
"Hey guys!" sapa John singkat dan mencium Diana sekilas. Adegan itu sudah dilihat hingga bosan oleh geng mereka karena sejak mereka kuliah hingga sekarang keduanya tetap sangat mesra.
"Jadi kita sepakat ya aku ingin melihat pasangan kalian!" ucap Dennis dengan bersemangat, sosok ramah dan cerianya itu tentu saja ingin melihat sahabat-sahabatnya juga memiliki pasangan seperti dirinya.
"Tapi Trev bagaimana? Apa kau akan membawa kencan buta?" tanya Abbey dengan nada mengejek yang penuh arti. Trev merupakan pria blasteran tertampan yang pernah Shella lihat, pria itu tinggi dan berbadan kekar. Mendengar rumor, Trev akan menjadi penyanyi karena suaranya yang bagus sesuai dengan rupanya yang tampan. Shella tidak terlalu dekat dengan Trev karena pria itu selalu bersikap tidak wajar didekatnya seperti Trev menjadi gugup seketika.
Seperti sekarang, Trev memilih duduk di tempat yang sangat jauh dari Shella namun Shella tidak ambil pusing. "Hey jangan begitu!" ucap Diana dan beberapa diantaranya tersenyum dan itu membuat Shella menjadi bingung. Sejujurnya hingga kini hanya Trev yang paling tidak diketahui Shella siapa pasangannya.
"Bagaimana dengan Shella? Kau sudah mempunyai pacar?" tanya Abbey sambil tersenyum kepada Shella. "Aku akan membawa pasanganku nanti." ucap Shella tanpa berpikir panjang dan detik itu juga Shella langsung ingin menjedutkan kepalanya.
Dia baru saja berbohong! Dengan siapa ia akan membawa pasangan hah? Matilah dia sekarang.
"Hah Shella sudah mempunyai pasangan? Sejak kapan?" tanya John secara tiba-tiba. Mereka semua tau keadaan Shella sejak mereka kuliah. Shella tidak pernah sedikitpun dekat dengan pria manapun atau lebih tepatnya bodyguard Shella selalu ada dimanapun Shella ada sehingga para pria hanya menyimpan perasaan mereka dan tentu saja ada yang hendak mendekati Shella namun dihalangi oleh pengawalnya. Sehingga isu Shella yang memiliki pasangan menjadi hal yang sangat langka dan hampir tidak terdengarkan.
"Shella, aku tidak melihat pengawalmu di depan. Apa mereka memang tidak ada?" bisik Diana di samping Shella dan Shella pun mengelengkan kepalanya.
Tentu saja Shella juga tidak membawa Grace dan Chloe sebagai syaratnya Shella harus terus mengaktifkan gps serta ponselnya agar dapat dihubungi dan tentu saja Shella dengan senang hati melakukannya jika ia bisa bebas hanya dengan itu.
"Jadi bagaimana soal pasangan? Kau benar-benar sudah mempunyai pasangan?" tanya John blak-blakan, tentu saja dia terkejut. Apalagi sobatnya Trev yang masih single karena...
"Heh! John kasar sekali kamu." ucap Diana sambil melototi John. Hingga tiba-tiba Trev berbicara..
"Shella, kau benar-benar sudah memiliki pasangan?" tanya Trev dengan nada serius. Sejujurnya Shella tadi hanya asal menjawab agar mereka tidak mengungkit hal ini kembali namun ternyata tidak selesai-selesai jadi apa boleh buat, dengan terpaksa Shella tersenyum sambil berucap. "Maaf guys. Tadi hanya bercanda hehe." ucapnya sambil tersenyum semanis mungkin.
"Ka-kalau begitu, aku ingin mengajakmu menjadi pasanganku nanti." ucap Trev kembali dengan nada serius. Shella tau sejak dahulu Trev merupakan pria yang baik, dimana dirinya tidak pernah tertangkap sekalipun dengan dengan wanita manapun mungkin karena belum menemukan yang tepat.
"Sure!" jawab Shella sambil tersenyum dan seketika keadaan menjadi senyap.
&&&
"Sure!" mendengar suara Shella yang bersemangat ketika diajak menjadi pasangan orang lain membuat Aaron panas dingin dan tanpa ia sadari ia sudah berdiri di belakang Shella.
Seluruhnya melihatnya, terdiam senyap namun hanya Shella yang tidak sadar akan hal itu. Tangan Aaron langsung mengusap sisi wajah Shella dari belakang dan itu membuat wanita itu kaku sejenak, tampaknya Shella menyadarinya. Itu membuat Aaron tersenyum tipis.
"Hey! Apa yang kau lakukan? Kau siapa?" seseorang menginterupsi aktivitas Aaron dan ketika ia melihatnya..
"Oh.. ini yang tadi mengajak Shella untuk menjadi pasangannya." ucap Aaron dalam hati dan kini ia beralih ke Trev.
"Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau ada disini?" tanya Shella mencoba meredam situasi yang mulai memanas. Sedangkan yang lainnya lebih tepatnya terdiam karena mereka sangat terintimidasi oleh tatapan Aaron. Sebenarnya siapapun tentu akan takut akan tatapan itu dan memilih diam namun tentu saja Trev tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Aaron mengabaikan Shella dan memutuskan untuk membalas tatapan tajam Trev dan tentu saja Shella takut akan terjadi kerusuhan sehingga ia dengan segera menarik Aaron. "Teman-teman aku pamit ya. Trev, i will see you later." ucapnya dan dengan segera ia menarik Aaron yang pada akhirnya mau tidak mau mengikutinya.
"Apa kau mengikutiku?" tanya Shella begitu mereka berada di luar restoran. "Benar, bukankah sudah kukatakan aku tidak akan melepaskanmu hmm?" ucap Aaron sambil menundukkan dirinya dan mendekatkan dirinya ke wajah Shella. "Kenapa kau melakukan ini? Aku akan membalas kebaikanmu tapi bukan ini." ucap Shella mencoba menjelaskan atau lebih tepatnya menolak secara terang-terangan.
"Kau tentu tau kan aku bisa hanya dengan satu telepon. Kedua asistenmu itu lenyap." bisik Aaron di telinga Shella dan Shella yang awalnya hendak membantah namun ia mengepalkan tangannya untuk menahan amarahnya. Ia tidak boleh membuat kedua asistennya berada dalam bahaya, Shella sendiri sudah tau identitas asli Aaron. Ia mengumpulkan informasi tentang keluarga yang hadir di pesta itu dan menemukan nama keluarga Aaron, sebuah keluarga mafia kelas atas.
Shella hanya terdiam hingga.. "Apa maumu?" tanya Shella dengan nada tenang. Aaron tersenyum tipis mendengar pertanyaan Shella.
"Menemaniku seharian ini." jawab Aaron dan dia pun menarik Shella mendekat padanya dan membawa Shella ke dalam mobil. Disitu Kyla sudah menunggu dan membukakan pintu mobil.
Pertemuannya dengan CEO distributor sudah selesai tadi dan ketika ia hendak keluar barulah ia bertemu dengan Shella.
"Kita akan kemana?" tanya Shella sambil melihat ke samping jendela. Mereka berada di dalam mobil mewah Aaron dan supir sudah mulai mengendarai. Aaron masih setengah memeluk pinggang Shella sedari tadi namun Shella memutuskan untuk tidak menghadap Aaron.
Masih tidak mendapat jawaban, Shella akhirnya memutuskan berbalik dan ia langsung berhadapan sangat dekat dengan Aaron. Aaron mengambil kesempatan itu untuk mencium Shella tanpa ampun namun Shella dengan segera mendorong Aaron dengan sekuat tenaga.
"Hey! Aku harus memberitahu mereka. Kalau tidak mereka akan menghubungi orang tuaku." ucap Shella pada akhirnya dan Aaron pun tersenyum tipis. "Aku sudah mengurusnya." ucapnya pelan. Aaron mencium pucuk kepala Shella dan kemudian memberi kecupan disana.