Mr. Jerk Wants To Catch Me.

Mr. Jerk Wants To Catch Me.
12



Shella terdiam tak berkutik, ia masih berpikir keras. Tentu saja ia bisa dengan mudah menghubungi ayahnya agar ia tidak perlu takut akan ancaman Aaron. Tapi Shella yakin setelah ia menelepon ayahnya, ia akan mendapat perlakuan seperti princess alias ia akan dikawal dimanapun ia pergi.


Shella yang baru saja diberikan kebebasan saja namun seluruhnya itu hilang. Ia tidak akan membiarkan itu terjadi pastinya. Untuk sekarang dia akan...


"Aku akan kembali dulu, Grace dan Chloe mencariku." ucap Shella dengan kepala dingin dan berusaha menenangkan ekspresinya.


Aaron hanya tersenyum sambil melihat Shella, ia meletakkan tangannya di kepala Shella dan mengusapnya pelan.


Setelah Shella keluar, Aaron pun tersenyum semakin lebar. Aaron sendiri bukannya tidak tau tujuan sebenarnya Shella kemari, dia sangat tau. Maka dari itu ia sudah menyusun rencananya sejak awal sebelum bertemu dengan Shella di Australia.


&&&


"Nona kemana??" tanya Grace panik, mereka bertemu di depan pintu Shella dan sebenarnya Chloe sudah duluan mengetuk namun tidak mendapat jawaban sehingga mereka memutuskan menunggu di depan pintu sebentar.


"Aku e.. bertemu dengan teman." ucap Shella lalu membuka pintu kamarnya dan membiarkan Grace dan Chloe masuk.


Setelah selesai menaruh sarapannya, Grace dan Chloe pun kembali ke kamarnya dan meninggalkan Shella sendirian. Shella langsung menangis dalam diam di tempat tidurnya, ia takut dan lebih tepatnya sedih ketika mengingat jika ia tidak akan mendapat kebebasan lagi.


Pada akhirnya Shella menenangkan dirinya dan ia pun langsung mengambil laptopnya dan mengetikkan sesuatu. Ia mencari informasi tentang hotel yang ia tinggali saat ini dan voila! Pemilik hotel ini adalah Aaron. Sedari tadi Shella curiga bagaimana Aaron dapat memanggilnya berpas-pasan dengan Grace dan Chloe yang sedang tidak bersama dengan Shella ditambah lagi Aaron bisa dengan mudah menemukan kedua asistennya padahal dari sekian banyak orang yang sedang sarapan. Itu sudah membuat Shella sedari tadi curiga.


"Aku harus pergi dari sini." gumam Shella dalam hatinya sambil mencoba untuk tenang. Sejak pertemuan mereka pertama kali tentang penampilan Aaron saja Shella yakin Aaron bukan orang biasa karena auranya yang sebenarnya mampu membuat siapapun tunduk itu sangat terasa namun tentu saja Shella yang naif itu tidak merasakannya hingga... tadi. Ketika Aaron mengucapkan kata ancamannya.


Sebenarnya Shella bisa saja tinggal di resort keluarga Chow di Melbourne namun ia tentu saja tidak ingin karena begitu berada disana, para pelayan akan langsung melapor kepada ayah dan ibunya dan tentu saja ia akan dikawal lagi. Tujuan sebenarnya Shella ke Australia bukan hanya untuk mengambil sertifikatnya namun juga ingin mendapatkan kebebasan ditambah kedua orang tuanya memintanya untuk jalan-jalan selagi berada di Australia karena tentunya Australia jauh dari Singapore.


&&&


"Dasar naif." gumam Aaron tiba-tiba ketika Kyla sedang menyebutkan jadwal Aaron pada hari ini.


Kyla langsung paham kalau Aaron tidak mendengarkannya dan mencoba bertanya. "Yes boss?" tanyanya sambil menatap Aaron. Aaron sedang melamun dan langsung tersadar.


"Teruskan." ucap Aaron kemudian ketika ia mencoba menghapus pikiran lainnya.


Siang pun tiba...


Shella sangat lapar, mereka sudah berjalan-jalan dari pagi tadi setelah sarapan. Shella sudah membulatkan rencananya untuk checkout siang ini dari hotel milik Aaron sialan itu.


Namun Shella tidak menunda-nunda lagi sehingga ia memutuskan untuk checkout dari hotel itu terlebih dahulu barulah makan.


"Kalian bereskan barang kalian saja, aku akan membereskan barangku." ucap Shella lalu masuk ke kamarnya dan menutupnya kembali.


Di sela-sela menyimpan seluruh perlengkapannya ke dalam koper, ada ketukan pintu yang menganggu Shella sehingga ia pun berjalan mendekat ke pintu dan mengintip. Alangkah terkejutnya ketika melihat Aaron di depan pintu itu, Shella yang awalnya ragu itu pun memilih membuka pintunya namun tidak membuka lebar pintu itu.


Di depan pintu, Aaron tersenyum tipis melihat Shella yang berlaku layaknya tikus yang mengintip di balik pintu. Baru saja Aaron hendak berkata-kata namun Shella langsung menimpanya.


"Ada apa?" ucapnya ketus. "Aku merindukanmu." ucap Aaron sambil tersenyum. Tangannya meraih sisi wajah Shella dan mengusapnya pelan.


Shella shock akan tindakan Aaron namun tiba-tiba pintu di sebelah kamarnya terdengar seperti seseorang yang hendak keluar dan tanpa pikir panjang Shella langsung menarik Aaron masuk ke kamarnya. Sebelah kamarnya adalah Grace dan Chloe dan tentu saja ia tidak ingin kedua asistennya tau tentang hal ini.


Tak lupa setelah menarik Aaron dan menutup pintunya, ia juga mengunci pintu connecting room. "Ternyata kau lebih ganas." suatu bisikan membuat Shella kaku sejenak. Suara itu muncul dari telinga Shella dan berada di belakangnya, siapa lagi kalau bukan Aaron. Aaron menunduk sedikit dan membisikkan hal itu ke telinga Shella ketika Shella baru saja selesai mengunci pintu connecting roomnya.


Shella pun langsung berbalik dan menghadapi Aaron di depan matanya. "Aku bukan mainanmu!" ucap Shella ketus sambil mendorong Aaron dengan tenaga yang ia punya dan tentu saja itu hanya membuat Aaron sedikit terguncang dan tidak bergerak sama sekali.


"Apa kau yakin? Tapi kau tidak membencinya bukan?" ucap Aaron santai. Ia menatap Shella dengan gemas. "Membenci ap--" belum juga Shella selesai berbicara, Aaron sudah terlebih dahulu menyerangnya dengan ciuman. Ciuman itu intens, lembut dan hangat membuat Shella sejujurnya menikmatinya.


"Sial!" ucap Shella dalam hati, ia benci mengakuinya namun ia sangat menikmati ciuman ini.


"Mmm.." desah Shella begitu ciuman keduanya terlepas, Aaron tidak memberi waktu istirahat untuk Shella melainkan ia langsung membopong Shella dan membawanya ke tempat tidur dan meletakkan Shella dengan lembut.


Shella tentunya memberontak namun ditahan oleh Aaron, dan kini kedua tangan Shella dikunci oleh Aaron dengan satu tangan diatas kepalanya. "Hey! Apa yang kau lakuk---" lagi-lagi Aaron memotong ucapan Shella. "Akan kubuat kau tidak bisa lepas dariku." ucap Aaron dan Shella langsung bergidik ngeri membayangkannya, ekspresi Aaron sangat gelap saat ini. Membuat Shella merasa terintimidasi.


Aaron mencium Shella lagi dan lagi, mengigit bibirnya hingga bengkak dan hal itu membuat Shella mengerang kecil. Erangan Shella malah membuat Aaron tersenyum puas. Ia puas Shella merasakan hal yang ia inginkan. Tidak hanya itu, satu tangan Aaron menyentuh leher Shella dan mengusapnya pelan dan hal itu tentu memancing adrenalin Shella dan membuat Shella bergerak tidak karuan.