
Hari ini David berangkat ke kantor keadaannya sudah lebih baik , dia menyuruh Mark untuk memberikan perintah kepada seluruh karyawannya untuk mengosongkan Lobby sewaktu dia masuk perusahaan , David tidak ingin memuntahkan semua isi perutnya mencium aroma parfum yang bermacam aromanya .
" Sayang , bisakah kau ikut denganku ke kantor ? lagipula temanmu itu belum datang "
" Baiklah , tunggu sebentar , aku akan bersiap ! "
" Sayang bantu aku pakai dasi , dari tadi dasinya tidak bisa diam " David mencari perhatian Key .
" menundukkan sedikit mas , lehermu itu panjang sekali !"
David mengangkat tubuh key dia tas ranjang " bukan leherku yang panjang sayang , tapi itu .. "kata David sambil menunjukkan tubuh bawahnya .
" kenapa mesum sekali sich ... " kata Key sambil memasang Dasi suaminya lalu key turun menuju meja riasnya .
" Duduklah mas , biar aku yang memakaikan Pomade nya "
David mematuhi perintah Key , dia duduk dimeja rias sambil Key berdiri didepannya memakaikan Pomade nya . David segera menarik pinggang Key agar menempel padanya . lalu dia meletakkan kepalanya di dada Key.
" Tetaplah seperti ini sayang , jangan pernah tinggalkan aku , tetaplah mencintaiku hingga akhir usiaku nanti "
" Kenapa jadi melow begini , ada apa ? "
David hanya menggeleng , entah mengapa dia menjadi lembek , seperti ada sesuatu yang besar akan terjadi nantinya .
Kedatangan David di kantor mengundang banyak tanya bagi seluruh karyawan , bagaimana tidak , Mark memberikan perintah yang tidak biasa yaitu mengosongkan Lobby untuk David .
Key , tidak jadi ikut ke kantor pagi ini , tapi siang nanti sekalian membawa makan siang katanya itupun harus proses perdebatan yang panjang .
David memasuki ruangannya melihat banyaknya tumpukan berkas yang terletak diatas meja kerjanya .
" Ini lagi Tuan " Mark masuk membawa beberapa berkas untuk di periksa oleh David .
" Wah ... wah ... jadi selama aku tidak masuk kantor kau hanya makan gaji buta Mark "
" Kenapa kau tidak mengerjakan semua ini hah , aku baru masuk kau sudah memberiku begitu banyak pekerjaan "
" Itu bukan ranahku , kalau memang kau ingin aku mengerjakan pekerjaan mu itu , kau harus memberiku perusahaan ini "
" Apa kau mampu , kalau kau ingin menjadi CEO kembali sana ke Turki "
" cuih ... cepat kerjakan itu , nanti siang kau bisa mengisi amunisi mu kembali saat Key datang ."
Mark menutup pintu ruangan David lalu kembali ke ruangannya .
Siangnya Key sudah siap ke kantor David , dia langsung menuju meja resepsionis untuk menanyakan apakah suaminya ada di dalam .
" Apa David ada di ruangannya ?" tanya key pada resepsionis yang lagi asik berdandan sepertinya karyawan baru dengan name tag monic .
Monic memindai tampilan Key dari atas sampai bawah dia tersenyum mengejek .
" Tuan David tidak ada di tempat , lagipula tuan David tidak akan menerima tamu sepertimu "
" Apa maksudmu sepertiku ! " kata key dengan tenang , sekarang dia yakin bahwa Monic ini karyawan baru , makanya dia tidak mengenal Key .
" kau pasti salah satu wanita penggoda yang mengaku sebagai kekasih tuan David , cuih ... penampilanmu saja seperti pengemis "
Julia baru selesai dari toilet mendengar suara Monic sedang menghina seseorang , sebenarnya dia malas bekerja dengan Monic yang sifatnya sombong dan tidak mempunyai Attitude kerja yang baik , dia bisa bekerja disini karna manager bagian personalia adalah pamannya " katanya " tapi banyak karyawan yang meragukan status mereka , pasalnya diluar kantor mereka terlihat begitu mesra.
Julia membelalakkan matanya ternyata dia melihat istri CEO nya sedang di hina oleh Monic , Julia hendak bicara namun Key menatapnya tajam agar dia tutup mulut .
" tamatlah riwayatmu Monic " batin Julia.
maaf ya guys , seminggu ini ga update , pasalnya othor baru keluar dari rumah sakit , maklumlah sekarang2 ini cuaca lagi gak bersahabat .