
"Akhirnya kau bangun." ucap Aaron begitu Kyla masuk dan saat itu juga Shella bangun.
"Boss, waktunya sudah dekat." ucap Kyla kemudian.
"Baik, kau sudah boleh pulang." ucap Aaron tanpa menoleh ke arah Kyla sama sekali. Aaron tetap bertaut pada Shella yang mengusap matanya dan kemudian berusaha duduk.
"Ayo." ucap Aaron dan tanpa menunggu Shella berdiri, dia langsung menarik lengan Shella untuk berdiri dan membawanya keluar dari ruangannya meninggalkan Kyla.
&&&
"Kita akan kemana?" tanya Shella ketika melihat Aaron tidak berbicara dan tetap membawanya hingga ke dalam mobilnya. Berbeda dari biasanya, Aaron kali ini menyetir sehingga dirinya membuka pintu penumpang dan melepaskan pegangannya pada Shella membiarkannya masuk sendiri.
"Makan malam, kau belum makan bukan?" jawab Aaron lalu dia pun melajukan mobilnya setelah Shella memakai sabuk pengaman.
Shella tentu saja sedikit curiga dengan sikap Aaron yang tiba-tiba sangat berubah. Aaron yang ia tau sejak pertama kenal tidak sesederhana ini.
Dugaan Shella tentu tidak pernah salah, Aaron memang membawanya makan malam namun dengan orang yang tidak ia kenal. Lebih tepatnya hanya seorang wanita paruh baya sedangkan satunya lagi pernah ia temui saat di Singapore.
"Nona Chow?" tanya Benedict dengan nada terkejut tanpa disembunyikan begitu Shella dan Aaron masuk ke suatu restoran di bagian ruangan VIP.
"Kak, wanita yang kau---" ucapan Benedict terhenti karena Aaron memotongnya.
"Duduk." ucap Aaron kepada Shella ketika keduanya mendekati meja makan dan di dekat kursi kosong yang dikhususkan untuk mereka.
&&&
Alangkah terkejutnya Shella ketika melihat Benedict berada di ruangan tempat mereka makan, apalagi saat ia memanggil Aaron dengan sebutan kakak yang menunjukkan dia adalah adik Aaron selama ini.
"Shella, kalau kamu tidak cocok dengan makanan ini kamu bisa mengatakannya jadi ibu akan meminta untuk menggantinya ya." ucap wanita paruh baya yang duduk di sebelah Benedict.
"Ini adalah ibuku." bisik Aaron kepada Shella.
"Tidak apa-apa tante, saya bisa memakannya." balas Shella sambil tersenyum kaku.
Benedict terus menatapnya sesekali saat memasukkan suapan ke dalam mulutnya.
"Terima kasih atas makanannya tante, kami pamit." ucap Shella ketika mereka sudah hendak pulang.
&&&
Setelah Shella dan Aaron keluar, Benedict pun langsung mengeluarkan apa yang ada di benaknya.
"Jadi moma mengenal wanita itu? Kenapa moma menyuruhku ke Singapore untuk menyelidiki kakak kalau begitu?" tanya Benedict.
"Supaya kau seperti kakakmu, tidak terikat pada banyak wanita namun hanya satu." balas sang ibu lalu berjalan keluar dari restoran diikuti Benedict.
"Tapi kakak bilang tidak menyukai wanita itu??" tanya Benedict dalam hati karena dirinya benar-benar tidak sangka dan dikejutkan akan beberapa hal.
Pertama, sang ibu yang menambahkan jadwal makan malam secara tiba-tiba kepada kedua asisten dari anaknya. Kedua, Shella adalah wanita yang diikuti oleh kakaknya. Ketiga, Shella juga adalah wanita yang sempat membuat Benedict sendiri tertarik.
"Besok moma akan terbang kan? Perlu aku ikut?" tanya Benedict. Inilah sikap Benedict apabila bersama ibunya, sikap seorang mom's boy yang manja dan mengikuti ibunya kemana saja jika ia sedang senggang.
"Tidak usah, kerjakan saja pekerjaanmu." balas sang ibu lalu masuk ke dalam mobil mewah begitu juga Benedict yang juga masuk ke dalam.
&&&
"Aku sudah menurutimu seharian ini, kau sudah berjanji akan membiarkan aku bebas bukan?" ucap Shella ketika mereka berada di mobil dan mobil sedang melaju ke jalan raya.
"Ya." hanya itu jawaban Aaron dan akhirnya Shella sadar bahwa Aaron sedang mengantar Shella ke hotel tempat ia menginap.
"Aku berharap tidak akan berjumpa lagi denganmu." ucap Shella kemudian begitu ia turun dari mobil Aaron.
Aaron hanya terdiam sambil menatap pada bagian belakang Shella yang berjalan masuk ke hotel. Aaron tersenyum tipis ketika mengingat perkataan Shella barusan. Tentu saja ia tidak akan melepaskan Shella semudah itu.
&&&
Pagi hari yang sangat cerah, Shella merasakan kesenangan di pagi ini karena dia sudah terbebas dari Aaron.
"Ayo pergi." ucap Shella kepada Grace dan Chloe, hari ini Shella ingin bersenang-senang karena liburannya di Australia tinggal 1 minggu dan tentu saja ia ingin mempergunakannya sebaik mungkin.
Sore sudah tiba dan Shella memutuskan untuk pergi ke sebuah bar untuk minum alkohol, ia ingin melupakan kejadian semalam yang dimana Aaron sudah ada dipikirannya selama seharian ini.
"Hey! Tambah lagi dong!" ucap Shella dengan nada malas, sedangkan Chloe sudah panik dan langsung mengambil gelas dari tangan Shella dan meletakannya di meja.
"Ini baru pertama kali aku melihat nona mabuk sejak dia remaja. Aku tidak menyangka dia tidak bisa minum ketika tadi dia mengajak kita minum. Ayok kita bawa nona pulang." ucap Grace tampak khawatir dan langsung memapah Shella yang sudah mabuk.
"Hey! Jangan bawa aku pulang. Pria itu tau lokasi hotelku, aku tidak mau ditangkap olehnya." ucap Shella dan itu membuat Grace yang sedang setengah menyeret Shella pun terhenti.
Grace menatap Chloe dengan ragu dan keduanya pun melihat ke arah Shella. "Nona? Siapa yang nona maksud?" tanya Chloe kemudian.
"Kau tidak tau? Dia adalah penjahat, kenapa dia tidak langsung membunuhku ya? Kenapa dia sangat baik padaku?" ucap Shella dan lagi-lagi Chloe dan Grace mengerutkan kening, ucapan Shella sangat ambigu. Shella mengatakan pria itu jahat namun kemudian mengatakan pria itu baik.
"Apa pria yang kita temui saat di Melbourne itu?" tanya Chloe dengan nada curiga.
"Entahlah, sebaiknya kita bawa nona pulang dulu." ucap Grace lalu mereka pun lanjut berjalan memapah Shella.
"Tunggu! Aku tidak mabuk. Aku hanya mau muntah. Sebentar...." ucap Shella dan dia pun melepaskan diri dari Grace dan berjalan menuju toilet.
Awalnya Grace dan Chloe ingin ikut menemani Shella namun Shella tolak habis-habisan sehingga mereka pun menunggu di depan toilet.
"Hoekkk!!! Ergh..." Shella pun selesai memuntahkan isi perutnya namun ponselnya tiba-tiba berbunyi dan dia pun mengeceknya.
"Temui aku di belakang." ucap Aaron di dalam pesan itu.
"Atau ...." tulis Aaron lagi namun ia biarkan kosong untuk selanjutnya.
"Sial!" seru Shella kemudian, ia sudah sadar diri hampir sepenuhnya karena pesan yang dikirimkan Aaron.
"Nona sudah selesai? Ayo kita pulang." ucap Chloe begitu menyadari Shella keluar dari toilet.
"Sebentar, aku ingin ke belakang bertemu temanku. Aku sudah tidak mabuk, tidak jadi pulang." ucap Shella dengan nada tegas. Ia mencoba setegas mungkin agar tidak terlihat setengah mabuk.
"Tapi nona.." ucap Chloe tampak tidak setuju.