
" Halo bu? "
" Halo Eve. Hari ini kita jalan - jalan yuk Nak. Kemana kek gitu. Joshua dan Renata katanya bosen di rumah. Mama bilang mau kemana tapi katanya terserah yang penting katanya keluar dari rumah. Terus Mama bilang mau ngajak kamu mereka langsung setuju. Mereka bilang nanti katanya terserah kamu aja. "
" Disini sieh ada taman bermain. Lumayan besar nih. Kalo Mama mau mending ke sini aja. Taman bermainnya keren lho ma. Ada taman air juga dan besar banget. Sambil sekalian kita makan siang."
" Ada kolamnya ikannya kan? "
" Pastinya dong ma... "
" Ya udah. Ini kan udah jam delapan. Nanti. jam sembilan mama kesitu deh. Tungguin yah honey, " ucap Mama Eve.
" Iya Ma..."
" Bye nak."
" Bye ma."
Eve melangkahkan kakinya ke lemari baju.
Ia meraih kaos lengan panjang berwarna biru elektrik dan cardigan warna biru muda. Kemudian ia mengambil skinny jeans.
Setelah selesai mengganti baju, ia memoleskan bedak secara tipis ke wajahnya. Lalu ia memakai lip ice di bibirnya. Ia melihat ke jam tangannya, sudah 5 menit berlalu. Ia meraih tasnyanya dan mengambil sepatu berwarna putih polos.
Ia menunggu keluarganya datang di ruang tamu. Pembantunya menyuguhkan minuman dingin, strawberry milkshake dan kudapan di atas meja.
Eve membaca sebuah buku novel yang terdiri dari dua ratus tiga puluh halaman. Menceritakan tentang kehidupan anak sma yang penuh lika - liku dan permasalahan hidup. Ia sudah membacanya dan sekarang ia berada di dua bab terakhir. Akhir yang berbuah manis, kisahnya berakhir bahagia setelah banyak cobaan yang telah dialami.
Datanglah keluarga Eve.
" Eve! " Ucap sang Papa.
" Papa..." Ucap Eve rindu.
Merekan pun saling berpelukan hangat.
" Hai princess and princekuš " ucap Eve sambil memeluk kedua adik tirinya. Satu kecupan berhasil mendarat di pipi Renata yang bulat. Eve mencubit gemas pipi Joshua. Ia benar - benar sangat menyayangi kedua adiknya. Ia benar - benar merindukan kedua adiknya.
" Kita mau ke taman kan kak? " tanya Renata.
" Iya princess," jawab Eve.
" Asyikk! Ada ayunan sama seluncurannya kan? " tanya Renata yang semakin membuat Eve gemas.
" Iya princessku..." Sekarang sang Ayah yang menjawab.
" Ayo! Udah sayang - sayangnya dulu. Katanya pengen jalan - jalan. Ayo kita jalan - jalan," ucap Mama.
" Hehehe..." ucap Eve tersipu malu.
" Kakak tuh mah, dari tadi meluk - meluk mulu," ucap Joshua. Renata dan Joshua mengangguk serempak.
" Gimana sekolahnya nak? " tanya Papa Eve.
" Lancar pa," jawab Eve.
" Gimana dengan sahabatmu itu? Aduh siapa sih namanya... Mama lupa. Ah ya, Anna. Gimana kabarnya nak?" Tanya Mama.
" Kabarnya kuran baik ma, dia lagi ada masalah di sekolah."
Wajah Eve kembali lesu ketika mengingat Anna.
" Kakak Anna emangnya kenapa kak? " tanya Renata.
" Kakak Anna dituduh mencuri uang temennya kakak. Sampe dipanggil di ruang bk..." jawab Eve.
" Kasihan banget yah Anna," jawab Mama.
" Semoga masalahnya cepat selesai yah," sambung Mama.
" Iya ma, semoga aja."
Mobil sudah sampai di tempat parkiran taman yang mereka tuju. Setelah mobil terparkir rapi, mereka keluar dari mobil. Papa Eve, Eve, Joshua, dan Renata pergi ke kolam ikan. Mama pergi ke tempat penjual gulali lalu membeli popcorn.
Setelah puas ke kolam ikan, mereka beranjak ke seluncuran. Joshua dan Renata asyik bermain seluncuran. Lalu Mama datang dan akhirnya mereka pindah duduk di sebuah bangku kursi berwarna putih. Mereka duduk menghabiskan gulali dan popcorn.
" Mama... beli ice cream!" pinta Renata.
" Iya nak," jawab Mama.
Akhirnya mereka berpindah ke ayunan yang bisa memuat 5 orang. Kali ini Papa Eve yang pergi ke tempat penjual es krim. Setelah itu Papa Eve kembali dan meminta Eve untuk membantu membawakan es krim.
Es krim milik Renata dan Eve rasa strawberry, rasa es krim Joshua rasa kacang, rasa es krim Papa Eve rasa coklat kacang almond, dan rasa Mama adalah rasa Cokelat vanilla.
Setelah puas makan es krim, mereka pun bermain dan jalan - jalan mengelilingi taman yang cukup luas.
" Mama, Renata mau pipis..."
" Ya udah, Renata ditemenin kakak Eve yah..."
" Iya ma."
Eve dan Renata pergi ke toilet. Toilet itu dekat dengan tempat parkiran dan dekat dengan jalan raya. Eve terheran - heran melihat Renata yang membawa - bawa bola mainan ke kamar mandi. Katanya Renata, kalo bolanya dipegang sama Joshua nanti Joshua nggak kasih kesempatan buat Renata main. Jadi bolanya harus Renata yang pegang dan setelah itu mereka bisa main bersama.
Renata masuk ke dalam toilet. Tiba - tiba terdengar suara dering telepon dari ponsel Eve. Ia pun pergi agak jauh dari toilet. Eve pun mengangkat telepon tersebut.
Renata pun sudah selesai dan keluar dari toilet, ia terpeleset dan bolanya menggelinding ke jalan luar.Toilet dekat sekali dengan jalan raya.
Renata kebingungan karena Eve tidak ada. Ia sambil tertatih ke jalan. Tiba - tiba...