
Setelah mereka tenang aku kembali berbicara.
"Lalu apa ada yang memiliki saran atau mengajukan dirinya untuk melakukan ekspedisi?"
Aku bertanya kepada mereka. Lalu Ryan menekan tombol dan mengatakan.
"Saya merekomendasikan James selaku perwakilan dari militer bagian penyerang dan saya sendiri sebagai perwakilan kota."
Jadi Ryan memilih dirinya sendiri serta James.
"Mengapa kamu memilih dirimu sendiri dan James? Berikan alasanmu?"
"Karena itu akan menguntungkan kita. James selaku perwakilan dari penyerang akan pergi mencari dan mengeksplorasi daerah tersebut dan saya akan memikirkan wilayah yang bagus untuk mendirikan basis kita. Saya juga membutuhkan Clinton untuk kebutuhan disana."
Itu benar, James akan melakukan ekspedisi militer ke tanah yang belum terjamah oleh manusia. Lalu dibantu oleh Ryan yang akan mengurus perkotaan jika sudah tepat. Clinton akan membantu dari belakang karena ia yang memberikan suplai makanan. Rencana itu sudah sangat bagus.
"Aku mengerti jadi James apa kamua setuju dipilih oleh dia dan melakukan ekspedisi militer?"
"Saya akan melakukan apapun Yang MUlia perintahkan."
"Bagus, kalau begitu apa ada yang keberatan atau ingin mengajukan diri untuk membantu?"
Mereka hanya diam dan tidak membantahnya. Ya bagaimanapun juga rencana itu sudah sangat bagus dan sempurna.
"Aku mengharapkan keberhasilan kalian. Dan orang yang tidak melakukan ekpedisi akan membantu kalian semampunya."
"Baik, Yang Mulia."
James dan Ryan menjawabnya bersamaan. Aku mengharapkan hal yang bagus dari kalian.
"Dengan rapat hari ini telah selesai. Kalian boleh beristirahat hari ini."
"Baik."
"Suigin kau antarkan mereka kembali."
"Baik, Yang Mulia."
Mereka pun bubar di pimpin oleh Suigin. Sekarang di ruangan hanya ada aku dan Alice.
"Alice maafkan aku."
"Tidak apa, lagipula aku juga tau kau ingin pergi."
"Jadi kau sudah mengetahuinya?"
"Tentu saja aku tau. Aku adalah istrimu, tentu saja aku tau apa yang kau inginkan. Kau ingin melihat aksi militer dengan mata kepala mu sendiri kan?"
"Tidak ada yang bisa kusembunyikan darimu. Aku sangat mencintaimu, Alice."
"Ya aku juga. Kembali ke kamar yu?"
"Of course, my Queen."
"Haha manis sekali mulutmu itu."
Kami pun pergi dari ruang rapat menuju kamar kami. Hari itu tidak ada yang lebih menarik karena seperti hari biasa.
Aku mengobrol dan bercanda dengan Alice. Kami juga hanya jalan-jalan di halam istana yang luas.
Keesokan harinya kami berkumpul di lapangan terbang. Lapangan terbang ini hanya digunakan oleh para militer jadi orang biasa masih belum bisa memasuki area ini. Walaupun tempatnya berada di daerah dekat kota, area ini dijaga ketat oleh militer.
Pesawat militer dipindahkan dari bawah tanah ke permukaan dengan elevator yang sangat besar. Elevator itu sebesar 100 x 100 meter persegi. Lebih besar dari pesawat terbesar di bumi yaitu AN-225 yang ukurannya hanya lebar sayap 88,4 M dan panjang 84 M.
Kembali lagi ke topik, aku dan Alice serta para perwakilan telah berkumpul di lapangan terbang dan mengadakan apel. Barisan prajurit 500 orang dengan beberapa tank dan armored vehicle. Di belakang mereka terdapat 2 pesawat AN-124 dan 3 pesawat C-130 Hercules yang sudah bersiap.
"Selamat pagi semunya."
"Selamat pagi, Yang Mulia."
Para prajurit dengan semangat yang membara menjawabku. Seperti yang dulu sudah aku katakan, sejak negara ini berdiri aku telah menjadi idola semua orang. Jika kamu bertanya ke rakyatku, siapa idola pertama yang kamu sukai? Pasti mereka akan menjawabnya itu adalah diriku.
"Seperti yang kalian tau, hari ini negara kita akan membuka lembaran baru. Kalian pasti tau kita adalah negara tertutup yang hidup di sebuah pulau yang melayang di udara seperti pesawat, tapi hari ini! Kita akan mengeksplorasi tanah yang berada di bawah kita.
Kita akan melihat saudara kita yang tidak kita pernah lihat. Kalian pasti telah melihat laporan yang telah dikirimkan pada kalian, kalau di sana ada orang-orang yang seperti kita namun memiliki ciri seperti hewan. Disana juga banyak hewan yang tidak pernah kita lihat disini.
Hari ini, kita akan membuat sebuah sejarah untuk negara ini. Kita akan melihat secara langsung kebenaran laporan itu. Kita akan membuat dunia mengakui negara kita.
"All Hail Rogne Forte!!!"
"All hail Rogne Forte! All hail Rogne Forte! All hail Rogne Forte!"
Para prajurit bersorak hingga membuat daerah ini bergetar karena teriakan mereka saja. Suara para tentara memang berbeda.
Aku pun turun dari podium namun para tentara masih bersorak keras. Lalu James Norden naik ke podium dan menggantikanku.
"Baiklah para saudaraku. Kalian sudah mendengar langsung suara Yang Mulia. Apa kalian senang! Apa kalian bangga! Apa kalian semangat!?"
"Ya Jenderal!"
"Bagus! Kalian sudah membaca laporan dan tugas kalian masing-masing semalam. Kalian juga telah terpilih untuk melakukan misi penting ini.
Dengan ini saya menyatakan, Operation New Gate dimulai!"
Semua tentara pun langsung bubar dengan semangat yang membara. Mereka dengan rapih langsung mengambil peralatan mereka dan menuju ke pesawat.
Tank dan kendaraan lainnya juga mulai bergerak. Para pilot pesawat jet juga langsung berlari dan segera meluncur.
Hari ini menjadi hari yang sangat bersejarah bagi negara Rogne Forte. Banyak berita yang di sebarkan dan hampir semua channel tv menayangkan ini kejadian hari ini.
Seperti nama operasinya yaitu new gate, operasi ini akan menjadi gerbang baru untuk Rogne Forte menuju dunia baru. Rogne Forte hari ini akan melakukan kontak langsung dengan dunia.
Aku dan yang lainnya pun pergi ke ruang komando, disana kami akan melihat semua kejadian yang akan terjadi.
Sesampainya disana aku disambut oleh para petugas. Aku tidak mengenal mereka, jadi aku hanya tersenyum pada mereka. Aku duduk di kursi pemimpin, ini harusnya kursi untuk seorang Jenderal.
"Semua orang sudah siap!"
"Kami menunggu perintah Anda, Yang Mulia."
"Operasi New Gate, dimulai!"
"Perintah diterima! Semua berangkat!"
Setelah operator itu berbicara semua pesawat mulai melaju mulai dari AN-124 yang maju lepas landas bersama, lalu disusul oleh C-130 Hercules. Mereka ditemani oleh 5 pesawat F-22 dan 10 F-18
Kami tidak perlu meluncurkan pesawat pengintai lagi, karena pesawat pengintai sudah berputar di lokasi yang telah ditemukan tadi malam.
Lokasi yang pertama adalah pulau tak berpenghuni yang telah kami temukan dan itu berjarak 200 KM dari pulau ini. Kami menyebut pulau itu sebagai pulau X. Lokasi kedua berada di sebuah hutan tropis yang lebat, walaupun disana berbahaya tapi disana merupakan tempat yang bagus dan sangat strategis untuk menggabungkan pulau X.
Hutan itu berada di benua yang telah ditemukan dan memiliki peradaban di luar hutan. Jarak pulau X dengan benua utama sekitar 100 KM jadi dari pulau ini ke hutan itu sekitar 300 KM.
1 pesawat AN-124 Ruslan dan C-130 Hercules didampingi oleh 2 jet F-22 dan 3 jet F-18 menuju ke pulau X.
Sisa pesawat yang tersisa menuju hutan yang berada di benua utama. Pasukan yang kesana lebih banyak, karena nilai dari data pengintaian menunjukkan tingkat bahaya yang tinggi di hutan itu. Terlebih lagi itu adalah hutan tropis, jadi memiliki banyak rawa dan hewan buas.
Ruang komando menjadi sangat sibuk dengan rencana kali ini. Bukan hanya ruang komando tapi semua orang menjadi sangat sibuk. Rakyat pun dengan antusias menonton operasi ini. Karena operasi ini memang dibuka langsung. Reporter militer tetap pergi dan mengabari tempat kejadian.
Jika saja aku sendiri yang kesana maka hanya dalam 1 jam pasti basisnya telah jadi. Tapi sekarang aku harus menjadi pemimpin mereka dan bekerja dibalik layar seperti ini.