My Best Friend

My Best Friend
Episode 19 : Bismillah #1



Ada dua hal yang membuat Eve menangis pagi ini. Yang pertama ketika ia terbangun dari tidurnya. Ia bermimpi melihat sang Ibu yang memeluknya, sangat erat. Itu adalah ibu kandungnya. Laluketika sang ibu melepas pelukan, dan tiba - tiba pergi. Eve berusaha menggapaitubuh sang ibu, Tapi ia terlambat. Sang ibu menghilang di telan cahaya silau.Lalu ia kembali sendiri. Di sebuah tempat yang tidak ia kenali.


Kemudian ketika ia sarapan. Ia merasakan kesepian yang amat sangat. Membuatnya kembali menitikkan air mata.


Pagi ini, dia akan berangkat ke sekolah. Ia tidak boleh terlalu lama mengambil cuti. Ia harus menguras otak demi mengejar ketertinggalan.


 Ia rindu pada Anna. Mereka masih sering berkomunikasi lewat dunia maya. Seperti whatsaap. skype, mesengger, atau saling membalas komentar di postingan yang di upload oleh salah satu diantara mereka. Lewat sms beberapa kali. Untuk teleponan sangat jarang akhir - akhir ini. Lewat mimpi juga beberapa kali . Salah satu bentuk komunikasi yang menjelma di dalam tidur.


 Ia memperbaiki seragam sekolahnya. Bismillah... Kali ini untuk pertama kalinya, ia keluar dari rumah menuju ke


sekolah mengenakan hijab. Setelah beberapa kali ia melihat ke arah cermin di kamarnya, untuk memastikan tidak ada kesalahan. Dengan mengenakan hijab, akan menutupi helai - helai rambutnya yang panjang.


 Rok yang ia kenakan pun panjang. Sekarang ia sudah tampil tertutup. Semoga dengan penampilannya yang serba


tertutup ini, bisa menjadi awal yang baru itu. Awal untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Eve merasa seperti terlahir kembali.


 Di dalam mobil, sambi ke jalanan lewat jendela mobil, pikiran Eve kembali menerawang. Dulu, ketika ibu


kandungnya masih hidup, ibunya adalah sosok panutan yang sangat lembut dan bijaksana. Melakukan apapun dengan penuh kasih sayang dan sorot mata penuh ketulusan. Ibunya tak pernah marah, hanya menasihati. Ibunya juga jarang sekali melarang, hanya dengan memberikan pengertian. Mana yang baik untuk dilakukan.


 Ibunya dulu shalehah. Ibunya selalu  memakai pakaian serba tertutup dengan pakaian yang syar'i. Selalu memakai pakaian takwa. Tak pernah melewatkan shalat lima waktu.


 Dulu Eve juga sangat rajin beribadah. Meskipun belum memakai hijab. Eve paling suka berwudhu, karena ia bisa sekalian main air. Sejuk sekali ketika air wudhu menyentuh kulitnya. Terasa segar.


Namun ketika ibunya telah tiada... Eve semakin jarang melakukan hal - hal tadi. Terlebih ketika tahu ia akan mempunyai ibu baru. Ia benar - benar meninggalkan hal itu ketika usianya menginjak enam tahun.


Ia masih takut, karena yang terus berputar - putar di kepalanya adalah bahwa ibu tiri itu selalu jahat. Ia pikir ibu tiri itu selalu akan menyiksa dan memarahi anak tirinya, tanpa belas kasihan sedikitpun. Tapi ternyata ia keliru, tidak semua ibu tiri seperti itu. Karena ibu tirinya sangat baik, dan selalu memberikan barang - barang yang mahal.


Eve sangat sungkan sekali meminta apapun dari ibu tirinya, bahkan hingga detik ini. Tak terasa mobil yang dinaikinya sudah sampai di depan gerbang sekolah. Eve tersadar dari lamunannya. Lalu ia mengucapkan  terima kasih kepada supirnya, lalu turun dari mobil.


Ia mengucapkan bismillah, dan kembali memantapkan hatinya. Hari ini dia akan tampil dengan pakaian serba tertutup, dengan aksen hijab yang menutupi helai - helai rambutnya. Ia melangkahkan kakinya menuju gerbang.


Dan ia sungguh tak menyangka, semua orang nampak terpana ketika melihatnya tampil dengan gaya baru, menggunakan hijab. Ia pikir nantinya ia akan dianggap sok alim, namun ternyata ia keliru lagi. Semua benar - benar diluar dugaanya.


"Eve... Ini beneran kamu yah? Cantik banget..."


"Haduh! Pangling aku lihatnya! Keliatan beda! Tapi kamu tampak lebih cantik lho!"


"Selamat yah atas hidayahnya... Semoga dengan memakai hijab kamu bisa lebih menjaga auratmu. Aku doain.... Semoga bisa menjadi awal yang baik yah..."


Itulah beberapa komentar dari orang - orang yang ditemuinya ketika ia berjalan menuju kelas. Eve terharu. Ia tak menyangka respon dari orang - orang sebaik ini. Sangat positif padanya. Beberapa temannya, ataupun kakak kelasnya yang mengenalnya, yang memang sudah mengenakan hijab sejak lama, mengucapkan selamat atas hidayah yang di dapat oleh Eve.