My Best Friend

My Best Friend
Bab 3



Setelah berada di lapangan mereka memulai latihan pemanasan,Wina dan Wilda pun langsung pemanasan.


dari kejauhan mereka berdua diamati oleh wawan.wawan berniat mengerjai mereka


Wawan : kalian berdua kesini dulu


Wilda : ada apa ya win? kenapa kita dipanggil


Wina : nggak tau,ayo kita kesana daripada dapat marah lagi(menghampiri Wawan)


Wilda : ada apa kak ?


Wawan : kalian bawa alat panahan ini ke lapangan


Wina : ya ampun kakak bisa kan bawa sendiri ngga usah nyuruh kita dong ( muka kesal)


Wilda : iya kakak kan bisa bawa sendiri


Wawan : jadi kalian tidak mau bawa ini


Wina,Wilda : Tidak mauuuuu( balik badan)


Wawan : ok,tapi jangan harap kalian ikut di kelas pelatihan saya paham ( muka marah)


Wina : hehehe itu lebih bagus kak


Wilda : Wina apaan sih kita bisa kena marah sama keluarga di rumah kalau tau kita tidak latihan, sebentar lagi ada lomba tau


Wina : nggak peduli ( menjauh )


tiba-tiba datang kakak kelas jurusan teknik ia merupakan pelatih tetap panahan yang baru saja ditunjuk oleh pihak sekolah untuk melatih siswa yang akan ikut lomba panahan


Wiwin Adriansyah adik Wawan.


Wiwin : kenapa kalian belum latihan masih santai saja


Wilda : gara-gara orang ini ( menunjuk Wawan)


Wawan : hei saya kan cuma minta tolong bantuin saya bawa alat panahan ini


Wilda: itu kan berat tau


Wiwin : sudah cukup kalian kelapangan


Wina : dasar laki-laki nyebelin dua-duanya sama saja muka dingin,galak pula lagi


Wilda : udah nanti kena marah lagi


sementara di lapangan siswa perempuan berhenti pemanasan mereka memandangi 2 Kakak senior yang super ganteng, mereka tau dua orang itu saudara, sementara Wina dan Wilda belum mengetahuinya.


latihan pun dimulai Wina dan Wilda sudah sangat handal dalam permainan panahan mereka hanya butuh latihan sesekali,mereka sudah sering ikut lomba dan mendapat juara.


keesokan harinya Wina tiba disekolah ia menunggu Wilda di gerbang sekolah karena hari ini tidak berangkat bersama.


namun tiba-tiba muncul Wiwin pelatih mereka kemarin Wina kaget karena Wiwin menghampirinya


Wiwin : kenapa belum masuk ini bukan tempat menunggu


Wina : bukan urusan loe ( kesal)


Wiwin : ini jadi urusan saya kamu menghalangi jalan siswa lain


Wina : heii kakak senior dingin,galak tuh masih luas untuk mereka lewati


Wina : huuu siapa suruh cari masalah dengan ku


Wilda sudah datang mereka langsung ke kelas dan mengikuti jam pelajaran.


jam istirahat


Wilda : win kita ke kantin yuk gue nggak sempat bawa makanan


Wina : ok


Wina dan Wilda pergi ke kantin bersama dengan teman-teman termasuk Rendy


Rendy : Kalian ikutan latihan panahan kemarin kan?


Wilda : iya,tapi tidak berjalan lancar gara-gara pelatihannya menyebalkan


Rendy : memangnya siapa pelatihannya bukannya Pak Rahman yang melatih kemarin?


Wilda : bukan pak Rahman menyerahkan pada ketua OSIS kita Wawan, dan juga orang gantengnya teknik lupa gue namanya


Randy : Wiwin maksud kamu


Wilda : iya itu


Randy : mereka saudara


Wina ,Wilda : What?


loe serius mereka saudara ?


Wina : pantes aja mukanya hampir sama,galaknya juga sama super dingin pula lagi huuu


tiba- tiba Wawan dan Wiwin ada dibelakang mereka


*Wawan : kalian membicarakan saya


Wina,Wilda ,Randy dan temannya kaget semua


Wilda : emang kenapa kalau gue bicarakan loe , memang kenyataannya begitu kalian Super galak


Wina: nggak usah diladenin kita pesan makanan aja


Wiwin : dasar perempuan tidak tahu sopan santun.


Wina : biarin masalah buat loe


selesai makan mereka langsung ke kelas


namun pada saat berdiri Wiwin sengaja menghalau jalan Wina sehingga Wina jatuh ke lantai.


Wina : auu sakit banget lagi lutut gue


Wiwin : itu pelajaran buat loe lain kali loe sopan sama senior


Wilda : win ayo berdiri ngga usah pedulikan


Wina dan Wilda langsung pergi namun Rendy dan temannya belum beranjak dia sangat marah melihat Wina jatuh tadi


Randy : gue peringatan sama loe jangan pernah ganggu Wina dan Wilda kalau tidak kalian tau akibatnya*


bersambung..