
'Ini benaran kapal. Kalau kapal sebesar ini bagaimana cara kapal ini bisa bergerak.'
Jenderal manusia ikan bingung dengan pernyataan Yamamoto. Ia dibuat semakin bingung dengan sebuah kapal yang sebesar pulau ternyata bisa bergerak bebas.
Terlebih lagi semua kapal disini tidak ada yang menggunakan layar. Lalu apa yang bisa membuat mereka bergerak.
Ia juga semakin keheranan dengan semua kapal yang terbuat dari baja dan besi bisa mengapung di lautan. Batu saja tenggelam bagaimana besi bisa mengapung seperti bongkahan kayu.
Banyak pertanyaan yang ingin ia sampaikan tapi ia tidak tau bagaimana cara ia bertanya kepada orang yang memiliki kekuatan sehebat ini.
"Ehem."
Yamamoto berpura-pura bersin untuk membangunkan lamunan Jenderal manusia ikan.
"Ah m-maafkan saya. Perkenalkan juga nama saya Trent Hunzrin. Saya Jenderal pasukan manusia ikan.
Saya ingin memberi pesan kalau Raja kami, Triden dalam perjalan ke sini. Mohon maafkan kami atas keterlambatannya."
Yamamoto tersenyum mendengar Trent meminta maaf. Ditambah bawahan Trent yang sudah sangat ketakutan.
Bagi manusia ikan, mereka sangat takut dengan namanya terbang. Ya pada dasarnya mereka seperti ikan yang takut pada burung. Tapi ada juga ikan yang tidak takut dengan burung, contohnya adalah si Trent ini.
"Jadi begitu, apa kamu ingin masuk ke dalam atau ingin di luar saja?"
"A-apa Anda yakin?"
Ini kan kapal militer dan dipegang langsung oleh petinggi, isi kapal ini pasti sebuah rahasia besar.
Trent kembali ke dalam pikirannya, semua orang di dunia ini tau kalau teknologi militer adalah rahasia tingkat tinggi. Karena suatu kerajaan akan melarang orang asing untuk masuk ke kapal.
Tapi itu tidak berguna bagi Yamamoto dan yang lainnya. Di bumi si dari kapal melalui film dokumentari atau terkadang akan ada sebuah festival dan mengizinkan orang luar untuk melihat isi kapal.
Intinya akal sehat di bumi berbeda dengan dunia ini.
"Apa kau tidak mau? Tenang saja di dalam tidak ada jebakan ataupun hal yang berbahaya. Akan terjadi sesuatu yang berbahaya jika kau menyentuh sesuatu yang tidak boleh kau sentuh."
"Ka-kalau begitu saya akan menerima tawaran Anda."
"Kau masih terlalu formal, bersikaplah seperti biasa."
"Baiklah."
Yamamoto pun memimpin grupnya Trent untuk berliling kapal. Mereka juga ditemani oleh beberapa prajurit bersenjata lengkap.
"Tempat tertutup seperti ini masih bisa memiliki cahaya yang terang, apa kalian menggunakan batu sihir yang sangat besar. Tidak, itu tidak mungkin."
Ya itu tidak mungkin, jika menggunakan batu sihir akan memerlukan batu sihir yang sangat besar.
Batu sihir yang dapat memanggil angin untuk menggerakkan kapal saja membutuhkan batu sihir sebesar orang dewasa.
Kapal ini memiliki ukuran sebesar pulau, tidak mungkin ada batu sihir yang bisa membuat kapal ini bergerak. Walaupun ada bagaimana dengan kapal lainnya?
Bukan hanya besar, kapal ini juga terbuat dari besi. Juga ada jalan dari bebatuan dan pasir di permukaan kapal. Ini sudah pasti bukan kapal! Tap8 bagaimana dengan yang lainnya!?
"A..."
"Kau pasti ingin bertanya bagaimana kapal ini bisa bergerak dan darimana sumber energi itu bukan?"
Sebelum Trent bertanya, Yamamoto sudah menebak apa yang akan ditanyakan oleh Trent.
"Y-ya begitulah..."
"Maaf bukannya aku tidak ingin memberitahumu, hanya saja karena kita masih berstatus musuh disini."
"Jika kita masih bermusuhan kenapa Anda membiarkan kami masuk ke dalam kapal Anda."
Trent semakin bingung dengan jawaban Yamamoto. Ia mengatakan kalau Kerajaan Seadom masih bermusuhan dengan mereka. Tapi kenapa pentinggi dari Kerajaan musuhnya masih dianggap tamu. Bukankah itu merupakan keuntungan terbesar untuk membunuh petinggi musuh.
Disaat Trent masih berpikir mereka pun sampai di ruang makan. Yamamoto memang belum sarapan begitu juga dengan Trent, jadi itu kesempatan mereka untuk makan bersama sebelum negosiasi dimulai.
Ruang makan pada kapal Gerald memiliki 2 sektor yang pertama diperuntukkan bagi orang yang memiliki pangkat di bawah Letnan sedangkan sektor kedua untuk pangkat Letnan dan di atasnya.
Mereka pun berbaris untuk mengambil makanan.
Trent sekali lagi terkejut dengan apa yang ia lihat. Hidangannya begitu mewah dan hangat walaupun mereka sedang berada di atas lautan.
Trent memang berasal dari ras manusia ikan tapi Trent juga berlayar dengan menjadi seorang manusia. Jadi ia tau makanan saat berada di atas kapal. Kalau tidak buah, paling tidak daging yang sudah di asapkan. Jika itu habis mereka akan memancing dilautan dan memakannya mentah.
Karena tidak mungkin mereka memasak di dalam kapal yang semuanya terbuat dari kayu. Makanan yang paling sering dimakan oleh mereka adalah roti yang keras atau biasa disebut Stone Bread. Seperti namanya roti itu sangat keras seperti batu namun tahan lama, sekitar sebulan dari jadinya rotinya.
"Tidak perlu sungkan, ambil saja sesuai kebutuhan."
"Terima kasih tuan Yamamoto."
"Silahkan-silahkan."
Yamamoto mengambil satu porsi ikan goreng sedangkan Trent mengambil satu porsi sayur ikan. Bawahan Trent mengambil masing-masing porsi daging. Yamamoto hanya mengambil air putih, sedangkan Trent dan bawahannya diberikan tambahan bir kaleng.
Mereka bertiga bingung namun tetap menerimanya.
Mereka pun makan dengan damai, beberapa kali Trent dan bawahannya berkata 'enak'. Bagi Trent yang sudah berkali-kali makan di jamuan bangsawan ataupun raja tetap mengatakan, kalau hidangan yang ia makan kali ini melebihi kelezatan makanan dari semua jamuan itu.
Tidak aneh jika rasanya sangat berbeda, di abad pertengahan bumbu masih belum tersebar luas, berbeda dengan hidangan yang disajikan oleh koki kapal Gerald R Ford yang menggunakan banyak bumbu.
Mereka diajari untuk membuka bir kaleng lalu mereka meminumnya bersamaan. Sekali lagi mereka tidak percaya kalau di tengah lautan ada bir yang dingin dan memiliki rasa yang sangat kuat. Ale khusus kerajaan juga kalah dengan bir kaleng ini.
Pada akhirnya mereka hanya merasakan surga sesaat, karena sebentar lagi Raja Triden akan datang dan itu akan menentukan takdir ras manusia ikan.
Mereka semua pun menunggu di dek kapal, untungnya cuaca hari ini tidak terlalu panas. Jadi mereka tidak memerlukan payung.
[Mereka akan sampai di permukaan dalam 3... 2... 1]
Beberapa ikan yang dipimpin oleh ikan yang sangat besar muncul ke permukaan.
"Hold fire, and keep steady."
Pengawal yang berada disamping Yamamoto menyampaikan perintah Yamamoto melalui radio. Dengan perintah itu semua meriam mengarah ke ikan-ikan itu muncul.
Raja Triden yang baru saja muncul ke permukaan dengan ikan Megca sebagai tunggangannya.
Yamamoto tidak terlalu terkejut dengan tunggangan milik Raja Triden. Berbeda dengan prajurit lainnya yang sangat terkejut dengan besarnya ikan itu.
Trent yang melihat rajanya sudah datang ia langsung meminta izin untuk menjemput raja Triden.
"Tuan Yamamoto, bolehkah saya kesana untuk menjemput Yang Mulia Triden."
"Tentu silahkan, kau bisa memberitahu raja Triden untuk naik helikopter. Kendaraan terbang yang tadi kau rasakan. Aku akan segera menyiapkannya,"
"Bagaimana dengan petinggi lainnya, tuan Yamamoto?"
"Kau bisa memberitahu mereka untuk menunggu disana. Aku akan meminta beberapa orang untuk menjemput mereka dengan beberapa kapal kecil."
"Terima kasih tuan Yamamoto."
Setelah itu Trent un langsung meloncat ke lautan.
"Apa semua manusia ikan sangat suka langsung meloncat ke air?"
Yamamoto terheran dengan kelakuan manusia ikan yang langsung meloncat begitu saja. Kapal Geral R Ford sangatlah tinggi, tapi semua manusia ikan yang ia temui langsung loncat begitu saja.