
Setelah satu jam menunggu akhirnya seorang prajurit menghampiri Admiral Yamamoto.
"Pak, mereka sudah memutuskannya."
Yamamoto hanya tersenyum menanggapi prajurit itu.
"Terima kasih, kau kembalilah bertugas."
"Baik pak!"
Prajurit itu pun keluar setelah memberikan hormat pada Yamamoto.
"Erns, Anthony. Kita kesana sekarang."
Mereka mengangguk dan mengikuti Yamamoto. Mereka semua menuju ke dek hangar. Disana adalah lokasi pertemuan berikutnya, karena di dek penerbangan sudah mulai panas dengan terik matahari.
Tak berapa lama mereka pun sampai disana, dan melihat orang-orang dari Kerajaan Seadom sudah berkumpul dan sudah siap. Yamamoto dan yang lainnya menghampiri mereka.
Raja Triden, Pendeta wanita Nell dan Jenderal Trent sudah berada di kursinya. Yamamoto duduk berhadapan dengan Raja Triden, Kapten Erns dengan Jenderal Trent dan Pendeta wanita Nell dengan Kapten Anthony.
Mereka berkumpul di tempat yang sudah disiapkan, lebih tepatnya mereka berkumpul di atas elevator pesawat.
Jika kalian bertanya kenapa tidak di tengah dek, itu karena Yamamoto yang menyusunnya. Ia merencanakan untuk menunjukkan kekuatan kapal setelah perjanjian di tanda tangani.
"Baiklah tuan-tuan, ini sudah waktunya kita membukat keputusan bersama. Jadi apa jawaban Anda, raja dari Kerajaan Seadom, Triden? "
"Kami Kerajaan Seadom memutuskan untuk bertanda tangan, namun kami menolak perjanjian nomor 7 dan meminta pihak Anda untuk mengerti."
Yamamoto tertegun mendengar keputusan Raja Triden. Ia tidak menyangka akan ada persyaratan yang diajukan oleh Raja Triden.
Bagaima pun juga itu adalah hal yang normal, poin nomor 7 pada perjanjian itu adalah tentang pembangunan Base militer pada masing-masing kerajaan. Tentu saja mereka akan menolaknya, karena mereka tidak ingin militer asing berada di daerah kekuasaan mereka.
Itu sama saja dengan tetangga kita yang membawa golok datang ke rumah kita dan menganggap kebun milik kita adalah miliknya. Pasti kalian akan marah kan?
"Aku mengerti, itu pasti akan menyebabkan masalah juga dimasa depan. Mari kita coret poin nomor 7 itu."
"Terima kasih Tuan Yamamoto."
Yamamoto dan Raja Triden mencoret nomor 7 bersamaan. Tentu saja disaat mereka mencoret ada prajurit yang memfoto mereka. Ada juga yang merekamnya dan itu untuk dokumentasi negara.
"Apa ada lagi yang ingin diubah?"
"Tidak ada."
"Kalau begitu kita akan menanda tangani ini."
"Ya."
Mereka berdua pun melanjutkannya dengan tanda tangan, lalu memberikan setetes darah pada surat perjanjian itu. Ada dua kertas yang ditandai tangani oleh mereka.
Setelah selesai menandatangani itu Yamamoto dan Raja Triden bersalaman.
Semua orang yang melihat itu sontak berteriak dan bersorak gembira. Bertepuk dan bersiul bahkan berjabat tangan dengan hati senang.
Elevator pun tiba-tiba bergerak ke atas, sudah tidak ada yang terkejut lagi karena para manusia ikan itu sudah mengalami keterkejutannya saat elevator turun.
Setelah mereka sampai di dek penerbangan suara drumben terdengar. Yamamoto mengambil radio yang dihubungkan dengan pengeras suara dan di buat menjadi saluran nasional.
"Mulai hari ini, Negara Rogne Forte dengan Kerajaan Seadom akan menjadi teman dan saling membantu dalam kesulitan. Walaupun sebelumnya kita mengalami perselisihan, mulai hari ini tanpa mempedulikan ras dan kepercayaan, kita semua adalah saudara!"
Semua orang yang mendengarnya pun senang, mulai dari pulau langit yang mengadakan festival, lalu kota di Pulau X yang juga merasa senang dengan keberhasilan menggapai perdamaian pertama. Pasukan di garis depan hutan yang penuh monster, walaupun mereka masih memperbaiki Base dan mengurus korban, mereka semua senang dengan terwujudnya perdamaian pertama.
Sampai di pulau kecil tempat Frantz beristirahat... Frantz hanya tersenyum lalu melihat ke langit dan membayangkan hidupnya yang damai dengan Alice di masa depan jika tidak ada peperangan.
Kembali ke armada 1 mereka mengadakan upacara di atas kapal Gerald R Ford. Persingkat waktu, setelah upacara selesai Kapten Erns berteriak.
'Blank Shell, elevation 30 degrees! Fire!'
Setelah balasan radio itu, terdengar dentuman keras yang bisa merusak pendengaran. Suara tersebut berasal dari 4 kubah meriam utama milik kapal Bismarck.
Suara dentuman itu terus terdengar hingga dentuman ke 21. Setelah suara dentuman berakhir, ada 5 buah pesawat jet melewati armada 1. Lalu kelima pesawat itu melakukan aksi akrobatik di udara.
Pemandangan dan kehebatan yang disaksikan oleh orang-orang dari Kerajaan Seadom, membuat mereka terpukau dan bersyukur mereka memilih keputusan yang tepat.
Semua pertunjukan dan hiburan ditunjukkan oleh kerajaan Rogne Forte. Yamamoto membuat kebebasan pada tentaranya untuk ikut bergabung merayakan festival di kapal bersama orang dari Seadom.
Karena kebebasan itu, mereka pun minum bir bersama dan bermain bersama. Seperti meluncurkan bola rugbi dengan peluncur pesawat, bermain tenis dan melakukan hal menyenangkan di atas pesawat.
Orang-orang Seadom juga melihat cara pesawat mendarat di kapal. Mereka menyebutnya burung besi.
Yamamoto dan Raja Triden saat ini sedang menyaksikan semua orang yang sedang bersenang-senang di dek dari anjungan kapal.
"Alangkah bagusnya jika keinginan kita tercapai."
"Ya, saya setuju. Ada banyak ras manusia ikan yang membenci manusia. Saya sendiri tidak tau apakah kedamaian ini akan terwujud."
"Aku mengerti. Itu memang kesombongan ras manusia yang menyebabkan banyak ras membenci mereka. Manusia selalu memperbudak ras lainnya dan menganggap ras mereka adalah yang terunggul.
Tidak aneh jika kalian membenci manusia. Tapi negara kami, melarang keras perbudakan. Jadi aku harap kedamaian yang kita inginkan akan terwujud."
Mereka kembali memperhatikan dek yang penuh dengan kebahagiaan.
"Pak! Anda menerima panggilan video dari Yang Mulia!"
Seorang prajurit komunikasi tiba-tiba saja berteriak. Yamamoto dan petinggi lainnya terkejut dan langsung merapihkan pakaian mereka.
Raja Triden bingung dengan orang-orang terlihat panik seperti akan diserang musuh.
"Ano, tuan Yamamoto apa ada masalah?"
"Yang Mulia Frantz... Pemimpin kami, Raja dari Kerajaan Rogne Forte telah memanggil kami."
Raja Triden hanya memasang wajah senyum masam. Ia tidak tau harus melakukan apa. Apakah perlu merapihkan semuanya dan mempersiapkan semuanya hanya untuk menemuinya di panggilan?
"Sambungkan segera."
"Baik pak!"
Kaca tengah di anjungan kapal berubah menjadi monitor besar. Monitor itu menampilkan lambang Rogne Forte berupa sayap yang berlawanan. Beberapa saat kemudian monitor itu menampilkan wajah Frantz hingga dadanya. Ia berpakaian militer angkatan laut yang berwarna putih bersih dengan kancing dan rantai emas pada bajunya.
"Attention!"
Yamamoto memberikan aba-aba yang membuat semua kru dan petinggi berdiri tegak.
'Santai saja, kembalilah bekerja untuk yang sedang bertugas.'
Mendengar itu kru anjungan kembali ke posisi mereka masing-masing.
'Apa kabar Yamamoto? Apa semua baik-baik saja?'
"Ya disini baik-baik saja tanpa mengalami sedikitpun kerugian."
'Bagus kalau begitu. Lalu apa orang yang disebelahmu itu Raja Triden? Terlihat lebih muda dari perkiraanku, aku kira ia seorang kakek tua seperti Neptunus. '
Raja Triden terkejut mendengar itu, sebelumnya ia juga terkejut dengan penampilan Frantz yang masih sangat muda sekitar 20-an. Selain muda ia juga mengenal sosok raja pertama Kerajaan Seadom yaitu Neptunus.
Apakah Raja Rogne Forte lebih tua dari kelihatannya? Triden masuk ke dalam lamunannya.
Walaupun Neptunus yang dikira Frantz adalah seorang karakter dari film animasi yang tokoh utamanya memiliki rumah nanas di dasar laut. Tapi mana mungkin Raja Triden mengetahui itu.