Mr. Jerk Wants To Catch Me.

Mr. Jerk Wants To Catch Me.
8



Dan malam pun tiba..


Di tengah kegelapan dalam sebuah ruangan dengan nuansa tenang dan damai, Aaron tersenyum pelan. Otaknya sudah memikirkan projek baru yang akan dia lakukan. Sebenarnya projek barunya itu bukan mengenai pekerjaannya melainkan mengenai Shella.


"I've got you. Mine." gumam Aaron sambil tersenyum dan kemudian ia pun berjalan ke tempat tidurnya dan tidur.


&&&


"Boss, jet pribadi akan tiba di roof dalam waktu 5 menit." ucap Kyla ketika Aaron sedang mengancing kemejanya dimana Kyla sendiri memegang jas milik Aaron dan bersiap untuk membantu memakaikannya.


Kyla Jenner, seorang sekretaris yang sudah bekerja lama dengan Aaron dimana awal-awalnya ia sempat jatuh hati pada ketampanan Aaron namun seiring berjalannya waktu dan sikap dingin Aaron membuat Kyla sadar bahwa pria ini sangat berbahaya. Seperti ketika ia menyiksa dan melenyapkan musuh atau targetnya ia akan tersenyum puas. Namun satu hal yang membuatnya tetap berada di sisi Aaron adalah bahwa Aaron melindungi dan tidak pernah berlaku kasar atau kejam terhadap orang-orang yang bekerja dibawah naungannya. Bahkan mereka yang pernah mengkhianati Aaron pun tidak pernah sekali-kali Aaron menyentuh mereka melainkan hanya memecatnya atau memberhentikannya.


Mereka pun menuju ke markas utama di Australia...


Sementara itu...


"Iya aku udah di apartemen kok. Semuanya baik-baik saja." ucap Shella dengan malas di telepon ketika ia baru saja akan tidur seharian agar esoknya ia dapat pergi langsung seharian bersenang-senang.


"Iya.. iya.. aku capek mau tidur." ucap Shella lalu ia pun menutup teleponnya. Ia kemudian melihat Chloe dan Grace yang menyusun beberapa barang yang mereka bawa.


"Kalian istirahatlah, aku akan memanggil madam datang dan menyusunnya nanti." ucap Shella dan dia pun pamit untuk masuk ke kamar dan tidur.


Shella lupa sudah jam berapa ia tidur namun ia terbangun karena Chloe membangunkannya. Ia mengerjap dan melihat langit sudah gelap tampaknya waktu sudah malam. Sadar ia belum makan malam, Shella pun turun pergi ke dapur dan melihat madam yang sedang menyiapkan makan malam.


"Nona, makanan sudah selesai. Mari." ucapnya sambil tersenyum dan Shella pun duduk dan makan.


&&&


Keesokan harinya...


Setelah sarapan, Shella berencana langsung pergi ke kampusnya dan setelah itu ia akan makan siang di Opera House karena masih satu daerah dengan universitasnya yaitu di Sydney.


Sementara itu...


Aaron dan tangan kanannya sudah tiba siang hari dan mereka langsung menuju ke markas utamanya di Melbourne.


"Boss, apa anda akan beristirahat dulu atau bertemu dengan nona itu?" tanya Kyla bersiap di sampingnya ketika mereka sudah duduk di ruangan Aaron.


"Tidak, tidak akan menyenangkan jika wanita itu datang secara paksa. Aku akan buat dia datang dengan sukarela." ucap Aaron lalu tersenyum tipis. "Baik boss. Nona itu sekarang sedang berada di Opera House." ucap Kyla kemudian.


"Oke. Pastikan kalian tidak kehilangan jejaknya." balas Aaron masih melihat tablet yang berisi dokumen onlinenya. "Baik boss." ucap Kyla lalu keluar dari ruangan Aaron.


Dan ia akan sibuk selama beberapa hari ini jika ia ingin lebih bebas untuk beberapa hari kedepan.


&&&


Hari ini sudah tepat seminggu Shella berada di Australia dan dia tentu saja berencana untuk keliling Australia. Hari ini ia akan terbang ke Melbourne dengan pesawat kelas bisnis, berbeda dengan dirinya saat datang menggunakan jet pribadi. Namun tentu saja ia harus berdebat tentang hal sepele seperti ini dimana ibunya bersikeras untuk mengirimkan atau menghubungi pihak bandara agar memberikan akses jet pribadi padanya.


"Aku sudah dewasa mom. Aku akan baik-baik saja. Ada Chloe dan Grace yang akan bersama denganku." ucap Shella semakin bersikeras dan pada akhirnya Mari pun pasrah dan membiarkan Shella menaiki pesawat kelas bisnis.


Setibanya di Melbourne...


Shella dan kedua asistennya pun memesan taksi untuk menuju ke suatu hotel bintang 5 untuk beristirahat sebelum kemudian berjalan-jalan. Namun ketika ia hendak check-in, resepsionis itu menolak ketika melihat identitas Shella dan itu membuat Shella mengerutkan keningnya.


"Why?" tanya Shella tidak terima karena resepsionis itu terus menolak ketika Grace ditolak berkali-kali.


Masih melihat resepsionis itu enggan menjawab, Shella baru saja hendak berteriak namun suara seseorang menghentikannya.


"What's wrong?" ucap orang itu kepada resepsionis. Orang itu merupakan pria berpakaian rapi dan terlihat seperti supervisor di hotel itu.


"Kami ingin menginap dan resepsionis itu menolak kami." ucap Shella tanpa menunggu lama lagi karena ia sudah mulai emosi.


"Kalau boleh saya lihat, identitas anda nona?" ucap pria itu dan Shella mengintip namanya yaitu Louis. Shella masih mengerutkan kening, kenapa yang ditanya duluan adalah identitasnya namun tidak urung dia menyuruh Grace memberikan ID Cardnya.


"Begitu.. Hmm.. tujuan nona menginap? Sightseeing?" tanya Louis masih pertanyaan yang aneh dan terlihat seperti stalker.


"Tuan, saya peringatkan untuk tidak menggali lebih dalam mengenai kehidupan pribadi seseorang." ucap Grace tanpa menunggu lagi dan sekarang ia sudah berdiri di depan Shella dengan posisi melindungi.


"Oh.. maafkan saya. Sebenarnya hotel kami baru saja terkena skandal yang tidak menyenangkan jadi kami sedikit ketat dalam menerima tamu sementara ini untuk menghindari terjadinya skandal atau penyebarluasnya skandal. Dan resepsionis kami menolak anda karena nona dibelakang anda merupakan orang yang cukup dikenal sehingga kami takut mengundang wartawan ditambah skandal yang ada di hotel ini belum selesai." ucap Louis pada akhirnya. Kini Shella sudah paham maksud Louis, hotel ini sedang terkena masalah dan mereka tidak ingin merugikan satu sama lainnya.


"Saya harap nona mengerti, sekali lagi maafkan saya." ucap Louis lalu membungkuk dalam-dalam.


"Anda salah paham. Saya bukanlah orang yang dikenal. Tidak apa-apa saya tidak akan mengundang wartawan, biarkan kami tinggal disini." ucap Shella dengan tenang. Dia merasa tidak perlu memilih hotel lain karena hotel ini sudah sangat baik.


Shella tidak peduli dengan apa yang orang katakan, ia hanya memutuskan sesuatu ketika ia memang sudah yakin seperti sekarang ini. Dia tidak peduli apa yang terjadi pada hotel ini karena ia melihat hotel ini memiliki pegawai yang baik dan tentu saja dia yakin pemilik hotel ini adalah orang yang bijaksana.


"Ta-tapi.. nona-" ucap Louis hendak kembali mengingatkan namun ponselnya tiba-tiba berbunyi sehingga ia dengan segera meminta izin untuk mengangkatnya.


"Baik boss." hanya itu yang terdengar dan Louis pun langsung berbalik dan menuju ke Shella dan memberitahukan bahwa mereka diperbolehkan untuk menginap.