
Yamamoto membacanya terlebih dahulu pesan yang dikirimkan oleh Frantz. Isi pesannya sudah seperti yang ia duga. Sebuah misi baru yang akan segera dilaksanakan.
"Aku mendapat kabar buruk dan kabar baik dari Yang Mulia.
Kabar buruknya adalah kita akan segera melakukan misi berikutnya. Dan kabar baiknya adalah prajurit yang ingin beristirahat di perbolehkan untuk berisitirahat setelah kita mengisi ulang persedian."
Kabar itu membuat semua orang ang mendengarnya bertanya-tanya. Kenapa harus Armada 1 yang melakukan misi berikutnya. Mereka tidak tau kalau armada 2 dan 3 sudah diutus untuk misi yang berbeda.
Armada dua memiliki misi untuk menjaga pulau X dari serangan dari luar. Sedangkan armada 3 sedang dalam perjalan melakukan pengintaian dan penyamaran.
"Apa ada pertanyaan?"
[Bagaimana armada ke dua dan ke tiga pak?]
"Aku sendiri tidak tau, tapi Yang Mulia pasti memiliki alasan memilih kita. Bukankah itu bagus kalau kalian di percayakan sebauh misi oleh Yang Mulia?"
Semuanya pun hnaya bisa terdiam. Mereka bingung antara bahagia dan tidak.
"Baiklah... Begini saja, kalian mendata diri kalian yang ingin berisitirahat. Jika melebihi 25% maka aku akan meminta penundaan misi pada Yang Mulia."
[[[Terima kasih pak!!!]]]
"Oke kalian bubar dan bersenang-senanglah."
Kemudian mereka saling memberikan hormat, lalu layar satu per satu mati.
***
Kerajaan Starkt telah membuat rencana untuk melakukan pengintaian di sekitar hutan kematian. Karena hutan tersebut telah memberikan ancaman yang cukup besar kepada warga sekitar.
Menurut pengakuan para warga, sudah banyak monster yang terlihat di sekitar hutan itu. Jika hanya goblin dan wolf itu sudah biasa, tapi kali ini warga sudah sering melihat orc dan monster dengan tingkat yang lebih tinggi.
Gubernur kota Fayden sedang berlari terburu-buru menuju Guild pemburu. Di dunia ini ada 5 guild yang berdiri.
Pertama adalah guild pemburu, sebuah guild yang seperti namanya mereka melakukan perburuan dan menjual hasil buruannya.
Kedua adalah guild petualang, sebuah guild yang memiliki banyak reputasi besar. Mereka menerima misi apapun selain pembunuhan. Mulai dari mengintai, memburu, mengantar dan memberikan bantuan.
Ketiga adalah guild pedagang, ya guild yang isinya orang-orang licik dan penuh tipuan. Mereka menjual dan membeli barang maupun kebutuhan. Jika ada pedagang yang tidak bergabung sudah pasti akan kena kesialan yang disebabkan guild pedagang.
Keempat adalah guild transportasi dan penjinak. Sebuah guild yang tidak terlalu berkembang tapi sangat penting di dunia.
Terakhir adalah guild assassin, seperti namanya mereka melakukan pekerjaan apaapun hanya untuk uang dan mereka adalah guild ilegal tapi banyak kerajaan yang menggunakan mereka untuk melakukan spionase, pembunuhan ataupun penculikan. Setiap anggota dari guild assassin memiliki harga mereka masing-masing temasuk kepala mereka yang bisa dijual ke pemerintahan.
Kembali lagi ke topik utama, kota Fayden adalah kota terdepan milik Kerajaan Starkt yang langsung berhadapan dengan hutan kematian.
Setelah samapi di depan guild petualang, gubernur itu langsung menerobos masuk. Ia mengabaikan semua pandangan padanya dan langsung menuju lantai 3.
Lantai 3 adalah tempat diaman ruang rapat berlangsung. Ruang rapat itu dihadiri banyak tokoh besar dari kota itu dan beberapa perwakilan desa-desa yang sudah hancur.
"Maaf... Aku terlamabat..."
Ucap gubernur itu dan terengah-engah.
"Kau sangat terlambat, kami sudah menunggumu dari tadi."
"Yo, Kain... Seperti ada sesuatu yang bermasalah terjadi."
Gubernur itu bernama Kain De Fayden. Gubernur yang mementingkan rakyat dan keluarganya daripada dirinya sendiri.
"Ya sepertinya kita harus cepat. Baru saja ada yang melaporkan kalau warga dari desa Ledge menemukan potongan tubuh naga."
"!!!"
Sudah pasti semuanya akan terkejut, naga merupakan ancaman terbesar semua ras. Selain memiliki tubuh dan serangan yang kuat. Naga juga memiliki pertahanan yang sangat sulit untuk di tembus.
Untuk melawan naga diperlukan kekuatan dewa atau kekuatan dari naga lainnya.
"Kain! Apa kau serius!"
"Bawa masuk barangnya."
Kain pun duduk tanapa mempedulikan ketegangan yang sedang terjadi. Karena dia sendiri sudah sangat kebingungan.
Beberapa saat kemudian beberapa prajurit masuk dengan membawa sebuah lengan naga yang cukup besar.
"Hoi-hoi apa-apaan itu!"
"N-naga merah..."
"Apakah itu perbuatan naga hitam!?"
Semua orang langsung panik seketika. Mereka tidak menyangka akan melihat tangan naga merah yang sudah terpotong.
"Count Raeburn tiba!"
Raeburn penguasa wilayah selatan hingga ke hutan kematian tiba dengan wajah lelahnya. Gubernur dan penguasa wilayah berbeda, bisa dibilang Fayden adalah bawahan Raebutn.
"Sudah cukup, bantuan kerajaan akan tiba dalam beberapa hari."
"Tidak mungkin! Kita tidak akan bisa hidup sampai malam ini."
"Ya serangan monster terus berdatangan, tapi tidak ada cara lain selain mempertahankan kota ini, benteng ini."
Ketua guild pedagang sudah sangat ketakutan. Bahkan keringatnya sudah membanjiri tubuh gemuknya. Berbeda dengan Raeburn yang berusaha untuk tetap tenang.
"Aku akan pergi! Aku tidak ingin mati disini."
"Jika kau meninggalkan tempat ini, sebaiknya kau juga meninggalkan gudangmu dan barangmu. Kami memerlukan itu."
"K-kau sialan!"
Ya bagi pedagang licik sepertinya, harta adalah segalanya.
"Apa kau bercanda denganku! Aku akan mengirimkan beberapa orang untuk mengawasimu. Jika kau ingin pergi dari kota ini kau tidak boleh membawa apapun selain keluargamu dan kereta kuda."
"Bodo amat, nyawaku adalah yang terpenting. Semoga kalian beruntung hahahaha."
Ketua guild pedagang pun pergi dengan terburu-buru. Ruang rapat pun berkurang satu orang.
"Aku akan mengumpulkan para petualang yang masih bisa bertarung."
"Kalau begitu aku akan meminta para pemburu untuk mengintai."
"Kami akan melakukan semampu kami untuk membantu kalian. lagipula kota ini adalah kota dimana aku dibesarkan."
Ketiga ketua guild langsung mengerti apa yang perlu mereka lakukan.
"Terima kasih, semoga tuhan memberkati kalian. Kalian bisa melakukan tugas kalian sekarang."
Setelah itu para ketua guild pun keluar ruangan. Sehingga meninggalkan beberapa orang di dalam termasuk Raeburn dan Fayden.
"Kain, ini adalah kotamu dan aku serahkan administrasi padamu. Usahakan untuk terus meminta bantuan dengan kota yang lain dan ibukota. Aku akan memimpin para prajurit bersama beberapa kapten."
"Akan segera saya laksanakan."
"Yang lain aku ingin kalian masuk ke mansian milikku yang ada di pusat kota. Disana ada tempat perlindungan bawah tanah yang terhubung dengan goa di utara.
Tolong utamakan lansia, wanita dan anak-anak."
"Baik pak, terima kasih..."
Balas salah satu perwakilan warga menahan air matanya.
"Oke semuanya kita bubar. Masih ada beberapa jam sebelum serangan berikutnya tiba. Persiapkan diri kalian."
"Baik pak!"
Jawab semua orang menanggapi perintah Raeburn. Lalu mereka semua keluar dan meninggalkan Raeburn seorang diri.
'Semoga tuhan memberkati kita semua. Benteng Bartham sudah tidak bisa dipertahankan, kota ini adalah pertahanan terakhir.'
Benteng Bartham sudah tidak bisa dipertahankan karena tembok pertahanan disana sudah ditembus. Sehingga membuat semua pasukan Raeburn mundur ke kota Fayden.