
"Nama lengkap saya Shella La Chow tuan william."
balasku pada akhirnya. Aku tau maksudnya tidak pernah melihatku. 3 tahun terakhir memang ada acara penting yang dihadiri seluruh keluarga konglomerat namun aku tidak hadir karena sedang kuliah di Australia.
"Ohh La Chow! Kau putri satu-satunya yang masih kecil saat itu ternyata sudah besar ya haha."
ucapnya kemudian.
Tentu saja aku ingat, saat itu aku diperkenalkan oleh seluruh keluarga yang ada di acara itu saat aku masih 5 tahun. Acara itu sempat diadakan beberapa tahun lalu namun karena aku sedang berada di Australia aku pun tidak hadir.
Kami berbincang sejenak lalu berpisah dengan William. Sejujurnya aku sangat tidak nyaman karena aku sudah berjanji sebelumnya dengan Trev tapi aku malah dianggap merupakan pasangan Aaron.
Dan Trev sebentar lagi akan selesai, aku harus mencari cara untuk dapat menyingkir dari hadapan Aaron.
"Kau kira aku tidak tau kau akan kemana?"
Aaron mengatakan hal itu ketika akuĀ hendak izin ke toilet.
"Apanya? Aku memang ingin ke toilet, kau ingin ikut?"
Aku mencoba untuk menentang Aaron, aku benar-benar sangat kesal dengannya.
"Ternyata imajinasimu cukup liar ya."
Aaron mengucapkan itu dengan menarik senyuman tipis di wajahnya sambil menyentuh daguku dengan jarinya.
"Lihat aku."
pintanya lalu menolehkan daguku ke hadapannya.
"Atau kau mau tau akibatnya?"
ucapnya kemudian ketika tadinya aku tidak berniat melihatnya sama sekali dan sekarang aku langsung menoleh. Aaron adalah pria psikopat, dia bisa lakukan apa saja. Dan aku sangat takut akan hal itu.
Ketika aku menoleh ke wajahnya, dia tersenyum lebih lebar lagi lalu menarik daguku dan menciumnya.
Garis bawahi, menciumku di tempat unum. Dan kalian tau apa yang lebih parah? Trev melihatnya.
Ya Tuhan tamatlah riwayatku. Aku dengan segera mendorong Aaron dan ketika Aaron melepaskan ciumannya, aku langsung mengangkat tanganku dan hendak menamparnya. Namun tentu saja Aaron menahannya, dia mengenggam lengan mungilku dan mengigitnya disana.
"Naif."
ucap Aaron setelah mengigit lenganku dan melepaskannya.
Karena aku kesal dan teramat malu, aku memilih untuk berlari dan pergi ke toilet. Ya kali ini benar-benar toilet.
Aku tidak peduli, aku akan pulang setelah ini. Ya, kedua asistenku memang tidak menghadiri acara ini. Karena menurutku ini hanya acara pernikahan temanku dan tidak akan berbahaya sama sekali.
Aku tau, mereka pasti akan disebut sebagai penjaga yang aneh. Yang membiarkan majikannya pergi sendiri. Tapi aku tidak peduli, mereka tau aku tidak suka dikekang sejak kecil maka dari itu Grace dan Chloe mencoba melonggar ketika aku bersama mereka.
"Kita akan pulang tengah malam ini."
ucapku pada akhirnya di telepon.
Grace dan Chloe dengan sigap menyimpan barangku sebelum aku pulang. Aku juga meminta maaf kepada Trev dan yang lainnya karena aku membuat masalah. Aaron sudah menghilang sejak aku keluar dari toilet. Yah aku tidak ingin memerdulikannya lagi.
&&&
1 Minggu sudah berlalu sejak aku kembali dari Australia. Yah aku sedang berada di Singapore dan parahnya aku sedang berada di rumah sakit. Rawat jalan karena anemiaku memburuk.
Ya, anemiaku memburuk sejak pulang dari Australia. Aku juga tidak tau kenapa sejujurnya, menurut diagnosa dokter aku terlalu overthinking yang sebenarnya aku pun tidak tau apa yang sedang kupikirkan.
Hingga hari ini, aku bertemu Aaron di korridor rumah sakit beserta wanita sekretarisnya itu.
"Untuk apa kau datang kemari hah? Masih belum cukup kau mengangguku?"
aku berjalan mendekati Aaron ketika dia juga melihatku dan mengucapkan itu di hadapannya.
"Yang benar saja, jangan seena---"
Ucapan Kyla terpotong.
"Kyla."
ucap Aaron pelan sambil melirik Kyla lalu kemudian menghadap padaku. Dia tersenyum miring sambil berkata.
"Bukankah kau seharusnya tau kan kau milik siapa?"
"Ooh? Sudah tiba ya? Maaf menunggu lama tadi ada laporan."
ucap pamanku alias direktur rumah sakit ini. Dan aku jelas tau pamanku bukan sedang berbicara padaku karena aku membelakanginya.
"Oh? Ada Shella ya, kamu mengenal anak muda ini ya?"
tanya paman kemudian.
"Tidak."
ucapku singkat lalu berbalik dan berjalan meninggalkan mereka.
&&&
"Boss! Nona Shella menghilang."
ucap Kyla dengan panik begitu mereka keluar dari ruang direktur dan baru selesai rapat.
Aaron tampak tenang namun ia sempat membesarkan bola matanya.
"Dimana terakhir keberadaannya?"
tanya Aaron kemudian.
"Menurut cctv, ketika Nona Shella sudah dipanggil suster, dia diculik ketika berada di korridor rumah sakit dengan paksa lalu dibawa melewati jalur evakuasi. Pengawal nona Shella yang bernama Grace juga ditemukn tidak sadarkan diri di ruang kamar kosong. Setelah itu seluruh rumah sakit heboh dan mencari keberadaannya."
Kyla menjelaskan dengan singkat.
"Sial! Cari dia, kirim pasukan."
ucap Aaron kemudian.
Aaron lalu masuk ke ruang cctv di rumah sakit dan mengambil alih cctv lalu mengecek orang yang menculik Shella.
&&&
"Shella diculik?? Apa-apaan ini? Cepat temukan putriku!"
seru Kendrik begitu mendapat kabar dari rumah sakit. Dia pun langsung memerintahkan tangan kanannya untuk segera mengerahkan tim pencarian. Detektif pribadi milik Keluarga La Chow pun dikerahkan.
"Sekarang coba katakan apa yang terjadi."
ucap Kendrik begitu Grace dibawa ke hadapannya.
"Baik tuan, tadinya saya seperti biasa menemani nona Shella kemanapun namun saat kami hendak masuk ke ruang tempat nona Shella akan diperiksa saya yang berjalan di belakang nona ditarik dan kemudian sebelum saya hendak melawan dia sudah lumpuh dan pingsan."
"Saya ingin minta maaf karena gagal menjaga nona Shella tuan. Tolong pecat saja saya."
ucap Grace sambil menunduk.
"Saya tidak punya waktu untuk ini! Kalau kau masih merasa bersalah, pergi cari kembali putriku!"
seru Kendrik dengan nada keras.
&&&
"Akhirnya bangun."
ucap seseorang yang membuat Shella mengernyitkan dahinya. Dia tidak mengenal siapa laki-laki di depannya.
Shella sedang dalam keadaan terikat di sebuah tempat tidur dan mulutnya juga ditutupi.
"Aku bisa saja sih langsung membunuhmu. Tapi itu gak akan membuatku dengan mudah menangkap Aaron."
ucapnya sambil berjalan mendekati tempat tidur yang ditempati Shella.
"Kira-kira Aaron akan bagaimana ya kalau aku menyiksa kekasihnya? Dia akan muncul bukan?"
ucapnya lagi sambil tersenyum puas.
Tanpa berpikir panjang, pria itu menarik kedua tangan Shella yang sedang terikat keatas dan mengikatnya dengan talinya yang memang bergelantungan dari atas.
"Kau tau kan BDSM, terkadang aku melakukannya dengan orang yang berhubungan dengan targetku agar target dengan cepat dapat kutangkap."
ucapnya kemudian sambil mengikat tangan Shella keatas.