
Kedatangan Wahid membuat orang yang ada disekitarnya sangat kaget pasalnya mereka tidak tau Wahid adalah kakak wina.
Wahid : Tadi kau bilang ingin menghukum adik saya ? ( tatapan tajam kepada Wiwin dan Wawan )
Wiwin : ya itu betul karena adik lho terlambat jadi wajar kalau kami menghukumnya ( sinis )
Wahid : Bukan berarti lho menghukumnya dengan lari dua puluh kali di lapangan ini ( tegas )
dan satu lagi kalau sampai adik saya kenapa-kenapa karena hukuman ini maka jangan salahkan saya jika bertindak lebih jauh
Wiwin : baiklah saya hanya akan menghukum adik lho dengan lari 5 kali
Wawan : sebaiknya lho cepat lari lima kali putaran dan langsung mengikuti latihan ini ( menunjuk Wina )
Wahid : Win kamu lari lima kali,kakak minta maaf sudah membuat kamu terlambat ,tapi jangan khawatir,mulai besok mereka tidak akan melatih lagi disini.( tersenyum melihat Wiwin dan Wawan )
Wawan dan Wiwin : Maksud lho apa,lho pikir kita akan mundur dari pelatihan ini jelas- jelas kita yang diberikan kepercayaan oleh guru olahraga kami disekolah dan juga kepala sekolah kami
Wahid : Ya betul tapi itu se- Izin saya,( terlihat santai )
saya memilih kalian karena pengalaman kalian luar biasa tapi ternyata sifat kalian menyebalkan,kalian pasti sengaja menghukum adik saya bukan ?
wiwin : sebenarnya kamu itu siapa dan kenapa kamu ikut campur urusan pelatihan disini
Wahid : seperti yang saya katakan tadi,saya adalah kakaknya Wina dan selebihnya tidak perlu kamu tahu ( kesal )
Wiwin : Ok,Kali ini saya maafkan adik kamu
Wahid : Bagus,Win kamu lanjut latiah saja sama Wilda dan kamu beritahu kakak jika mereka berdua macam-macam lagi
Wina : iya kak ,tapi biarkan aku menjalankan hukumannya dulu
Wahid,Wilda : Tidak.. , langsung saja latihan
Wina : tapi kak saya tidak enak dengan teman-teman yang lain.
Wahid : Tidak masalah cepat kamu latihan,Kakak tunggu disini
Wina : Baiklah
Wiwin menyadari hal itu sehingga iya langsung menegur mereka untuk fokus karena tidak lama lagi pertandingan panahan akan di mulai sisa beberapa Minggu.
Selesai latihan Wina dan Wilda pulang bersama dengan kakaknya.
sementara itu Wawan dan Wiwin masih bertanya-tanya siapa sebenarnya Wahid dan kenapa dia memilih kami untuk jadi pelatih disini.
diperjalanan pulang Wawan dan Wiwin singgah di rumah guru olahraganya dan menanyakan tentang Wahid,
Wawan : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Tio ( Guru olahraga ) : waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu,eh kalian ayo masuk
Wawan : iya pak ( merekapun masuk )
Tio : ada apa tumben kalian kesini ?
bagaimana latihannya hari ini ?
Wawan : Alhamdulillah pak semua baik-baik saja, kedatangan kami disini untuk menanyakan mengenai kak Wahid alumni disekolahkan kita pak ?
Tio : Wahid sudah kembali ke sini ( sangat senang mendengarnya )
Wiwin : iya pak,cuma dia sedikit menyebalkan waktu datang ke tempat latihan,dia tidak membicarakan kami menghukum adiknya yang terlambat ?
Tio : Kalian jangan mencari masalah dengan Wahid ataupun adiknya karena dia tidak segan-segan menyakiti orang yang mengerjai adik perempuan satu-satunya
Wiwin : kenapa pak kita kan hanya menjalankan aturan untuk menghukum orang yang terlambat
Tio : Terkecuali adiknya,dia tidak mau adiknya kenapa-kenapa meskipun itu menyalahi aturan dia juga tau itu salah,tapi saat pulang dirumahnya pasti dia yang akan memberikan hukuman kepada adiknya sendiri,lebih baik dia yang menghukum daripada orang lain yang menghukum adiknya.
Wawan : Begitu pak ,saya baru paham
Wiwin : Tapi,apa maksudnya dia yang memilih kami untuk jadi pelatih ?
Tio : Itu...
Barsambung