Mr. Jerk Wants To Catch Me.

Mr. Jerk Wants To Catch Me.
23



"Dad akan mengutus beberapa bodyguard untuk memperketat keamanan kamu."


Ucap Kendrick seketika dan tentu saja itu membuat Shella membesarkan bola matanya.


"Apa!? Tidak! Ini tidak akan terjadi lagi. Aku ditangkap karena mereka mengira aku pacar Aaron jadi sebenarnya mereka ingin memancing Aaron."


Tanpa sadar, Shella sudah mengemukakan alasan sebenarnya telah diculik.


"Mulai sekarang kau tidak boleh sembarangan bertemu dengan siapapun! Dan kau dikurung untuk sementara waktu!"


Kendrick ternyata sudah marah besar, bagaimana tidak. Putri satu-satunya telah diculik hanya untuk dijadikan tawanan. Dan itu sangat merusak nama baik Chow. Kalau tadinya putrinya diculik karena nama belakangnya, Kendrick akan dengan senang hati membayar biaya agar dikembalikan, namun sadar ternyata bukan Shella incarannya membuatnya kesal dan jengkel.


"Sampai kapan? Dad! Kerjaan aku udah terbengkalai!"


Oke jadi sesi adu mulut pun terjadi, Mari berusaha menenangkan keduanya. Sedangkan Grace dan Chloe tidak memiliki pilihan lain selain melihat kedua majikannya beradu mulut.


"Sampai aku bisa memastikan Aaron yang kau sebut itu sebenarnya siapa."


Jawaban Kendrick itu membuat Shella keringat dingin, Aaron adalah ketua mafia kelas atas yang melakukan banyak hal kotor yang walaupun tidak ilegal. Catat sekali lagi hal kotor, kalau sampai Kendrick mengetahui tindak tanduk Aaron yang sebenarnya maka habislah Shella. Dia tidak akan dibiarkan bebas   lagi karena telah berteman dengan teman yang begituan.


"Jadi bagaimana tampangnya? Apa dia tampan? Jadi dia yang menjagamu ya beberapa hari ini?"


Mari mulai berucap dengan wajah keibuannya ketika udara yang panas tadi sudah mulai mendingin.


"Apa!? Aku belum melacak dengan jelas identitas pria bernama Aaron ini karena sangat sulit mengali informasi ini. Jadi dia belum bisa dipercayakan kepada Shella!"


Kendrick seketika mengerti maksud pertanyaan Mari itu langsung protes.


Melihat kedua suami istri itu berdebat membuat kepala Shella sakit sehingga membuatnya yang hendak berdiri itu ditahan oleh Kendrick. Kendrick memberi isyarat kepada Grace dan Chloe untuk pulang dan kemudian dia pun kembali mengalihkan fokusnya padaku.


"Kalau begitu, bawa dia kemari. Perkenalkan dia kepada kami."


ucapan Kendrick seperti sebuah bom yang dilemparkan padanya.


"Hah? Buat apa? Aku ga pernah bawa teman aku untuk dikenalin ke kalian."


jawab Shella sama sekali tidak setuju dengan pernyataan ayahnya.


"Daddy mau memastikan identitas dia. Memangnya kamu tau pekerjaan dia apa?"


Kendrick tampak meremehkan dan benar saja, Shella memang tau Aaron menjalani bisnis seperti perhotelan, dan merupakan anak dari ketua mafia.


Tapi Shella yakin dengan apa yang terjadi pada Shella itu bukan menunjukkan Aaron hanya sekedar melakukan bisnis kecil seperti itu. Karena orang yang bernama Victor itu terang-terangan secara berani menangkap Shella sendiri. Shella sendiri sadar, keluarganya juga memiliki kekuatan politik di Singapura.


"Selama Daddy belum tau seluruh informasi tentang dia, kamu akan bekerja dari rumah!"


ucapan Kendrick sudah seperti ultimatum, dan Shella tau jika ia membantah maka dia akan dirantai kalau memang perlu.


&&&


"Iya di Singapur, catat tanggalnya ya. Aku gak mau tau."


ucap Benedict di telepon. Dia baru saja selesai berbicara dengan kakaknya Aaron.


Benedict berencana mengundang Shella tentunya ke grand openingnya karena terakhir kali Shella seperti memiliki banyak hal yang ingin dikatakan sama halnya dengan Benedict sendiri.


&&&


Hari ini adalah seminggu setelah Shella akhirnya diperbolehkan keluar setelah berhari-hari bekerja dari rumah.


Namun di pagi hari, Shella sudah mendapatkan telepon dari nomor yang tidak dikenal yang ternyata adalah Benedict, adik Aaron. Memang masih banyak hal yang ingin dia bicarakan dengan Benedict sehingga dia memilih menerima undangan VVIP itu dan datang.


Apakah orang tua Shella tau tentang undangan ini? Tentu saja. Kendrick setidaknya sudah mengetahui pekerjaan Aaron yaitu anak ketua mafia dan bisnis perhotelan. Yap dan hanya itu yang dia ketahui dan memutuskan untuk memperketat saja keamanan Shella sehingga setidaknya dia bisa membiarkan putrinya itu bebas sebelum putrinya masuk rumah sakit jiwa.


Mari yang sudah mengetahui wajah dan tampang Aaron ditambah adiknya Benedict itu bersuka ria. Bagaimana tidak? Keduanya tampan sekali dan setidaknya bisnis mereka yang tidak sebesar Chow Family itu masih bisa ditoleransi mengingat mereka mengusahakan bisnisnya sendiri tanpa bantuan orang tua mereka.


&&&


Tibalah hari dimana Shella akan menghadiri acara VVIP yang diundang Benedict kemarin, Kendrick tentu saja sudah mengutus bodyguardnya agar Shella terjamin aman.


Ditambah lagi tempat yang akan didatangi Shella juga sudah dilacak dan dijamin aman karena bar itu dibuka dengan izin pemerintah Singapur dan tidak ilegal sama sekali.


Nama bar itu Benedictine, nama yang cukup bagus untuk sebuah bar di Singapur. Begitu Shella tiba, tampaknya bodyguard milik Benedict langsung mampu mengenalinya dan dengan segera dia dibawa ke dalam.


Di dalam, terdapat begitu banyak sofa tersusun di tengah ruangan. Sebenarnya bukan sofa biasa, karena terbuat dari kain sutra dan sangat lembut serta nyaman untuk diduduki hingga berjam-jam.


Ketika masuk dan melihat beberapa pelayan lalu lalang membawa tequila, Shella memilih untuk mengambil segelas tequila dan berjalan perlahan untuk menyapu seluruh isi ruangan. Shella mengenali beberapa orang dari rekan bisnis ayahnya yang membawa istri mereka.


"Hey." Benedict muncul sambil tersenyum dari samping dan menyapa Shella. Namun wajah tampannya itu tertutup topeng sehingga membuat Shella sempat terdiam kaku.


Shella POV:


Mati aku! Ini Aaron??


"Kamu tidak mengenaliku?"


tanya suara itu, namun sekali lagi aku coba untuk mengingat kembali. Barulah aku dapat mengembus nafas karena suara itu berbeda dengan suara Aaron.


"Benedict?" tanyaku memastikan walaupun aku sudah tau jawabannya.


"Yes! Sini kuantar ke ruangan yang lebih tidak ribut." ucap Benedict dengan nada semringah. Perlu kuakui, Benedictine adalah bar ternyaman yang pernah kumasuki. Karena selama ini music disco yang diputar selalu besar dan memekakkan telinga namun music disini memang masih bertema disco, DJ, atau rap tapi masih diperhalus sehingga pengunjungnya dapat berbicara dengan suara yang tidak perlu dibesarkan.


"Why didn't you tell me earlier?"


tanyaku begitu tiba di ruangan dekat powder room yang tertulis "staff only".


"Tidak memberitahu apa?"


Benedict membuka topengnya sambil menatapku bingung.


"Kalau kamu dan Aaron saudara." Aku memperjelas tanpa mensensor sama sekali.


"Ohh itu, aku bahkan tidak tau sampai ketika kamu datang bersama kakakku."


balas Benedict dan yap aku dapat melihat kejujuran di matanya itu. Fine. Mungkin memang Aaron yang menutup rapat informasi ini bahkan kepada adiknya sendiri.