
"Kau tampaknya perlu dihukum."
Aaron sudah tiba di dekat Shella lalu ia dengan segera menunduk dan menarik dagu Shella untuk naik lalu menciumnya.
Tentu saja Shella mencoba mendorong Aaron namun dengan tenaga yang ia punya mustahil.
"Errghh.. Ber.. na..fas."
ucap Shella terengah-engah.
"Kalau kau tidak ingin kehabisan nafas hanya karna ciuman. Istirahat dengan baik."
ucap Aaron bagaikan sebuah titah.
Ketika tidak memiliki pilihan selain patuh, Shella kemudian memberanikan diri untuk memperhatikan Aaron.
Kumis dan brewok tipis sudah memenuhi wajah Aaron, apakah dia tidak mencukurnya? Begitu pikir Shella karena Aaron yang ia biasa temui sangat rapi, oh ditambah dengan kemejanya yang sedikit kusut serta kancing bagian atas itu terbuka.
"Hanya ciuman saja sudah membuatmu begitu bergairah ya?"
ucap Aaron memecah keheningan sambil tersenyum tipis.
"Bu-bukan begitu! Hanya saja kenapa penampilanmu sangat berantakan sangat berbeda dari biasanya."
balas Shella dengan nada terbata, ia terkejut karena kepergok memperhatikan Aaron.
"Kau perlu makan."
ucap Aaron pelan sambil mengusap rambutnya yang juga berantakan lalu berjalan keluar dari kamar.
Tak lama kemudian, beberapa pelayan mengetuk pintu lalu masuk dan membawakan makanan dan menyajikannya di depan Shella. Shella akui dia lapar sehingga tanpa menunggu lagi ia langsung menyantap makanan di depannya.
&&&
"Jadi kapan aku boleh pulang?"
tanya Shella pada malam hari ketika Aaron datang mengunjunginya.
Aaron hanya menaikkan satu alisnya seolah tertarik dengan pertanyaan Shella yang mengandung unsur "boleh" itu.
"Aku tau aku sedang disekap disini walaupun memang tidak kelihatan seperti itu. Maka dari itu aku bertanya kapan kau akan membebaskanku?"
tanya Shella lagi, ia memperjelas maksud pertanyaannya.
Aaron terdiam. Jawabannya adalah jika perlu Aaron membuatkan rantai untuk Shella agar dia tidak perlu keluar dan pergi kemanapun. Namun tentu saja itu tidak mungkin.
"Setelah kau benar-benar pulih."
jawab Aaron singkat lalu beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekati pintu hendak keluar.
"Aku sudah pulih! Tidak bisakah kau lihat aku sangat se---"
Ketika Shella sedang berdiri sambil berjalan mendekati Aaron dengan maksud meyakinkannya, Aaron langsung berhenti lalu berbalik dan menarik tangan Shella hingga jatuh bersandar di dadanya.
Tidak berhenti disitu, Aaron menarik dagu Shella dengan meletakkan ciuman disana. Ciuman itu sangat intens namun sangat kasar. Kemudian membuat bibir Shella bengkak, yang dilakukannya selanjutnya adalah mengigit bagian sisi leher Shella layaknya vampir.
Belum sempat Shella berkata-kata, Aaron sudah melepaskannya.
Sambil mengusap bibirnya dengan tangannya, Aaron tersenyum tipis.
"Aku yakin kau tidak siap pulang dengan keadaan seperti itu."
Lalu dia pun pergi keluar dan meninggalkan Shella di dalam kamarnya.
Yang dikatakan Aaron tentu saja membuat Shella panik, Shella dengan segera menuju ke kamar mandi dan menoleh pada kaca. Terlihat bekas gigitan serta bekas bengkak pada bibirnya terlihat membiru dan sangat intens dengan warna kulitnya itu.
&&&
"Kenapa sampai sekarang kalian belum menemukan keberadaannya? Kalian sangat tidak becus!"
seru Kendrik lagi, sudah sehari pelacakan dilakukan namun mereka tidak mendapatkan hasil sama sekali.
"Sepertinya pria Linden ini bukan orang biasa, atau mungkin kekuatan politik mereka lebih besar dari kita."
ucap Mari, ibu Shella. Ia sudah mengetahui segala keseluruhan masalah termasuk chemistry antara Aaron dan Shella namun dia tetap khawatir sebagai seorang ibu.
2 hari berlalu....
Shella sudah sembuh total, bahkan seluruh lukanya sudah hilang. Entah karena dirinya yang beristirahat terus atau memang perawatan yang diberikan memang sangat ampuh. Sejak 2 hari itu Aaron sama sekali tidak bertemu dengan Shella entah dia sibuk atau memang tidak berniat bertemu dengan Shella.
Hanya itu ucapan Aaron lalu meninggalkan Shella dan sibuk dengan pekerjaannya.
Apa yang dikatakan Aaron memang benar, Shella kini sedang berjalan menuju helikopter dan dikawal oleh bodyguard ditambah dengan tangan kanannya atau sekretarisnya yang bernama Kyla itu.
&&&
"Ada masalah nona?"
tanya Kyla setelah menyadari Shella tampak mengunci mulutnya namun gelisah dan terus mengetuk-ngetuk jarinya ke sisi jendela.
"Ti-tidak, aku hanya ingin bertanya apakah Aaron maksudku majikanmu itu sibuk ya?"
tanya Shella pada akhirnya, dia memang ingin menanyakan Kyla namun merasa canggung.
"Benar nona, Boss sangat sibuk akhir-akhir ini."
jawab Kyla kemudian.
"Saya harap nona tidak marah kepada Boss, dia sangat mengkhawatirkan nona sehingga memutuskan membiarkan nona sembuh total baru membiarkan nona pulang." ucap Kyla lagi tampak dapat membaca pikiran Shella.
"Ohh." Hanya itu respon Shella dan membuatnya teringat kenapa Aaron membuat bibir dan lehernya bengkak. Ternyata bukan karena Aaron ingin menyakitinya namun agar ia beristirahat sampai sembuh total. Pemikirannya tentang Aaron pun seketika berubah. Mereka pun pada akhirnya tiba di Singapore.
"Terima kasih, sampaikan terimakasihku kepada Aaron."
ucap Shella lalu ia pun masuk ke dalam rumahnya.
Salah satu tukang kebun yang mengenali Shella langsung dengan segera masuk ke dalam rumah, mungkin ingin memberitahukan kepada majikannya.
Tak lama kemudian, Mari keluar dengan terburu-buru. Tanpa sikap anggunnya lagi, langsung memeluk Shella.
"Kita harus memberi anak itu pelajaran."
Geram Kendrik begitu mereka sudah berkumpul di ruang makan dan ditambah Grace dan Chloe.
"Tidak usah, aku kembali dengan sehat dan baik-baik saja berkat Aaron."
Shella berusaha membela Aaron, yap setelah dia mengetahui maksud Aaron selama ini tidak membiarkannya pulang.
Seketika seluruh ruangan langsung menatap ke arah Shella.
"Apa kamu bilang?"
Mari tidak bisa menutup keterkejutannya.
"Jadi begini, aku sudah izin dengan Chloe dan Grace kalau akan bertemu teman. Namun ternyata sebelum sempat bertemu temanku, ada orang lain yang sudah duluan menculikku dan Aaron lah yang menyelamatkanku."
Shella berusaha menjelaskan situasi semirip mungkin dengan kejadian sebenarnya.
"Kenapa kalian membiarkannya sendiri? Grace! Kau seharusnya mengikuti dia!"
Kendrik berkata dengan nada tinggi.
"Sudahlah, Shella sudah kembali dengan keadaan utuh dan sehat."
Mari berusaha menenangkan Kendrick.
"Jadi kenapa kau baru pulang sekarang?"
Kendrick memilih mempertanyakan hal yang sedari tadi sudah ada di pikirannya.
"Karena aku sempat terluka dan Aaron mengobati---"
Ucapan Shella terpotong ketika dia mengatakan terluka.
"Kau apa?"
Semuanya bersuara dan pertanyaan itu sama dan ditujukan kepada Shella.
"Iya. Aku sempat terluka. Hanya sedikit bengkak di pergelangan tangan."
Shella menjelaskan sambil memegang pergelangan tangannya yang memang sempat terluka.
"Ya Tuhan. Kenapa ini bisa terjadi..."
Mari mulai meneteskan air mata. Shella mulai jengkel. Mari dan Kendrick kedua orang tua Shella selalu bersikap seperti ini apabila keamanan Shella terancam dan itu membuat Shella memutar bola matanya dengan jengkel.