
Jam istirahat selesai,mereka kembali ke kelas masing-masing dan mengikuti kembali jam pelajaran.
Setelah jam pelajaran selesai Wina dan Wilda bergegas pulang bersiap untuk melanjutkan latihan panahan karena sebentar lagi lomba itu akan dilaksanakan ditingkat Sekolah Menengah Kejuruan.
Wina sampai dirumahnya dan bergegas ke kamar sebelum itu iya menyapa ke dua orangtuanya.
Wina : Assalamualaikum papa,bunda
waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, jawab keduanya
setelah itu dikekamarnya,namun Wina tidak menyadari kepulangan sang kakak yang dari luar kota, ya maklum kakaknya tidak memberitahu kedatangannya sama adik tercinta.
Wina langsung berteriak
K A K A K.... langsung memeluk sang kakak
Wina : kakak udah pulang sambil menangis diperlukan kakaknya
Wahid : iya kakak udah pulang sayang ( memeluk sang adik dengan erat )
Wina : kenapa kakak nda bilang kalau mau pulang aku kan bisa jemput kakak di bandara , kakak lama banget baru pulangnya kayak tidak punya keluarga saja ( coleteh Wina di pelukan sang kakak)
Wahid : bukan kejutan namanya kalau dikasih tahu ( melepaskan pelukan sang adik dan menghapus air matanya yang sudah dari tadi membasahi kemeja sang kakak)
Wina lupa hari ini ada latihan dan langsung melihat jam,
Wina : Astaghfirullah...
Wahid : kamu kenapa sih dek
Wina : kak aku sudah terlambat latihan panahan
Wahid : sudah tidak apa-apa kamu ganti baju baru kakak antar
Wina : kakak serius,nanti kakak capek kan baru datang
Wahid : kalau untuk adik kakak sayang tidak masalah ( sambil tersenyum)
Wina bergegas ke kamar, sementara orang tuanya Hanya senyum melihat kedua anaknya itu yang tampak bahagia, mereka sangat senang dengan kepulangan putra sulungnya itu dan akan menetap di Jakarta untuk membantu papanya di kantor.
Wina dan Wahid berjalan menuju parkiran dan masuk mobil dan berangkat ke tempat latihan
sampai ditempat latihan, ia sudah ditunggu oleh kakak seniornya yang merupakan pelatihannya siapa lagi kalau buka si muka dingin,Wiwin dan Wawan kakak beradik yang menjengkelkan.
Wina keluar dari mobil sementara kakaknya belum keluar.
"Wiwin menghampiri Wina"
Wiwin : bagus sudah pintar ya terlambat,kamu terlambat dua puluh menit tau.( dengan nada suara yang tinggi)
Wina : maaf kak tadi ada urusan jadi saya terlambat ujarnya Cuek
Wawan : karena kamu terlambat maka kamu diberi hukuman lari dikalangan sebanyak dua puluh kali.ujar Wawan dengan suara meninggi
Wina : what ? kenapa dua puluh kali kak itu banyak banget lapangan juga luas, (protes).
sementara itu Wilda langsung menghampiri Wina, teman yang sedang latihan pun sontak berhenti melihat perdebatan pelatih mereka dengan Wina.
Wilda : kak apa-apa sih ,kenapa harus dihukum lari,dua puluh kali pula juga itu kebanyakan
Wawan : kamu juga mau dihukum?
lebih baik kamu diam ( tatapan kesal kepada Wilda )
Wilda : tidak masalah kalau saya juga dihukum tapi itu beneran kebanyakan kak,
dua kali saja ya ( memohon )
Wawan, Wiwin: TIDAK... sontak bersamaan.
dalam hati Wilda sangat khawatir kalau Wina beneran lari dua puluh kali,itu sama saja mau membunuh Wina.Wilda takut penyakit Wina kambuh.namun Tiba- tiba kakak Wina yang didalam mobil sudah dari tadi mengamatinya dan sangat kesal terhadap dua laki-laki didepannya itu,dia tidak pernah memarahi adiknya maupun menghukumnya sontak saja ia tidak terima adiknya diperlakukan seperti itu,ia pun langsung keluar dan menghampiri Wiwin dan Wawan.
Wahid : kalian berani menghukumnya,( tegas Wahid)
Mereka langsung menoleh dan menatap Wahid bersamaan, begitupula dengan teman-teman yang di lapangan,mereka sangat kaget dengan kedatangan Wahid.
mereka tidak menyangka kakak senior sekaligus Alumni dari sekolah tempat Wina.
ya siapa yang tidak kenal dengan Wahid kak Wina ,dia sangat tampan dan disukai oleh banyak wanita dan dikenal dengan sikap yang dingin,tegas cuek.
bersambung