
Anna menghela napas. Baiklah, Ia menyerah. Anna pamit pulang. Ia akan berkunjung lagi besok.
Eve mengangguk.
Eve mengantarkan Anna hingga ke depan pintu. Lalu ia melambaikan tangan. Lama - kelamaan punggung Anna semakin menjauh dan hilang di ujung sana. Lalu Eve menutup pintu.
Eve berjalan ke arah ranjang adiknya. Ia mengelus lembut penuh kasih sayang rambut adiknya. Mama dan Papa Eve sedang di kantor. Sedangkan Joshua sedang di sekolah.
Adikku...
Apakah kau pernah mendengar kisah tentang Rembulan dan Gemintang? Aku tahu ini bukan dongeng kesukaanmu yang sering diceritakan Ayah sebelum tidur. Tapi ku harap kau mau mendengar kisah ini...
Eve kembali menitikkan air mata. Ia menggenggam jemari Renata. Lalu kembali berbicara lewat hatinya.
Ada seorang anak bernama Rembulan. Dia sangat cantik, dan juga baik hati. Namun sayangnya... ia seorang anak yang yatim piatu. Sejak berusia empat tahun ia diasuh oleh Paman dan Bibinya yang sangat baik hati. Ia tak punya siapa - siapa. Orang tuanya di bunuh oleh seorang raja kejam yang tamak dan sombong.
Ia punya seekor kucing yang diberi nama Tio. Kucing betina. Kata Paman dan Bibinya, kucing itu sangat istimewa. Karena kucing itu merupakan pemberian dari kedua orang tuanya sebelum tiada.
Kucing itu amat manis. Imut menggemaskan.
Kucing itu ditemukan oleh Paman dan Bibinya saat rumah Rembulan dirobohkan oleh raja yang kejam itu. Terdapat sebuah surat di dalamnya. Yang mengatakan bahwa " Siapapun yang menemukan kucing ini. Tahukah kalian bahwa kucing ini amat istimewa? Dan pemiliknya ku berikan pada anak semata wayangku, Rembulan. Tolong berikan kucing ini padanya. Karena kucing ini suatu hari nanti akan membantu anakku. Maka, berikanlah padanya."
Pamannya pun memberikan kucing itu pada Rembulan. Rembulan pun sangat menyayangi kucing itu.
Rembulan, Paman dan Bibinya tinggal jauh di dalam hutan. Jauh dari hiruk pikuk kehidupan istana. Rembulan pun sangat menyayangi Paman dan Bibinya yang telah merawatnya.
Usianya telah menginjak 14 tahun. Ia tumbuh menjadi gadis yang amat cantik. Kulit bening, bulu mata lentik, bibir merah, rambut hitam legam dengan lesung pipi yang selalu muncul ketika ia tersenyum.
Rembulan melambaikan tangan pada Paman dan Bibinya. Perasaannya amat gelisah. Perasaannya pun tak enak. Ia berusaha menenangkan pikiran dan hatinya dan berusaha menghilangkan firasat buruknya.
Paman dan Bibinya berjanji akan kembali minggu depan. Namun hari demi hari telah berlalu. Paman dan Bibinya tak kunjung kembali. Membuat perasaanya semakin tak karuan.
Rembulan memutuskan untuk bersabar. Dua bulan berlalu namun Paman dan Bibinya tak kunjung kembali. Tak sebetik kabar muncul. Hatinya semakin gelisah.
Rembulan pun memutuskan untuk menyusul. Ia pun memantapkan hatinya agar terus melawan rasa takut yang muncul. Ia mengganti pakaian sehari - hari yang biasa ia kenakan dengan pakaian seorang pengembara. Ia membawa panah dan tombak. Pamannya mengajarkan ia bela diri, memanah, dan menggunakan tombak.
...
**Penasaran dengan cerita selanjutnya?
Yuk tungguin terus terus episode selanjutnya buat tau gimana kisah Eve dan adiknya.
Klo mau tahu ceritaku yang lainnya tinggal klik profilku yahh🤗 Jangan lupa buat follow, like, comment, vote, and rate yah...
Kutunggu kritik dan sarannya...
Tinggalkan jejak kalian yah😁 Karena jejak kalian akan sangat penting buat author😀
Makasih yah udah baca😄
Thankss
Author : Dianna Bee**