
Melihat reaksi Shella, Aaron sontak mencium kening Shella dengan lembut dan mereka tidak berbicara dan diam pada momen itu.
"Aku akan mengantarmu pulang setelah ini dan akan menjemputmu malam untuk makan malam." bisik Aaron setelah mencium lalu melepaskan pegangannya dan pergi meninggalkan Shella sendirian.
Shella sudah seperti kepiting rebus dan untungnya Aaron tidak melihatnya.
&&&
Sesuai dengan apa yang Aaron katakan, dia mengantar Shella pulang lalu pergi. Shella tau Aaron bekerja setelah ini, begitu juga Shella yang akan pergi bekerja.
Orang tua Shella diam-diam mengetahui hal ini namun mereka tidak memilih menunggu Shella membuka mulut soal hal ini.
Dan malam pun tiba, Aaron menjemput Shella dan mereka pun makan salah satu restoran milik Aaron.
Seluruhnya berjalan dengan lancar seperti seharusnya hingga... ketika Shella dan Aaron hendak masuk ke mobil. Mereka.. atau lebih tepatnya Shella bertemu dengan pria masa lalu yang sempat menghilang itu.
"Shella?" panggilnya ketika dia baru saja keluar dari sebuah limosin mewah.
Victor adalah teman masa kecil sekaligus cinta pertama Shella sejak dia berusia 7 tahun. Shella yang pada saat itu sudah dikekang oleh orang tuanya, mampu menyelinap keluar atas bantuan Victor yang muncul entah darimana. Victor adalah petualang sehingga dia sudah terbiasa berada di alam liar sehingga Shella yang selalu tinggal di mansion mewah itu tertarik dengan dunia Victor.
Namun sebuah tragedi terjadi, suatu hari Victor ditemukan sekarat oleh Shella yang saat itu memang berjanji dengannya untuk bertemu.
"Mom! Please tolong temanku, kumohon tolong dia." Shella berlari sekencang mungkin ke dalam rumahnya.
Tentu saja Mari panik melihat gadis satu-satunya itu menangis dan tampak tergesa-gesa, namun saat mereka kembali.
Kosong, hanya bekas darah yang tertinggal di dedaunan. Victor menghilang sejak saat itu dan tidak pernah kembali lagi.
&&&
"Victor?" Shella bertanya balik, walaupun keduanya bertemu saat masih kecil namun karena keduanya sangat dekat dan menyukai satu sama lain maka hal tersebut sudah tak terbantahkan lagi.
Aaron masih diam memantau situasi yang ada hingga ketika tampak Shella hendak mendekati pria didepannya itu, Aaron menarik lengan Shella menahannya disitu.
"Kau bersama... Kau! Linden." ucap Victor ketika melihat seseorang menginterupsi momennya bersama Shella.
"Kalian mengenal satu sama lain?" tanya Shella kemudian lalu menatap ke arah Aaron dan Victor secara bergantian.
"Tidak." ucap Aaron masih menatap tajam ke arah Victor lalu menarik lengan yang sedari tadi dia pegang itu dan membawa Shella masuk ke mobil.
"Tunggu, aku masih ingin berbic---" ucap Shella namun langsung dipotong oleh Aaron.
"Sudah larut, sudah waktunya pulang."
Sebenarnya Shella ingin membantah, namun melihat ekspresi Aaron begitu gelap dan uratnya tampak berkedut itu membuat Shella memilih patuh.
"Aku harus pulang, nanti kapan-kapan kita janjian lagi ya." ucap Shella sebelum masuk ke mobil.
Victor hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya melihat kepergian mereka.
Selama di mobil, suasana seketika mencekam dan diam. Shella ingin sekali bertanya bagaimana mereka bisa bertemu namun dikarenakan ekspresi Aaron masih menggelap dia pun mengurungkan niatnya.
&&&
"Selidiki alasan Winston berada di Singapore."
Pagi hari pun tiba, dan satu hal yang membuat Shella berteriak adalah... dia lupa menanyakan atau memberikan kartu namanya kepada Victor. Jadi bagaimana mereka akan janji bertemu?
Namun Aaron tidak membalas dan hanya membaca pesan yang dikirim Shella.
Tak lama setelah Shella bersiap, Aaron pun menjemput Shella seperti biasanya untuk berangkat ke kantor.
"Bagaimana kau bisa mengenal Victor? Boleh kan aku minta nomornya? Aku ingin bertemu lagi dengannya." tanya Shella begitu dia masuk ke dalam mobil dan Aaron menjalankan mobilnya.
Ekspresi Aaron pagi iti terlihat biasa saja sehingga Shella pun memberanikan diri menanyakannya. Namun begitu menyuarakan hal tersebut, ekspresi Aaron seketika berubah menjadi gelap.
Seketika Aaron memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Tentu saja Shella memilih diam saja ketika mengetahui perbedaan ekspresi Aaron.
"Kau tidak boleh bertemu dengannya lagi." ucap Aaron begitu ia memberhentikan mobilnya.
Shella yang mendengar pernyataan itu, mau tidak mau dia langsung protes mengingat Victor adalah teman masa kecilnya yang ada disaat dia susah namun sempat hilang itu sudah ditemukan. Bagaimana dia bisa tidak bertemu dengannya.
"Aku ingin bertemu dengannya, kami sudah sangat---"
Aaron sudah memegang lengan Shella dan sedikit menekannya disitu.
"Tidak boleh."
"Aaron apa yang kau lakukan, lepaskan." ucap Shella mencoba melepaskan pegangan Aaron.
"Kau harus bilang kau tidak akan bertemu dengannya baru kulepas."
"Tidak! Aku kan sudah bilang aku har---"
Melihat Shella yang tidak berniat mendengarkan Aaron, Aaron pun memaksa cium Shella di bibirnya.
Shella akui Aaron benar-benar se psikopat itu, sekarang Aaron membabi buta bibirnya dan mencoba mengacak-acak dirinya. Tidak hanya itu, Aaron juga setengah mengangkat Shella untuk semakin menciumnya dengan dalam.
Tidak berhenti disitu, Aaron membuka paksa kancing kemeja Shella hingga koyak dan spontan Shella langsung menutup dengan tangannya.
"Aaron! Hentikan! Aku mau kerja. Kau gila!" ucap Shella ketika Aaron mulai melahap leher hingga dada Shella.
"Aku gila? Katakan kau tidak akan bertemu dengannya lagi." ucap Aaron dan dia pun masih tetap melanjutkan aktivitasnya.
"Tidak! Kan sudah kubilang. Kau tidak bisa memaksaku begitu! Lepaskan!" ucap Shella berusaha mendorong Aaron namun Aaron malah makin menarik tubuh Shella mendekat dan mereka pun akhirnya melakukannya di dalam mobil.
"Aku benci padamu." ucap Shella setelah mereka selesai dan Aaron memberikan jasnya untuk menutupi kemeja bagian atas Shella yang sudah koyak.
Shella tentu saja sudah tidak punya tenaga untuk pergi bekerja itu hanya bisa terdiam. Aaron pun tentu saja memang sudah tidak berniat mengantar Shella bekerja dan malah membawanya ke penthousenya.
Begitu tiba, Aaron keluar dan berjalan keliling ke arah penumpang lalu membuka pintu dan membopong Shella keluar dari mobil.
Begitu Aaron menaruh Shella di tempat tidurnya, Aaron pun akhirnya membuka suara.
"Dia bukan orang yang baik, jangan bertemu dengannya." geram Aaron.
"Tidak, dia tidak seperti itu. Dia te---"
"Sudah kukatakan dia bukan orang baik, kenapa kau tidak mau mendengarkanku? Kau ingin selingkuh dariku?"
"Apa? Kau gila." ucap Shella, dia tidak habis pikir kalau Aaron akan mengatakan hal itu. Apakah Shella tampak seperti wanita yang begitu di mata Aaron?
"Jadi aku tampak seperti itu dimatamu? Kalau begitu kita tidak usah bersama lagi." ucap Shella dan dia pun menarik selimut dan membungkus dirinya lalu menangis di dalamnya dalam diam.