
Frantz dan Triden saling tatap muka, walaupun tidak secara langsung. Mereka berdua sama-sama sedang menilai lawannya.
"Tidak perlu serius Raja Triden, perkenalkan namaku Frantz. Juga sebagai pemimpin dari Negara... Hmmm, kau mungkin menyebutnya sebagai Kerajaan Rogne Forte."
Frantz memperkenalkan dirinya lalu tersenyum. Frantz hanya tersenyum normal, tapi yang dilihat Raja Triden tidaklah senyuman normal. Bagi Raja Triden senyuman biasa milik Frantz terasa seperti ancaman untuknya.
Wajah Frantz yang selalu serius dan dingin, lalu tersenyum sudah pasti membuat semua orang terkejut.
'Yang Mulia, pasti masih marah...' Itulah yang ada di pikiran semua kru yang melihat Frantz tersenyum. Sedangkan dipikirkan Yamamoto, Ia' sedang merencanakan sesuatu lagi'.
Semua orang sepertinya menangkap sebuah kesalahpahaman. walaupun begitu Frantz tidak ta apa yang sebenarnya terjadi disana.
"Halo, apa suaraku tidak ada?"
Frantz merasa semua orang menjadi kaku dan tidak ada yang menjawabnya.
"Suara Anda terdengar sangat jelas Yang Mulia."
"Bagus kalau begitu, apa orang-orang dari Kerajaan Seadom memiliki bahasa yang berbeda? Kenapa mereka tidak memperkenalkan dirinya?"
"Bahasa mereka memang sedikit berbeda. Tapi beberapa orang darisana mengerti bahasa umum. Tolong tunggu sebentar Yang Mulia."
"Baik lah... Bicarakan dulu kepada mereka kalau aku hanya ingin berkenalan. Aku ingin meminta kopi dulu."
"Baik, terima kasih Yang Mulia."
Frantz pergi meninggalkan kursinya.
Melihat Frantz sudah pergi Yamamoto langsung menghadap Triden.
"Matikan suara dari kita dan pindahkan saluran ke ruang rapat. Juga beritahu para petinggi semua kapal di atas pangkat Letnan untuk segera ke ruang rapat masing-masing. "
"Baik pak."
Panggilan video telah di mute. Jadi segala kebisingan yang terjadi di anjungan tidak akan terdengar ke telinga Frantz.
"Tuan Triden dan yang lainnya tolong ikuti saya."
"T-tentu."
Raja Triden telah mengeluarkan banyak keringat. Ia sama sekali tidak tau apa yang terjadi, tapi ia merasakan sesuatu yang sangat mengerikan saat melihat Frantz.
Dilihat dari mata Raja Triden dan orang penting Kerajaan Seadom, Frantz adalah seorang raja tirani yang akan melakukan apapun untuk kepuasan dirinya.
Yamamoto keluar bersama dengan yang lainnya dari anjungan kapal. Mereka sekarang menuju ruang rapat dengan terburu-buru.
"Tuan Yamamoto, sebenarnya siapa sebenarnya Raja Frantz?"
"Kau pasti sudah merasakannya. Pemimpin kamibukanlah seseorang yang bisa kalian bayangkan."
"M-maaf tapi sepertinya ia sedang sedikit kesal dan marah.."
Yamamoto seketika tersentak dan berhenti. Ia tersadar akan sesuatu yang membuatnya merasa ganjal.
"Yang Mulia adalah seseorang yang bahagia dengan hal kecil dan tidak cepat marah..."
"Ada apa tuan Yamamoto?"
Jenderal Trent bertanya setelah melihat Yamamoto berhenti dan bergumam.
"T-tidak apa, kita harus lebih cepat."
Yamamoto langsung berlari, membuat semua orang yang mengikutinya ikut berlari. Sebelumnya mereka hanya berlari kecil, tapi sekarang mereka benar-benar berlari di koridor kapal. Kru yang sedang bekerja dan berkeliling kapal langsung menyingkir.
Raja Triden dan Jenderal Trent semakin dibuat bingung dengan tingkah Yamamoto yang terburu-buru. Padahal kesan pertama mereka pada Admiral Yamamoto adalah seseorang yang hebat dan telah memimpin banyak pertempuran, tapi sekarang ia terlihat seperti orang biasa yang sedang dikejar oleh iblis.
Mereka pun akhirnya sampai di ruang rapat. Dinding kapal menampil sebuah kursi yang masih kosong. Itu tandanya Frantz masih belum kembali.
Yamamoto langsung menghampiri seorang prajurit yang bertugas mengatur layar dan komunikasi.
"Hubungan ke semua kapal."
"Yes, Sir!"
Beberapa saat kemudian tampilan kursi mengecil dan menunjukan beberapa gambar kecil yang menampilkan petinggi dari masing-masing kapal.
"Selamat siang, maaf mengganggu momen bahagia kalian... Sepertinya kita akan mendapat misi baru. Aku ingin kalian mendata orang-orang yang ingin istirahat dan orang yang ingin melanjutkan misi."
[Yes, Sir!]
"Setelah ini kita akan bertemu dengan Yang Mulia. Persiapkan diri kalian, tunjukkan diri kalian telah berhasil melakukan misi pertama kalian."
[YES, SIR!!!]
Para petinggi menjawabnya dengan serentak dan memberikan hormat pada Admiral Yamamoto.
[Ouh! Kalian sudah berkumpul. Ehem, baik kita lanjutkan.
Sekali lagi, salam kenal para delegasi Kerajaan Seadom! Namaku Frantz, Raja dari Kerajaan Rogne Forte. Sepertinya prajuritku membuatmu kerepotan ya? ]
"Aha-ahaha tentu tidak. Mereka menyambut kami dengan baik. Perkenalkan nama saya Triden, seperti yang Anda tau, saya adalah Raja dari Kerajaan Seadom.]
[Bagus kalau begitu, lalu bolehkah aku mengenal kalian juga? Nona cantik dan pria hebat disana?]
Wajah pendeta Nell langsung merah seperti tomat. Berbeda dengan Jenderal Trent, yang terlihat sedang menilai musuhnya.
"N-nama saya Nell... Sa-saya seorang pendeta wanita kuil Levi. S-salam kenal..."
"Perkenalkan nama saya Trent, saya adalah seorang Jenderal dan pemimpin semua pasukan Kerajaan Seadom."
Pendeta Nell memperkenalkan dirinya dengan malu-malu dan tertunduk. Berbeda dengan Jenderal Trent yang memperkenalkan dirinya dengan tegas dan penuh rasa percaya diri.
[Um, senang berkenalan dengan kalian. Maaf jika pertemuan kita seperti ini, suatu saat mungkin kita bisa mengobrol dan meminum teh di meja yang sama.]
"Kami akan menantikannya."
[Baiklah langsung ke intinya saja.
Raja Triden, aku ingin membangun beberapa bangunan yang besar di tengah laut, dan mungkin bangunan itu akan sedikit mengganggu ras kalian.
Jadi aku ingin meminta Anda untuk membantuku memberikan sihir perlindungan pada bangunan itu. Perlindungan itu sejujurnya untuk melindungi wilayah kalian jika sesuatu terjadi. Karena jika terjadi kerusakan pada bangunan itu, akan menyebabkan kerusakan besar pada wilayah sekitarnya.]
Raja Triden dan yang lainnya mendengarkan dengan tenang.
"Maaf, memangnya apa yang bisa terjadi jika bangunan itu rusak?"
[Lautan bisa rusak dan banyak ikan yang akan mati, atau lebih buruknya itu bisa menyebabkan api di atas lautan. Itulah kenapa kami memerlukan bantuan dari kalian agar hal buruk itu tidak terjadi.]
" Bangunan seperti apa yang akan Anda bangun, Yang Mulia Frantz?"
Pendeta Nell pun bertanya setelah Frantz menjawab pertanyaan Raja Triden.
[Sulit untuk dijelaskan Nona Nell. Tapi tenang saja, sebelum bangunan itu dibuat perwakilan dari Kerajaanku akan menjelaskannya pada kalian.
Lalu apa ada lagi yang ingin kalian pertanyakan?]
"Bagaimana jika kami menolak untuk memberikan bantuan?"
[Hmmm... Aku pikir itu tidak apa-apa. Lagipula perlindungan itu hanya untuk persiapan agar tidak ada hal yang tidak di-inginkan terjadi.]
"Apa Anda tidak akan memulai perang dengan kami?"
[Tentu saja tidak, itu adalah hak kalian ingin memberikan bantuan atau tidak. Bangunan itu akan dibangun di wilayah kami, jadi kalian berhak tidak memberikan bantuan.]
"Apa benar itu alasan Anda?"
Admiral Yamamoto dan semua orang terkejut mendengar pertanyaan Jenderal Trent yang begitu berani. Begitu juga Frantz yang terkejut setelah ketahuan menyembunyikan sesuatu.
[Hmmm... Aku malu untuk mengatakannya... Sebenarnya istriku juga menyukai ikan, dan melihat ras manusia ikan adalah ras yang unik. Ya... Kau tau, istriku itu sangat menyeramkan jika sedang marah.
Itulah alasan sebenarnya aku tidak ingin berperang dengan kalian.]
Sekali lagi semua orang terkejut mendengarnya. Orang-orang dari Kerajaan Rogne Forte memang sudah tau kalau Raja mereka takut dengan istrinya.
Berbeda dengan orang dari Kerajaan Seadom yang sama sekali tidak mengerti. Mereka hanya tau kalau Raja manusia biasa mengganti pasangannya jika tidak suka. Raja juga memiliki banyak selir yang bisa membuat mereka bisa bebas membuang hak istri untuk marah.
[Sudahlah aku ingin pergi dari sini... Yamamoto aku serahkan mereka padamu.
Oh ya satu hal lagi, aku ucapkan selamat sekali lagi karena telah berhasil membuat perjanjian perdamaian. Dengan ini pertemuan kita tutup.]
Frantz langsung terputus dari koneksinya dan menghilang dari layar.
"Oke, maaf su-"
"Pak! Yang Mulia mengirim pesan perintah pada Anda."
Tepat sebelum Yamamoto membubarkan pertemuan, perkataannya tiba-tiba saja dipotong.
"Oke tunggu sebentar... Tolong antarkan para tamu keluar dan beristirahat.
Maaf tuan Triden, saya tidak bisa mengantarkan Anda."
"Tidak usah dipikirkan tuan Yamamoto. Saya mengerti itu."
"Terima kasih."
Raja Triden dan orang-orang dari Kerajaan Seadom pun keluar. Lalu Admiral Yamamoto mengambil tab yang baru saja diberikan oleh bawahannya dan membuka pesan perintahnya.