MY DANGEROUS HUSBAND

MY DANGEROUS HUSBAND
CH 20 :



KAU GILA YA!" pekik Shea mendengar ungkapan Saga yang selama ini ia rahasiakan. Shea sungguh terkejut dengan ucapan Saga yang dengan entengnya memberikan pengakuan di depan banyak orang. Seolah mereka benar-benar saling mencintai.


"Kenapa kau malu?" tantang Saga sembari membalas tatapan tajam gadis itu dengan sorot matanya yang dingin.


"Kau benar-benar tidak waras, kau tau benar kaulah yang mencium ku kemarin," gerutu Shea yang di dengar banyak orang itu membuat mereka kembali terkejut dengan pengakuan Shea.


"Jadi kalian benar-benar memiliki hubungan?" tanya Mom Sashi penuh selidik, namun pandangannya sepenuhnya menatap kearah Saga. Karena Mom Sashi yakin bahwa ada yang di sembunyikan oleh putra semata wayangnya itu. Namun di lain sisi, ia sangat menyetujui jika Saga benar-benar memiliki hubungan dengan Shea. Maka itu berarti ia tidak akan salah untuk memiliki calon menantu. Karena ia tau selama ini Shea selalu berperilaku baik.


"iya, dan kami akan segera menikah," setelah Saga mengatakan hal itu dan ketiga kalinya membuat semua orang terkejut, ia pergi meninggalkan ruang makan itu.


Shea yang melihat Saga yang sepertinya ingin pergi keluar segera menyusul pria itu dengan sedikit berlari untuk mengimbangi langkah kaki pria itu yang lebar.


"Saga tunggu," pekik Shea di kala ia berlari membuntuti lelaki itu.


Sedangkan di ruang makan semua orang yang tersadar dari keterkejutannya kini saling diam kecuali keluarga Thomas yang merasa di permainkan oleh Saga.


"Lalu bagaimana ini tuan Andreas? apa kau akan membiarkan perjodohan ini batal?" tanya tuan Thomas dengan raut wajah yang terbakar api amarah.


"Pa, jangan marah Pa. Cecilia yang akan bicara dengan Saga nanti. Mungkin, mungkin Saga sedang terkena pengaruh obat makanya dia melantur. Bagaimana mungkin Cecilia kalah dengan wanita jelek itu," ucap Cecilia yang membuat Mom Sashi mendengus kesal.


"Ya sudah batalkan saja, apa kau kira kami akan bangkrut dengan tidak jadinya kerjasama dengan kalian? lagi pula mana mungkin aku Sudi memiliki menantu yang perilakunya tidak sopan seperti itu. Suamiku kenapa kau diam saja, sudahlah batalkan saja," celetuk Mom Sashi yang sudah tidak tahan dengan drama rengekan manja yang di buat-buat oleh Cecilia.


"Apa kau bilang? Anakku tidak sopan? Nyonya Sashi, anda sudah keterlaluan dengan menghina anak saya," balas Nyonya Thomas mendengar putrinya di kritik di depan banyak orang


Mom Sashi yang ingin kembali angkat bicara segera di lerai oleh Dad Andreas, "Maaf tuan Thomas seperti yang anda ketahui sendiri, bahwa sepertinya perjodohan ini dibatalkan. Saya tidak mungkin memaksa Andreas apabila lelaki itu telah memiliki wanita pilihannya sendiri,"


"Tuan Andreas, anda keterlaluan, anda telah mempermainkan kami. Maka jangan menyesal jika saya memutus kontrak dengan perusahaan mu,"


Dad Andreas mengangguk pelan namun dengan raut wajahnya yang tegas, "Oh ya, anda jangan lupa tuan untuk membayar denda pinalti atas pemutusan kontrak di perusahaan. Untuk prosesnya akan di urus oleh sekretaris perusahaan saya nanti. Saya ada urusan sebentar lagi, jadi mohon maaf saya tidak bisa menjamu anda lebih lama lagi. Pintu keluarnya ada di sebelah sana," tunjuk Dad Andreas pada pintu keluar yang di jaga dua pengawal dan satu pelayan rumah.


"Sialan," maki Tuan Thomas seketika pergi sembari mengandeng paksa putrinya yang masih mencoba bertahan untuk menunggu kedatangan Saga.


Setelah kepergian Tuan Thomas dan keluarganya, Dad Arka dan istrinya yang sejak tadi diam kini mulai angkat bicara. Sejak permasalahan tadi dia hanya diam bukan berarti takut melainkan membiarkan Dad Andreas mengurus terlebih dahulu masalah keluarganya, karena Dad Arka yakin bahwa iparnya itu bisa mengatasinya dengan baik.


"Jadi, apa kau akan menikahkan mereka?" tanya Dad Arka pada iparnya itu.


"Aku akan meminta orang untuk menyelidikinya dulu, aku yakin ini hanya drama yang di buat oleh Saga agar perjodohan ini dibatalkan,"


"Aku tau, tapi bukankah kau juga sudah membaca berita di luar sana, bagaimana Saga bergaul dan bagaimana dia dengan dinginnya pada wanita? karena hal itu menjadikan rumor bahwa Saga adalah pencinta sesama jenis, bahkan media pernah menyorotnya saat sedang makan malam dengan teman-teman prianya, yang salah satunya telah terkenal sebagai pria homoseksual,"


"Jadi itu alasannya kalian membuat perjodohan ini?" tanya Dad Arka pada Mom Sashi dan suaminya.


"Iya, tapi jika Saga memilih Shea aku juga tidak keberatan. Sayang, Shea orang baik, dan aku juga cocok dengan Shea. Jika Shea menjadi menantuku maka suasana mansion ini akan berbeda dari sebelumnya," ucap Mom Sashi mengutarakan pendapatnya pada Dad Andreas.


"Kamu tidak bisa hanya memikirkan diri kamu sendiri Sashi, melihat sifat dingin Saga pada Shea selama ini, apa kamu yakin jika mereka benar-benar memiliki hubungan?" pertanyaan Dad Andreas itu sontak membuat Mom Sashi terdiam. Ia juga berpikiran hal yang sama. Apakah hubungan keduanya benar-benar terjadi atau semua hanya omong kosong yang dibuat Saga.


****


Berbeda dengan keluarganya yang resah, Saga justru membawa Shea yang sudah berada di dalam mobilnya ke sebuah jalanan yang nampak sepi.


"kenapa kau membawaku ke tempat ini? apa yang ingin kau lakukan padaku hah?" Shea menatap sekelilingnya yang nampak sepi dengan cahaya lampu yang temaram. Ia tidak memungkiri bahwa saat ini ia merasa ketakutan berada di tempat yang sepi dan raut wajah dingin Saga yang menatapnya intens sejak tadi.


Saga melepas seat belt yang dipakainya dan mengarahkan pandangan pada Shea sepenuhnya.


"Mari kita buat perjanjian kerjasama. Aku membutuhkanmu untuk menjadi istriku hanya untuk sementara, dan kau akan mendapatkan imbalan uang dariku bagaimana?" ucap Saga memberikan tawaran yang cukup mengejutkan bagi Shea. Tawaran yang sama sekali tidak masuk akal baginya, mempermainkan sebuah pernikahan dan ikatan di dalamnya bukanlah hal mudah untuk di lakukan.


"Apa kau gila? aku tidak membutuhkan uang dari mu,"tolak Shea dengan cepat.


"tentu saja kau tidak membutuhkannya, bukan kah kau senang hidup menumpang di tempat orang," perkataan Saga yang menohok itu membuat Shea tak terima. Yah, tapi Shea menyadari jika saat ini ia hanya sebagai benalu di keluarga Mom Sashi dan Dad Andreas.


"Yah, aku sadar. Sangat sadar diri bahwa aku hanya menumpang di keluargamu. Tapi melakukan pernikahan palsu dan membohongi banyak orang, aku tidak bisa melakukannya,"


Saga berdecak, "jika kau sadar diri seharusnya perjanjian ini bisa kau lakukan. Kau juga tau bahwa di dunia ini tidak semuanya bisa gratis, Nona Shea,"


Shea menghela napas panjang, "kenapa harus aku? kenapa tidak orang lain? kenapa kau harus melibatkan ku dengan masalahmu?"


"Karena aku yang memilih, aku yakin hubungan ini tidak akan melampaui batas. Karena kau sama sekali bukanlah tipeku," jawab Saga yakin seolah ia tidak akan pernah mencintai Shea saat hubungan suami istri itu terjadi.


"tapi bagaimana jika sebaliknya, bagaimana jika saat tiba nanti kau menyukaiku?" pertanyaan Shea sejenak membuat Saga berpikir, namun hanya sesaat karena setelahnya Saga tertawa mengejek.


"Apa yang membuatku bisa mencintaimu? kau sama sekali bukanlah tipe ku. Bahkan jika kau telanjang sekalipun disini aku tidak akan pernah menyentuhmu,"


Bersambung.