
"Yang Mulia, sebaiknya kita harus cepat menghubungi mereka."
"Ya Yang Mulia, kita harus memberitahu mereka."
"Jika kita membuat mereka lebih marah, kita akan hancur."
Semua orang menjadi ramai kembali. Kali ini bukan karena kesombongan mereka tapi karena rasa takut mereka yang sudah memenuhi diri mereka.
Takut kehancuran yang akan menimpa mereka.
"Kalian semua diamlah! Kalian sebelumnya menginginkan kita berperang, sekarang kalian ingin memaksa Yang Mulia menundukkan kepala kepada mereka!"
Seorang pemimpin yang tampaknya merupakan petinggi militer menjadi sangat marah. Ia sudah tau kalu Rajanya sedang dimanfaatkan, tapi ia tidak bisa melawan karena ia kalah kedudukan.
Tentu saja amarah Jenderal itu membuat semua orang kembali terdiam.
"Sudahlah... Kita juga sudah menyinggung orang yang salah. Jadi apa ada seseorang yang ingin mengajukan dirinya untuk bertemu mereka?"
Rasa takut mereka pun bertambah. Sudah pasti mereka tidak ingin bertemu dengan seseorang yang bisa menghancurkan pos milik mereka hanya dengan serangan yang mereka tidak ketahui.
Mereka tahu seharusnya sihir api tidak akan kuat di dalam lautan. Jadi ledakan yang bisa menghancurkan pos itu membuat mereka takut. Sihir apa yang bisa membuat ledakan besar di dalam air.
Walaupun sebenarnya itu bukanlah sihir. Tapi mana mungkin manusia ikan tahu kalau itu bukan sihir.
"Kalau tidak ada yang mau, kita akan ke sana bersama. Di saat kita pergi para tetualah yang akan memperhatikan kota ini."
"Yang Mulia!"
"Saya tidak setuju!"
Banyak yang langsung menolak ajakan Raja Triden.
"Cukup! Aku tau kalian hanya suka memanfaat kekuatan kalian untuk merendahkan orang lain!"
Raja Triden tentu saja menjadi sangat marah. Di saat Raja marah terjadilah getaran pada kota.
Raja Triden tanpa sadar sudah memanggil penjaga kota. Salah satunya Kraken dan Megca.
Monster penjaga kota mengelilingi kota bawah air itu dan membuat semua orang menjadi panik dan takut karena keberadaan mereka. Megca dan Kraken dipercaya akan muncul dan melindungi kota jika ada sesuatu yang berbahaya datang, itulah sebabnya semua orang menjadi panik dan takut.
"Yang Mulia tolong kendalikan amarah Anda."
"Tolong redamkan amarah Anda, Yang Mulia."
Semua orang bersujud kepada Raja Triden. Inilah sebabnya dari zaman ke zaman tidak ada pemberontakan. Karena kota bawah laut hanya bisa dipimpin oleh keturunan Raja. Mereka juga dipilih langsung oleh Leviathan jadi tidak sembarang orang dapat mengendalikan kota.
Walaupun Raja memiliki banyak anak tapi yang diputuskan untuk memegang kekuatan Leviathan hanya satu.
"Sudah kuputuskan semua yang memegang kekuasaan akan ikut denganku menghadap mereka. Jika ada yang melarikan diri, ia akan di buang ke distrik terbuang bersama keluarganya."
Semuanya orang pun setuju pada keputusan akhir sang Raja. Bagi petinggi seperti mereka tidak ada yang ingin tinggal di distrik terbuang.
Distrik terbuang di kota bawah air adalah sebuah distrik yang penuh dengan penjahat dan para manusia ikan yang tidak ingin bekerja serta pemalas. Ya intinya itu adalah distrik khusus untuk orang-orang bermasalah.
Pada akhirnya dengan cepat semua urusan selesai. Mereka tidak membawa satupun dokumen, mereka hanya menyiapkan barang-barang dari harta kerajaan.
Barang yang disiapkan juga tidak sedikit. Mereka membawa beberapa senjata sihir, karang abadi, batu sihir besar, sisik Leviathan dan beberapa barang berharga lainnya.
"Semuanya sudah siap bukan?"
"Sudah Yang Mulia, kita bisa berangkat sekarang."
"Terima kasih, semoga ini bukan akhir kita."
Raja Triden melihat ke atas dan berharap kalau hari ini bukanlah hari terakhirnya merasakan hidup.
"Semuanya kita berangkat sekarang. Jenderal kamu berangkatlah duluan. Kabari mereka kedatangan tentang kedatangan kita."
"Tentu, Yang Mulia."
Pemimpin tentara bersama dengan dua bawahannya pun langsung pergi. Mereka langsung pergi ke tempat penangkaran hiu.
Kota bawah air hampir sama seperti kota bawah air yang ada pada anime terkenal di bumi. Hanya saja kota bawah air ini sangat luas dan tidak berbentuk seperti gelembung.
Pemimpin tentara dan bawahannya menggunakan hiu untuk menuju permukaan. Hiu dan hewan laut lainnya yang memiliki keterampilan berenang cepat sudah menjadi kendaraan bagi manusia ikan. Ya hiu sama seperti kuda di kerajaan Seadom.
Kita lewati saja semua itu, walaupun berangkat bersamaan. Tapi kecepatan sang Jenderal lebih cepat, kerena ia hanya bertiga.
Setengah jam kemudian, di dalam anjungan kapal selam Seawolf.
"Pak ada sesuatu mendekat dari bawah!"
"..."
"Mereka semakin mendekat pak."
"Aktifkan silent running. Hubungi Admiral tentang mereka. Aku yakin mereka hanya pembawa pesan."
"Yes, Sir! Silent running activated."
Kecepatan kapal selam pun melambat dan suara reaktor meredup. Lampu luar kapal juga telah dimatikan.
Pada akhirnya sinyal radar semua kapal selam pun menghilang.
Sedangkan Yamamoto yang memasang wajah serius mulai memikirkan strategi selanjutnya. Ia sudah mendapat pesan dari kapal selam akan ada 3 objek yang akan menghampiri mereka. Walaupun sebenarnya itu ada enam objek.
Beberapa menit kemudian tiga hiu melompat keluar dari air. Ukuran hiu itu sekitar 2 meter, jadi sudah pasti itu adalah hiu yang besar.
"Pak lihat!"
"Hm?"
Yamamoto menanggapi bawahannya lalu menggunakan binocular dan melihat hiu itu.
"Jadi itu benar pembawa pesan. Ada tiga hiu dan mereka ditunggangi? Di radar hanya terdeteksi 3 objek saja... Bukankah itu berbahaya?"
"Pak?"
"Sersan, menurutku ukuran hiu itu sekitar 2 meter dan mereka memiliki 1 penunggang. Coba kau perhitungkan bagaimana jika ada hewan laut yang seperti hiu berukuran 20 meter, lalu mereka tunggangi. Bukankah itu berbahaya?"
"!!!"
Sersan Samir terkejut mendengar jawaban Admiral Yamamoto, yang dengan santainya ia mengatakan ada hiu dengan ukuran 20 meter.
Jika memang ada hiu yang memiliki ukuran sebesar itu, maka hiu itu bisa menghancurkan kapal selam hingga kapal destroyer.
Tapi setelah membayangkan semua yang terjadi sampai saat ini akhirnya Sersan Samir percaya.
"Pak, General quarters?"
Dengan rasa takut yang menyelimuti Sersan Samir, ia tetap bertanya pada Admiral Yamamoto.
"Ya, minta semuanya bersiap kemungkinan terburuk. Beritahu semua kapal selam untuk tetap menjalankan silent running dan perintahkan mereka untuk menjauh dari sekitar kordinat ini."
Ucap Admiral Yamamoto memerintah sambil menunjukkan peta yang ia sudah lingkari dengan tinta merah.
Sersan Samir hanya mengangguk lalu langsung melakukan tugasnya. Mengaktifkan general quarters sekali lagi dan menghubungi kapal lain itulah tugasnya.
Sedangkan Yamamoto kembali memperhatikan ketiga hiu dan penunggang itu.
Yamamoto juga tidak tahu kalau sebenarnya ketiga penunggang itu sedang bingung, terkejut dan banyak perasaan yang tidak dapat dijelaskan.
"P-pak... A-apa mereka y-yang sudah menghancurkan pos kita?"
"Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi itu pasti mereka."
"A-apakah itu k-kapal pak?"
"Ya sepertinya itu kapal..."
Pemimpin itu tahu kalau bawahannya sudah ketakutan. Ia tidak bisa mengatakanya, tapi ia tahu perbedaan Kerajaannya dengan Kerajaan musuhnya.
"Jadi ini sebabnya Yang Maha Kuasa Leviathan katakan, kalau kita tidak bisa menyinggung mereka."
Jenderal itu bergumam dan terus berpikir, bagaimana jadinya kalau kerajaan mereka berperang dengannya. Ia juga membayangkan hancurnya kota bawah laut akibat peperangan dan membayangkan ia tidak bisa melindungi keluarganya.
"Pak lihat itu!"
Teriakan bawahannya menyadarkan Jenderal manusia ikan dari lamunannya.
Jenderal manusia ikan pun terkejut setelah melihat benda yang ditunjuk oleh bawahannya. Benda itu terbang menghampiri mereka.
"Tenanglah jangan panik dan mencoba menyerang mereka."
Ya itu adalah helikopter, tapi mana mungkin mereka tahu itu.
Beberapa saat kemudian helikopter itu ada di atas kepala mereka. Lalu benda terbang itu membuang tangga ke arah mereka.
Jenderal manusia ikan tanpa pikir panjang langsung menangkap tangga itu dan memanjatnya. Setelah sampai di atas ia diberikan selimut, lalu anak buahnya juga menyusul.
Setelah semua orang diangkut, helikopter itu kembali ke kapal induk.
Mereka bertiga dibawa ke tengah dek kapal induk. Di sana sudah ada Admiral Yamamoto dan beberapa petinggi.
"Selamat datang di kapal kebanggaan kami. Saya adalah pemimpin tertinggi angkatan laut Kerajaan Rogne Forte juga orang yang memegang kendali Armada 01 RFN (Rogne Forte Navy).
Saya Admiral Yamamoto, senang bertemu denganmu."
Ucap Admiral Yamamoto yang terdengar sedang mengintimidasi lawannya. Ditambah dengan senyum bisnis dan seriusnya menambah kesan intimidasinya semakin tinggi yang sudah pasti akan membuat lawannya terdiam.