai di rumah barunya segera masuk
...
...
*Visual rumah baru kelvan dan ansley
Kelvan terkejut dengan apa yang ada di hadapan nya, bukan sosok ansley yang ia temui tapi Anya yang sedang duduk do sofa serasa tuan rumah.
"Anya? kenapa lo disini?" Tanya kelvan bingung
"Aku dapet kabar kamu punya rumah baru makanya aku mau main hehe" jawab anya sembari senyum manis berlagak polos depan kelvan
Ansley hanya melihat sekilas pada kelvan dan anya lalu mengabaikan mereka, kelvan yang sadar akan kehadiran sosok yang ia rindukan itu pun langsung menyusulnya kedalam
sementara anya kesal dengan kepergian kelvan yang terlihat mengabaikan nya
"Sayang, kenapa kamu kesini duluan tanpa nunggu aku?" Kelvan melihat ansley yang sedang menyiapkan peralatan makan pun sembari mengikutinya
"Ga papa cuma kesini pengen-" Ucap ansley terpotong dengan kehadiran anya
"Kelvan, makan yuk. Ayo ansley makan bareng" Ajak nya dengan tidak tau malu
Kelvan yang duduk pun terlihat bingung dengan kedua wanita di depan nya
"Ansley, aku udah ngelakuin semua hal yang kamu minta! kenapa kamu ga bolehin aku duduk mencicipi masakan ku sendiri?" Jawab anya dengan raut wajah yang cemberut tampak kecewa
Ansley pun jengah dengan nya,
Apa itu? masakan ku di akui sebagai masakan nya?
Ansley meletak kan kue yang sudah ia buat untuk kelvan di atas meja.
lalu Anya mengambil kue itu dan memberi kannya kepada kelvan,
"Nahh ini yang mau aku tunjukin ke kamu! Kue ini udah aku buat susah payah tau! kamu harus coba" ucap nya sembari tersenyum
Kelvan masih menatap bingung
"Sayang? kamu ga bisa masak?"
"Tentu saja-" balas ansley yang lagi lagi dipotong oleh anya
"Tidak, aku yang masak semua" ucap nya tersenyum
"Benarkah? coba sebutkan apa nama makanan ini" Ansley yang sudah muak pun bertanya pada anya dengan menunjuk kue yang sudah ia buat untuk kelvan
Dan benar saja, anya terlihat bingung dan gugup tapi tertutup dengan wajah tak tau malunya.
"i-ini namanya Cocholate caramel cake" jawab nya dengan melihat perpaduan makanan tersebut
Ansley nampak pura pura terkejud dengan jawaban anya, kelvan yang bingung pun kini masih menatap kepada kedua gadis di depannya
"Wahh, kamu hebat sekali anya! Dari mana kue ini berasal?" Tanya ansley lagi memojok kan anya yang sudah kehabisan kata kata
"Kenapa kamu diam? dari mana kue ini berasal?" Tanya ansley lagi memastikan
"S-Surabaya" jawab nya asal
"Kenapa kalian ribut sih? apa yang kalian ributkan? Dan sebenarnya ini makanan buatan siapa?" Kelvan yang sudah sangat kesal dengan perdebatan tersebut akhirnya membuka suara
"Itu aku yang buat kelvan! Beneran" Balas anya memastikan kalau itu buatan dirinya
Ansley pun menggubrak meja lalu berdiri menatap anya tajam
"Heh jal*ng! lo tau ga si kehadiran lo ini ngerusak mood makan gue? Gue gada nafsu sama sekali sekarang!! Lo punya malu ga? ini rumah tangga yang udah terbangun tapi dengan ga tau malu nya lo tiba tiba dateng kaya pelakor seenaknya, Cute girl didepan kelvan tapi lo nunjukin sisi jal*ng lo di depan gue!"
Ansley mengeluarkan unek unek nya, kelvan yang mendengar itu segera menampar ansley
Plakh..
Ansley terkejut dengan memegang wajah nya yang merah,
"Maksud lo apaan si ley ngatain sahabat gue jal*ng, hah?!! dia datang karena dia cumaa mau tau keadaan kita! lo semakin lama semakin kurang ajar ya!!" bentak kelvan
Anya yang memerhatikan pertengkaran itu pun tersenyum puas, namun ia tutupi seakan akan ia takut
"Kelvan udah, apa yang kamu lakuin? jangan jahatin dia. bagaimana pun dia istri kamu, gk papa aku dihina, itu emang pantes buat aku"
ucap nya sambil menangis buaya
Bukannya nangis justru ansley berjalan kearah anya lalu
Plak..
Sebuah tamparan keras membuat rahangnya berdarah, Anya meringis kesakitan
"Sakit? Ya! itu yang lagi gue rasain sekarang. anggep aja itu tamparan yang tepat karna yang seharusnya ditampar itu lo bukan gue!!"
Ucap nya masih tegar,
Ansley menatap kelvan tajam
"Dan lo, apa janji lo sama papa gue di pernikahan? lo bakal dpet hukuman yang setimpal karna udah brani kdrt sama gue!
Ckck baj*ngan dan jal*ng omg, kalian sangat cocok! kenapa tidak menikahi wanita sandiwara ini saja? Dia pandai memasak lho, sampai 'Meruingue' ku di bilang chocolate caramel cake. gue susah payah mempelajarinya dari Swiss tapi dia bilang ini dari Surabaya,,
haha kampungan!"
Ansley menekan kan setiap perkataan nya dengan muak ia pergi meninggalkan kelvan dan ansley yang masih terdiam.
"Kelvan maaf, aku ga termasuk kaya gini. aku cuma.." ucapan nya terhenti dan dilanjutkan oleh kelvan
"Pulang lah, gue ga mau marah sama lo karna lo sahabat gue. tapi jangan mentang mentang lo deket sama gue itu bisa bikin gue suka sama lo, ga akan pernah" Kelvan berjalan meninggalkan anya
'Ini semua karena ansley! wanita miskin itu'
.
Bersambung...
.
.
.
(berikan like, Bintang dan vote jangan lupa. terimakasih telah mendukung karya ini)
thx for readingā¤