Mr. Mafia and Ms.Container

Mr. Mafia and Ms.Container
Resah



Semua orang sudah berkumpul dalam aula perusahaan . Dalam benak mereka ada masalah apa sampai mereka dikumpulkan .


tak tak tak ...


David dan Key memasuki ruangan . semuanya menatap ke arah mereka berdua , terlihat David yang mengenakan masker sedang menggandeng pinggang ramping key .


David dan key berdiri di depan seluruh karyawan " disini saya tidak akan banyak bicara , saya hanya ingin mengenalkan seseorang yang sangat besar pengaruhnya dalam hidup saya Istriku Mutia Chayra "


*jadi tuan David sudah menikah ..


Aku kira itu kekasihnya ...


tuan David yang arrogant itu sudah mempunyai pawangnya .


Aku yakin wanita itu yang menggoda tuan David


heh bodoh , kau lupa kalau tuan David itu punya penyakit OCD pada wanita , mana mungkin istrinya itu wanita sembarangan.


Kau hanya iri pada wanita itu* .


masih banyak lagi bisik bisik para karyawan dalam ruangan itu .


" Bawa masuk wanita itu " kata David lagi .


kedua security itu membawa seorang wanita yang penampilannya sudah acak-acakan.


semua orang menatap jijik pada Monic .


" sekarang berlutut dan minta maaflah pada istriku yang sudah kau hina " kata David dengan suara yang tegas


Monic menatap wajah David lalu wajah Key .


" maafkan saya nyonya " monic mengucapkannya dengan nada pongah . Key hanya mengangguk saja tanpa mengeluarkan suaranya .


" hari ini kau boleh menang , aku akan membalas semua penghinaan ini nyonya " batin Monic .


Seseorang berdiri di sudut ruangan sambil memperhatikan semuanya , tangannya memegang telpon sambil menghubungi seseorang " sudah dapat "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mark sedang berada di bandara menunggu kedatangan Louisa , hampir saja dia pulang dengan tangan kosong jika saja dia tidak mengingat perkataan Key " jangan pulang sebelum kau membawa Louisa bersamamu , atau aku akan meminta David mengirimmu kembali ke Turki "


" apa kau berani tuan Mark " suara Louisa terdengar meremehkan Mark.


" Akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah muncul , darimana saja kau hah , tidak taukah kau sudah 1 jam aku menunggu mu , bukankah pesawatmu sudah dari tadi mendarat "


Louisa memperlihatkan deretan giginya pada Mark " maaf ya aku tadi ketiduran "


Mark mendengus kasar lalu meninggalkan Louisa , " cepatlah , atau aku akan meninggalkanmu disini "


" Tidakkah kau ingin menolongku membawa koperku ! ini sangat berat "


" menyusahkan saja " tapi tetap saja Mark membantunya .


didalam mobil Louisa yang tadinya riuh hanya diam menatap keluar jendela , Mark heran melihatnya .


" kau sedang sariawan nona "


Louisa menatap Mark sambil menggelengkan kepalanya . " terus kenapa mulutmu diam saja ! kau ada masalah "


Louisa hanya diam saja , dia tidak ingin menceritakan masalah nya dengan orang lain . Melihat kebungkaman Louisa , Mark akhirnya memilih diam .


Di kantor David


" apa mas masih lama " key menghampiri suaminya yang masih berkutat dengan banyaknya berkas.


" kenapa ? apakah sayangku ini merasa bosan ! tanya David sambil mendudukkan Key diatas pahanya dengan posisi menghadapnya .


" sebentar lagi Louisa akan sampai di mansion , aku ingin menemuinya ."


" mas , bolehkah kita pindah ke Indonesia ? kita bisa memulai hidup baru disana "


David menegakkan badan key yang menyender di dadanya sambil menatap manik mata istrinya itu , dia melihat kekhawatiran disana .


" ada apa ? kenapa tiba-tiba ingin pindah ? apa ada yang membuat mu ngak nyaman di sini ?"


Key mengangguk membenarkan perkataan David " aku merasa sesuatu yang besar akan terjadi pada kita mas , bukannya aku nggak percaya sama mas kalau mas bisa menjaga kami berdua , tapi entah mengapa aku mengkhawatirkan yang aku belum tau ada apa."


David hanya diam memikirkan perkataan istrinya , sebenarnya dia juga merasakan hal sama , tapi dengan pindah ke tempat tinggal itu juga tidak bisa menyelesaikan masalah , yang ada masalah itu akan terus mengikuti .


Hehehehe maaf ya readers yang Budiman , othor ini lagi mager , makanya lama tidak up , tapi insyaallah Othor akan menyelesaikan novel ini walaupun waktunya tidak menentu .