
Semua orang sudah berkumpul di dek kapal Gerald R Ford. Yamamoto duduk berlawanan dengan Raja Triden.
Dari pihak Rogne Forte ada Jenderal Yamamoto, Kapten kapal Bismarck Erns, dan Kapten kapal persediaan Anthony. Sedangkan dari pihak Kerajaan Seadom ada Raja Triden, Jenderal Trent, Pendeta wanita Nell, penanggung jawab harta kerajaan Chesney, dan perwakilan para petinggi Balkan.
Situasinya menjadi sangat serius, tidak ada yang berani berbicara.
"Maaf sepertinya kalian tersinggung dengan beberapa alasan."
"T-tidak, justru kamilah yang harus meminta maaf telah membuat Anda menunggu."
"Hahaha tidak masalah. Walaupun aku ingin menghancurkan kerajaan Seadom, Pemimpin kami tidak akan mengizinkan kami."
Raja Triden seketika bergetar dan merasakan takut yang luar biasa. Begitu juga dengan Jenderal dan orang-orang dari Kerajaan Seadom.
Hanya pendeta wanita Nell saja yang benar-benar tidak terlihat gemetar ataupun takut. Bukan karena pendeta itu tidak takut, melainkan karena pendeta itu memiliki perlindungan Leviathan sang penguasa lautan.
"T-tuan Yamamoto tolong jangan bercanda..."
"Apa menurutmu aku bercanda? Kau tau aku menunggu disini semalaman, beberapa tentaraku masih kelelahan karena belum istirahat! Apa kau kira aku bercanda dengan keinginan besarku menghancurkan kalian!"
Yamamoto memukul meja yang ada di depannya. Ia terlihat sangat murka karena perkataan Balkan.
Balkan adalah seorang pria yang bisa disebut bajingan, ia selalu menggunakan kekuasaan untuk melakukan hal buruk. Walaupun begitu pria itu sangat hebat dalam berdagang dan sangat dikenal di wilayah daratan. Itulah sebabnya Raja Triden tidak bisa membuang atau mengasingkan Balkan. Kalau Balkan diusir dari Kerajaan Seadom, Balkan pasti akan dendam dan membayar para manusia untuk menyerang Seadom.
"Jenderal tenanglah, ini juga kesalahan kita karena kurang persiapan."
"Ya kau benar ini juga kelalaianku dalam memimpin."
Kapten Erns menahan Yamamoto dan memintanya untuk kembali duduk.
Raja Triden kembali tenang, ia tidak menyangka dirinya akan sangat terintimidasi oleh manusia. Dirinya sangat percaya diri bisa menahan intimidasi dari musuhnya, tapi ia tidak menyangka kalau aura intimidasi Yamamoto sangat besar.
Raja Triden seakan melihat iblis peperangan di belakang Yamamoto. Sekarang ia percaya kalau Yamamoto adalah seseorang yang telah melalui pertempuran hebat dan tidak bisa disinggung.
"Maafkan atas ego kami yang tinggi, mari kita lanjutkan."
"Y-ya silahkan."
"Seperti yang engkau tau, negara kami mulai memakai lautan untuk kebutuhan. Sebelumnya kami hanya ingin menggunakan lautan untuk kebutuhan biasa dan tidak ingin menyinggung orang lain. "
Karena Yamamoto saat ini sedang kesal jadi Kapten Erns lah yang memimpin pembicaraan.
"Ini laporan yang kami terima dari beberapa kapal patroli kami."
Kapten Erns menyerahkan dokumen kerusakan dan kerugian yang terjadi pada saat Base masih baru berjalan. Dokumen itu diterima oleh Jenderal Trent dan ia mulai membukanya, lalu melihatnya satu persatu.
Isi dokumen itu adalah keterangan jenis kapal, waktu diserang, dan kerugian yang diterima. Ada juga gambar kapal pada yang diserang pada dokumen itu. Selain gambar kapal ada juga gambar korban yang terkena serangan.
"Yang Mulia lihat ini..."
Trent menunjukkan salah satu berkas pada Raja Triden.
"!?"
"Kapal ini mirip dengan kapal yang ada disana."
"Kau benar."
"Lalu lihat ini."
Trent menunjukkan gambar beberapa manusia yang terluka.
"Ini... Sihir?"
"Ya ini sudah pasti sihir Yang Mulia."
"Sial..."
Mereka berdua semakin takut dan tidak berani untuk berkomentar jika Yamamoto menggunakan serangan itu sebagai bahan negosiasi.
"Apa kalian sudah selesai?"
"Kapten Erns, biarkan mereka lebih lama lagi."
"T-tidak apa-apa Tuan Yamamoto. Saya juga sudah selesai melihat laporan ini."
"Tenang saja, kami tidak akan menyerang kalian. Setidaknya untuk saat ini."
Pihak dari Kerajaan Seadom hanya tersenyum masa mendengarnya.
"Hey aku sungguh tidak akan menyerang kalian saat ini. Raja kami tidak menginginkan peperangan, jadi dia belum tau adanya korban dari serangan kalian."
"Bagaimana kalau dirinya tau akan hal ini?"
"Bukankah itu sudah pasti?"
"M-maksud Anda?"
"Perang."
"!!!"
"!!!"
"Sialan! Kalian hanya manusia rendahan, beraninya menentang kami!
Kami ras manusia ikan adalah yang terkuat di lautan. Kami adalah ras unggulan yang bisa berenang dalam laut. Kalian manusia rendahan beraninya menentang kami. "
Balkan berdiri dan marah-marah tidak jelas, ia terus mengucapkan kelebihan ras mereka. Raja Triden dan Trent tidak sempat menghentikan Balkan.
"Balkan!"
"Hei Trent apa kegagahanmu hanya sampai disitu. Kau bahkan sudah tidak berani melawan manusia rendahan seperti mereka!
Aku tau mereka memang punya senjata dan kapal yang kuat, tapi di lautan ini kitalah yang berkuasa. Lihat! Ikan Megca yang kita miliki."
"Balkan tenanglah."
"Yang Mulia, kita adalah ras unggulan. Kita pasti menang melawan ras rendahan seperti mereka. Raja Agung? Cih, paling dia cuman pengecut yang cuma bisa bersembunyi di belakang bawahannya. Jika aku ketemu dia aku akan mem..."
Tanpa pikir panjang Trent langsung memenggal kepala Balkan menggunakan sihir air. Pikir Trent masa bodo dengan pasukan, kekayaan dan kedudukan Balkan di dunia. Saat ini ia sudah menyinggung orang yang terlalu kuat, semua warga Seadom juga pasti setuju.
Yamamoto mengangkat tangan kirinya menandakan prajuritnya untuk berhenti. Yamamoto tahu kalau banyak tentaranya yang siap menekan pelatuk senjata mereka.
Sekali ada yang menembak pasti yang lainnya akan ikut menembak.
Seorang tentara dengan sigap membersihkan darah yang ada di meja dengan lap. Sedangkan mayat Balkan dibawa dengan tandu dan darah yang ada di lantai dibersihkan oleh beberapa tentara.
Setelah beberapa menit, pembersihan pun selesai. Selama pembersihan semua orang yang berada di meja negosiasi membisu. Hanya terdengar suara kertas yang dibaca oleh Trent.
Menurut Trent ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan informasi tentang kapal milik Kerajaan Rogne Forte. Sebuah kemajuan teknologi yang dimiliki oleh Rogne Forte tidak bisa dibayangkan olehnya. Bahkan kertas yang ia pegang sangat lah bagus dan putih bersih. Tidak seperti kertas yang biasa ia gunakan, kertas yang biasa ia pakai memiliki tekstur yang kasar, berwarna coklat dan cukup tebal sehingga sulit untuk digunakan.
'Jika menggunakan kertas ini dan pena hitam ini, aku pasti tidak akan kerepotan di kantorku. Selain tulisan yang terlihat sangat jelas kertas ini juga mudah dikumpulkan.'
Pikir Trent yang membaca dokumen namun tetap mengelus kertas yang ada di tangannya.
"Bisakah kita lanjutkan?"
"Tentu, tuan Yamamoto. Maaf atas kekasaran bawahan saya."
"Tidak perlu dipikirkan, sekarang ia sudah mati jadi tidak perlu di perburuk lagi. Kita langsung ke intinya saja."
"B-baik Tuan."
Setelah itu Kapten Anthony mengeluarkan berkas yang berisi perincian negosiasi dan kali ini yang menerima berkas itu adalah pendeta wanita.
Pendeta itu membacanya dengan teliti dan melaporkan kepada Raja nya.
"Yang Mulia, di perjanjian ini tidak ada kerugian sedikitpun bagi kita."
"Bukankah itu bagus?"
"Ya ini terlalu bagus, sehingga aku sedikit mencurigainya."
Triden mengangguk dua kali mendengar jawaban Nell. Lalu ia membaca isi perjanjian tersebut. Hampir semua poin seperti perjanjian perdamaian yang biasa ia dapatkan. Hanya ada sedikit perbedaan...
" Tuan Yamamoto, di sini dituliskan. Pihak kami dan pihak Anda akan berdamai secara adil dan tidak mempedulikan ras. Lalu Pihak kami juga bisa berkunjung ke pihak Anda tanpa ada masalah dari perbedaan Ras begitu juga sebaliknya?"
"Ya, itu mungkin sulit untuk kita buat menjadi kenyataan. Tapi Raja kami sangat sulit ditebak, walaupun sifatnya naif, sampai sekarang ia sudah memimpin Kerajaan kami menjadi lebih baik."
"Aku mengerti, setelah perjanjian ini dibuat aku akan meminta wargaku untuk membiasakan diri mereka dengan manusia. Lalu di bagian ini, bisa Anda menjelaskankannya? "
"Ah itu seperti yang kalian tau. Kalian akan membuat tempat wisata yang bisa kami kunjungi. Kalian pasti memiliki alat agar manusia bisa bernafas dan menahan tekanan laut kan? Jika kalian membangun tempat wisata maka warga dari Kerajaan kami akan berkunjung kesana untuk melihat keindahan Kerajaanmu. Tentu saja semua warga kalian juga bebas berkunjung di kerajaan kami. "
" Lalu bagaimana dengan peraturannya?"
Kali ini yang bertanya adalah Trent, ia sebagai pemimpin prajurit berhak bertanya itu karena hal itu berkaitan dengan keamanan Kerajaan.
" Mudah saja, jika wargaku melanggar peraturan kerajaan kalian atau menyebabkan masalah. Kalian bisa menangkapnya dan mengirimkan orang itu kepada kerajaan kami. Warga kalian juga akan kami perlakuan seperti itu, jadi biarlah hukum kerajaan kita masing-masing yang menghukum dia. "
"Aku mengerti."
"Oh ya jika perjanjian ini tercapai kita akan membangun gedung kedutaan. Sebut saja gedung perhubungan jadi gedung itu akan membuat kita saling terhubung dan melaporkan jika ada masalah.
Kalian bisa memikirkannya lagi, walaupun perdamaian ini tidak terwujud kami tetap tidak akan menyerang kalian sebelum kalian yang memulainya. "
"Baiklah, aku akan berbicara dengan lainnya."
"Kami akan menunggu keputusan kalian. Hubungi salah satu prajuritku jika kalian sudah memutuskan."
"Terima kasih Tuan Yamamoto. Bagaimana dengan semua dokumen ini. "
"Kalian bisa memilikinya untuk bahan pertimbangan."
Semua orang pun berdiri dan bersalaman. Lalu mereka berpisah, Raja Triden dan Yang lainnnya kembali ke tempat yang disediakan bersama para manusia ikan yang ada disana.