
Aku baru saja selesai makan siang bersama Alice. Aku dan Alice pun keluar ruang makan bersama sambil bergandengan tangan. Kami berdua pergi ke taman lagi.
Diluar juga sudah mulai sepi, mungkin para pekerja dan tentara sedang beristirahat.
Sebelum makan aku sempat memperbagus taman istana. Tamannya aku buat sangat luas, jalan utamanya juga besar hingga bisa muat 4 tank . Taman bunga dan sebagainya juga sudah ditentukan. Aku juga membuat beberapa furnitur yang diperlukan. Seperti furnitur yang diperlukan di kamar kami, ruang makan dan toilet. Hanya 3 ruangan itu saja yang aku selesaikan, selebihnya akan menyusul.
Tentu saja aku juga membuat garasi mobil dan menciptakan bebrapa mobil mewah. Mobil mewah selain nyaman, bagus juga di exterior maupun interiornya.
"Ini sudah waktunya mereka kembali."
Mereka yang aku katakan adalah Manstein, Yamamoto dan Suigin. Alice memberitahuku tugas mereka yang ia berikan.
Itu sangat membantuku, Alice memang selalu bisa diandalkan. Kami duduk lagi di bawah pohon besar ini.
Aku mengeluarkan sebuah pisau dari sarung pisau yang ada di pahaku. Itu adalah pisau tentara.
Aku membuat kata 'First Achievement'. Ya, dibawah pohon ini aku telah berhasil menguasai pulau X. Pencapaian pertamaku untuk meraih tujuanku.
Aku tersenyum melihat kata-kata itu. Alice tiba-tiba saja merebut pisau dari tanganku.
Ia menulis 'We will always be together'.
"Arti tulisanmu sungguh bagus, Frantz. Jadi aku membuatnya juga, mungkin di masa depan pohon ini menjadi pohon harapan."
"Ya aku harap begitu."
Kami saling merangkul menatap tulisan kami di pohon.
Pohon besar itu memang menjadi sebuah pohon harapan yang sangat terkenal di masa depan. Setiap festival saat istana dibuka, banyak orang yang menulis harapannya di pohon itu. Kata pertama yang dibuat Raja dan Ratu pertama dilindungi dengan kaca. Tapi itu semua adalah kisah di masa depan.
"Lihat itu mereka."
"Ya sepertinya ini sudah waktunya aku bertugas lagi."
Alice pun tersenyum mendengarku.
"Tetap semangat, aku kan menunggu di kamar."
"Baik, kalau begitu aku pergi dulu."
"Ya."
Aku meninggalkan Alice yang berdiri di bawah pohon dan menghampiri Manstein dan yang lainnya.
"Yang Mulia."
Mereka sedikit membungkuk setelah berada di hadapanku.
"Alice memberitahuku tugas kalian."
"Ya kami sudah menyelesaikannya."
"Kerja bagus, kalau begitu kita akan membahas itu."
"Baik, Yang Mulia."
Kami pun berjalan bersama menuju mobil. Karena istana ini luas jadi aku memilih naik mobil. Tempat yang kami tentukan berada di dekat pantai terdekat. Sebelum menuju ke tempat tujuan aku ke bandara terlebih dahulu untuk mengambil tab.
Sesampai di tempat tujuan kami, disana hanya terdapat beberapa tenda pengintai dan memiliki sedikit tentara yang menjaganya. Kami pun berkumpul di salah satu tenda yang sudah dikhususkan untuk mengadakan rapat.
Di dalam tenda ada aku, Suigin, Yamamoto, Manstein dan orang yang membantu dari ketiganya. Jadi semua ada 9 orang karena ditambah 2 orang penjaga.
"Baiklah, apa kalian sudah mengirim data yang telah kalian kumpulkan?"
"Saya sudah mencek semua tepat dan telah saya kirimkan ke Anda Yang Mulia."
Mungkin para tentara itu semangat karena ada aku disini hehe, hanya bercanda. Mungkin saja itu karena mereka membandingkan dengan pasukan yang berada di seberang sana
"Saya menemukan 5 tempat yang ditentukan, saya sudah mengumpulkan data dan mengirimkannya ke Anda. Disana juga sudah dijelaskan keuntungan dari tempat yang akan dibangun."
"Kerja bagus semuanya, aku akan membaca laporan kalian. Mungkin agak lama dan aku membutuhkan waktu sendiri, kalian bisa beristirahat dulu atau berbincang."
"Baik Yang Mulia."
Semua orang yang hadir pun keluar, meninggalkanku seorang diri di tenda ini. Aku pun membaca file yang diberikan mereka.
Dari Suigin, ia memeriksa semua tempat yang sedang ada pembangunan dan tempat-tempat yang akan digunakan. Perencanaan kota juga ada disana, sedangkan rancangan markas tentara sudah penah aku liat. Jadi aku banyak melewati itu. Daya ingatku cukup kuat hingga bisa mengingat rancangan, walaupun hanya gambar simpelnya saja.
Sedangkan Manstein mengawasi para tentara mulai dari makanan, pelatihan, mood, keinginan dan tingkat kebahagiaan para tentara. Semua sudah hampir terpenuhi, namun tetap saja mood dan tingkat kebahagiaan masih dibilang kurang bagus.
Dan terakhir dari Yamamoto dan timnya. Karena Yamamoto mencari wilayah yang bagus untuk pembangunan pelabuhan dan lain-lain jadi tim dia lebih banyak dari Manstein dan Suigin. Yamamoto menentukan tempat wisata pantai, pelabuhan umum, galangan kapal perang, galangan kapal umum dan terakhir pelabuhan militer. Kelebihan dari tempat-tempat yang dipilih oleh Yamamoto juga bagus, ia juga memberikan beberapa saran di setiap laporan.
Manstein sifatnya lebih ke tegas dan terus maju. Suigin memiliki sifat yang seimbang. Sedangkan Yamamoto memiliki sifat yang perhitungan dan santai, walaupun santai aku tau ia sedang memperhitungkan segala kemungkinan.
Ketiga sifat yang berbeda itulah yang membuat aku mempercayai mereka. Jadi laporan ini sudah sangat luar biasa dan pas dengan sifat serta kemampuan mereka.
Sudah sekitar setengah jam aku membaca laporan saja. Aku pun berdiri dan keluar tenda.
Diluar ketiga orang hebat itu sedang berkumpul di dekat api. Sepertinya mereka sedang minum bersama, tentu saja itu minum kopi bukan alkohol.
"Sepertinya menyenangkan, boleh aku minta satu gelas."
"Yang Mulia, maaf tidak menyambut Anda."
"Tidak apa-apa, aku juga baru saja keluar setelah membaca laporan kalian. Kerja bagus."
Suigin sepertinya sangat terkejut, orang ini terlalu overprotective dan sangat sensitif.
"Ini kopi Anda, Yang Mulia."
"Ah terima kasih."
Yamamoto memberikan aku kopi dalam gelas kaleng. Itu membuat Manstein dan Suigin terkejut, aku yakin mereka mengkhawatirkan keamanan gelas itu.
Itu sungguh keterlaluan. Tanpa mempedulikan Manstein dan Suigin, aku pun meminum sedikit kopi itu, karena kopi itu masih panas.
"Ah terima kasih Yamamoto."
Yamamoto hanya mengangguk.
"Baiklah, kita lanjutkan rapat tadi."
"Baik! Yang Mulia."
Jawab mereka serempak. Omong-omong dimana bawahan mereka, aku juga tidak melihat penjaga disini.
Kami pun kembali ke dalam tenda dan memulai rapat. aku memutuskan untuk mengerjakan laporan Yamamoto terlebih dahulu, karena wilayah itu masih kosong jadi kami tidak perlu meminta tentara untuk membereskan barang mereka terlebih dahulu.
Setelah memutuskan kami langsung keluar untuk menuju ke titik lokasi. Pelabuhan militer ditentukan di barat laut dari pusat. Juga lokasi tersebut cukup jauh dari tempat kami rapat.
Kami menggunakan Humvee karena memang belum ada pembangunan jalan. Pemandangan di sepanjang jalan sangat indah. Di sebalah kiriku ada hutan dan tebing dan di sebelah kananku ada lautan yang luas.
Beberapa ikan besar juga terkadang terlihat di lautan. Mungkin karena ini masih di zaman abad pertengahan dimana hewan laut masih banyak yang besar. Dari berbagai buku yang aku baca saat dibumi, makhluk-makhluk laut digambarkan sebagai raksasa, seperti kraken, hiu putih besar dan bermacam paus serta sebagainya.
Banyak mitos tentang lautan, bahkan dibumi yang teknologinya sudah tinggi masih belum bisa menjelajah semua lautan.
Apakah ikan-ikan besar itu akan terganggu dengan suara propeler dan mesin kapal yang berisik? Abad pertengahan masih menggunakan kapal Galeon yang menggunakan angin untuk bergerak. Jadi tidak terlalu menggangu makhluk yang berada dibawahnya, berbeda dengan suara battleship yang sangat berisik. Terus bagiamana nanti kapal selam.
Kita akan lihat saja nanti dimasa depan...