My Best Friend

My Best Friend
Episode 15 : Renata telah... pergi



Rembulan dan Gemintang kembali melangkahkan kaki mereka. Rembulan tak akan menyerah.


Ia akan terus bertanya ke sana kemari, mencari titik terang, hingga menemukan jawaban. Gemintang tetap setia untuk membantu.


Bertanya kesana - kemari... Namun tak ada satupun yang bisa membantu. Rata - rata jawaban yang diberikan lebih banyak tidak tahu.


Menggeleng, ada yang menjawab dengan ramah, ada yang tak berpaling sama sekali... Ada juga yang menjawab seadanya. Lebih banyak yang tidak tahu.


Rembulan dan Gemintang kembali meneruskan pencarian mereka.


Akhirnya... sampailah mereka di kawasan kerajaan yang sangat luas dan besar. Gemintang tentu masih mengingat dengan jelas dimana letak kerajaan yang mereka tuju.


Meskipun ia lebih memilih mengalah, berharap suatu saat akan ada titik terang. Karena ia yakin orang yang berbuat baik pasti akan mendapat balasan yang setimpal. Begitupun dengan orang jahat.


Mereka beruntung, penjagaan di istana sedang longgar. Tapi sebelum itu, mereka sudah tahu kabar membahagiakan.


Raja yang tamak dan sombong itu, paman dari Gemintang itu sudah mati. Tewas di serang oleh perampok saat melakukan pemburuan hewan liar di hutan belantara.


Kabar yang membuat hati Gemintang sedikit membuncah.


Sekarang kerajaan Bumi sudah kembali di tangan paman Bumi, paman dari Ayah Gemintang tentu saja. Dengan ini, ia bisa dengan mudah kembali ke tempat asalnya.


Rembulan dan Gemintang sudah memasuki kawasan istana. Mereka memasuki pintu istana yang sangat besar.


Tiba - tiba mereka dihadang oleh dua orang prajurit.


"Siapa kalian?!! Ada kepentingan apa kalian ingin masuk ke kerajaan?" tanya salah satu dari prajurit.


"Apakah kalian tidak mengenalku?" tanya Gemintang dengan pura - pura mengerutkan alisnya.


"Tunggu... Apa... Apakah kau Pangeran Gemintang?"


"Tentu saja!" Gemintang tersenyum.


"Wah! Pangeran Gemintang telah kembali! Pangeran Gemintang kembali! Pangeran Gemintang sudah sembuh dari kutukannya! Lihat! Pangeran Gemintang telah kembali!" prajurit itu berseru - seru.


Seluruh prajurit datang berkumpul dan bersorak - sorak gembira di halaman istana. Bagaimana tidak? Pangeran yang mereka rindukan... Sosok pangeran yang diidolakan telah kembali.


Sosok pangeran baik hati, penuh inspirasi, lucu, dan sangat tampan sudah sembuh dari kutukannya yang menjadi manusia kera! Mereka sangat senang.


Paman Gemintang keluar dari istana.


"Apa... Apakah itu kau Gemintang?"


"Paman! Ini aku Gemintang! Keponakanmu yang tercinta! Ini aku! Aku sudah kembali!"


"Gemintang! Paman dan Bibimu ini sangat merindukanmu... Astaga, Gemintang! Paman sungguh merasa senang. Kau telah kembali!"


Paman dan Bibi Gemintang pun berpelukan. Melepas kerinduan yang tertahan. Semua telah kembali.


"Gemintang, ini siapa? Dia cantik sekali... Apakah dia kekasihmu?" tanya Bibi Gemintang, melihat ternyata sang Keponakan telah kembali, namun tidak seorang diri. Melainkan dengan seorang gadis.


"Hahaha... Bibi bisa saja menggodaku. Tapi semoga saja dia mau menjadi kekasihku, Bi! Dia teman perjalananku. Dia cantikkan Bi? Namanya Rembulan. Dia ingin mencari Paman dan Bibinya yang tidak pernah kembali..." jelas Gemintang sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Rembulan. Rembulan tersipu malu.


Rembulan bertemu kembali dengan Paman dan Bibinya. Paman dan Bibinya sudah diangkat menjadi penasihat raja. Semua sudah kembali.


Paman dan Bibinya dikurung oleh raja tamak yang telah tewas itu karena tak mau bertanggung jawab atas kematian orang tua Rembulan. Paman dan Bibinya kasihan pada Rembulan karena tak tahu perihal orang tuanya. Orang tua Rembulan meninggal karena tak mau memberikan harta mereka pada Raja tamak itu.


Akhirnya... Rembulan pun bisa mengetahui perihal orang tuanya.


Misteri telah terungkap.


Gemintang kembali kepada orang tuanya. Ia diangkat menjadi raja. Tujuh tahun kemudian, Gemintang dan Rembulan hidup bahagia. Dan akhirnya mereka hidup bahagia....


Renata... Itulah kisah tentang perjuangan hidup. Tak mudah memang menjalaninya...


Tapi yakinlah bahwa selalu ada akhir bahagia.


Bisik Eve. Adiknya masih belum sadar juga.


Tiba - tiba... mata Renata perlahan - lahan terbuka. Tangan Renata bergerak - gerak. Eve segera memanggil orang tuanya yang baru saja datang dan langsung segera memanggil dokter untuk mengecek kondisi Renata.


Dokter mengecek kondisi Renata. Tapi Renata tiba - tiba berkata


"Kakak..." panggil Renata.


Eve kembali menitikkan air matanya. Ia menatap wajah sang adik dengan sorot mata penuh penyesalan. Dan menggenggam jemari sang adik dengan lembut.


"Kakak... Kakak jangan menangis lagi. Kakak janji yah jangan nangis lagi. Sampai kapanpun. Kakak janji yah ini terakhir kalinya kakak menangis. Kakak nggak mau kan lihat Renata sedih karena kakak menangis?" Mata Renata semakin meredup.


Eve mengangguk.


"Mama... Papa... Renata bakal pergi... Jagain Kakak Eve yah supaya dia jangan nangis. Mama jangan nangis yah. Renata sayang banget sama Mama. Renata juga sayang sama Papa, Joshua, dan Kakak Eve... Joshua jangan nakal lagi yah! Janji sama aku. Jadi anak yang baik yah! Rajin belajar dan jangan nyusahin Kak Eve! Aku sayang banget sama kamu Joshua..."


"Kakak... jagain Mama, Papa, dan Joshua. Janji yah jangan nangis lagi. Rinduin aku di surga... Aku sayang banget sama Kakak. Aku cinta sama keluarga ini... Aku senang dan merasa beruntung terlahir di keluarga ini. Aku sayang Kakak..."


Renata tersenyum. Perlahan kedua mata itu meredup. Hingga sepenuhnya tertutup rapat.


Renata telah pergi. Meninggalkan berjuta kenangan...


Eve terisak hebat. Begitupun dengan sang Mama. Eve sangat menyesal.


...


**Assalamualaikum Wr. Wb.


Terima kasih buat readers yang sudah mau meluangkan waktu kalian untuk membaca story ini. INGAT!!! JANGAN JADI SILENT READERS!! Budayakan untuk like dan vote setiap selesai membaca. Tinggalkan jejak yang banyak! Berupa follow, like, comment, vote, and rate 5 yah. Karena jejak kalian akan sangat penting buat Author, supaya Author makin semangat nulisnya.


Jangan lupa kunjungi story Author yang lain, tinggal klik profil Author. Yang mau promosi juga boleh, tinggal komen sehabis membaca. Atau bisa juga masuk untuk bergabung di grup chat Author, promosinya dalam bentuk link/tautan yah. Dengan senang hati Author bakal mengunjungi.


Wassalamualaikum Wr.Wb


Author


Dianna Bee**