Mr. Jerk Wants To Catch Me.

Mr. Jerk Wants To Catch Me.
16



Barulah Shella ingat, acara itu yang diadakan oleh keluarga besar Inggris memang tidak mungkin sembarangan mengundang keluarga besar tiap negara karena acara itu bersifat privasi dan khusus.


"Mafia bukan pekerjaan ilegal, keluargaku bekerja sama dengan FBI dan CIA." jelas Aaron sambil tersenyum kemudian ia melepaskan Shella dan berjalan menjauh.


"Selama kau tidak berada di Singapore, cobalah lepas dariku. I dare you." ucap Aaron sambil tersenyum tipis dan berbalik menghadap Shella.


Shella terdiam, dirinya tak dapat berkata-kata sama sekali. Namun ia tidak akan menyerah.


"Kau akan kemana?" tanya Aaron ketika Shella berdiri dari sofanya. "Toilet." jawab Shella singkat lalu berjalan ke arah pintu keluar. Aaron tidak menghentikan Shella sama sekali dan membiarkan gadis itu berjalan keluar dari ruangannya.


Setelah Shella keluar, ia bertemu dengan Kyla yang duduk tidak jauh dari ruangan tempat ia masuk. Ketika Shella keluar, ia sedikit menunduk kepada Kyla dan Kyla pun melakukan sebaliknya.


Shella memang mencari toilet namun ia juga mencari jalan keluar seperti pintu exit selain lift dan setelah ia tidak menemukannya, ia pun masuk ke toilet dan memikirkan cara lain yang bisa Shella lakukan.


"Cuma bisa dari lift kalau begitu." gumam Shella ketika hendak keluar dari toilet. Shella berjalan ke arah lift sambil melihat ke sekitar, keadaan memang sepi dimana hal itu mendukung aksinya.


Ketika Shella sampai di depan lift, ia mencoba menekan tombolĀ  turun dan sayangnya lift tersebut tidak berfungsi atau lebih tepatnya menolak apa yang Shella lakukan. Tak lama kemudian, 2 orang berbadan besar dan memakai setelan jas itu menghampiri Shella.


"Nona, mohon ikuti kami." ucap salah seorang dan seorang lainnya maju menarik lengan Shella tanpa dapat Shella hindari.


"Boss, ada penyusup." ucap salah seorang dari antara 2 orang yang telah membawa Shella masuk. Di dalam sudah ada Kyla yang sedang berbicara dengan Aaron dan kegiatan mereka terhenti ketika Shella dibawa secara paksa untuk masuk ke ruangan Aaron.


"Tinggalkan dia disini." ucap Aaron sambil menoleh karena dia sepertinya sudah tau Shella lah yang disebut penyusup sedangkan Kyla yang masih shock melihat keadaan Shella yang seperti tahanan ditahan oleh 2 bodyguard itu.


Ketika Aaron selesai menandatangani berkasnya, dia pun menyerahkannya kepada Kyla dan Kyla pun pamit keluar. Sedangkan Shella masih berdiri tidak nyaman di tempatnya karena kedua pria berbadan besar itu masih berada di belakangnya seolah menjaganya agar tidak keluar.


Setelah Kyla keluar, Aaron menutup bolpoin yang ia gunakan tadi dan kemudian menghadap ke arah Shella.


"Kalian tidak mendengarkanku tadi?" tanya Aaron dengan nada yang teramat dingin. Baru kali ini Shella mendengarkan Aaron yang sangat dingin.


"Ba-baik boss!" ucap kedua pria itu lalu keluar layaknya tikus yang bertemu dengan harimau.


"Ka-kau tidak seharusnya begitu dengan bawahanmu." ucap Shella ketika melihat kejadian itu, dia tidak habis pikir. Setidaknya dia tetap memperlakukan siapapun itu termasuk bawahannya dengan hormat dan jauh berbeda dengan Aaron terhadap bawahannya.


"Diam." ucap Aaron lalu ia berjalan mendekat, mendekat ke arah Shella dengan tatapan mata tajam dan dingin walaupun Shella sadar nada bicara Aaron tidak sedingin saat berbicara dengan bawahannya tadi namun Shella sadar persis bahwa Aaron sedang marah.


Shella menoleh keatas ke arah Aaron dan kini ia mengerti kenapa kedua pria berbadan besar tadi takut dengan Aaron, Aaron sangat mengintimidasi dan menyeramkan. Kenapa Shella baru menyadarinya sekarang?


"Jangan katakan apapun." ucap Aaron sambil menaruh jari telunjuknya di mulut Shella ketika ia melihat Shella hendak membuka mulut.


"Kau hanya perlu diam dan menerima hukumanmu." ucap Aaron masih dengan nada dingin namun setelah selesai dengan kalimatnya, ia tersenyum tipis lalu mengganti jari telunjuknya dengan ciuman.


Ciumannya cukup intens dan itu membuat Shella yang cukup terkejut dengan gerakan tiba-tiba dan kasar itu. Tidak berhenti disitu, Aaron langsung beralih ke leher Shella dan mengigit disitu dan itu tentunya membuat Shella memekik kecil karena sakit.


"Hey! Hent.. Hentikan! Sakit." ucap Shella sambil mencoba mendorong Aaron yang sama sekali tidak terkena pengaruh itu.


"Argh... stop.. kumohon." ucap Shella lagi masih mencoba mendorong Aaron ketika Aaron masih tidak berhenti setelah meninggalkan satu gigitan. Gigitan Aaron bukan gigitan penuh cinta namun gigitan yang sangat agresif dan keras tentunya.


"Baik! Aku minta maaf! Maafkan aku." ucap Shella dengan nada lemah. Ia sudah kehabisan nafas mencoba sedari tadi untuk mendorong Aaron dan tentu saja menahan isak tangis karena lehernya kini sangat ngilu.


Barulah ketika Shella meminta maaf, Aaron melepaskannya sambil mengelap bibirnya dengan tangan. Tidak berhenti disitu, Aaron menatap Shella dengan tatapan tajam dan berkata "Selanjutnya jika tidak kuizinkan dan kau mencoba kabur akan kupastikan kedua pelayanmu itu mati ditangan anak buahku."


Shella langsung menampar Aaron dengan mata berkaca-kaca. Namun Aaron yang terkena tamparan itu seolah tidak merasakan apa-apa dan ia pun berbalik untuk kembali duduk di mejanya.


"Duduk di sofa dan ikuti aku malam ini, setelah itu aku akan membiarkanmu bebas." ucap Aaron dan lebih seperti titah terakhirnya.


Shella pada akhirnya tertidur ketika menunggu Aaron menyelesaikan pekerjaannya sehingga Aaron yang baru selesai itu pun sedikit terkejut dengan Shella yang mampu tidur di hadapannya. Tidak ada yang berani seperti itu di hadapan seorang Aaron tapi hanya Shella yang berani seperti ini.


Alih-alih membangunkannya, Aaron malah berjalan ke sofa dan duduk di dekat Shella sambil menatap wajah tidur Shella. Aaron juga memberikan selimut yang ia keluarkam dari lemarinya untuk menyelimuti Shella. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore namun Aaron belum juga beranjak dari tempat duduknya begitu juga Shella yang sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda untuk bangun.


Tak lama kemudian, Kyla mengetuk pintu dan masuk untuk memberitahukan bahwa jadwal acara Aaron akan tiba dan pada saat itulah Shella baru terbangun tanpa sadar.


&&&


"Wanita itu sangat naif, dia bisa-bisanya tidur di hadapan boss. Tapi Boss tidak menghukumnya, tampaknya boss sudah jatuh cinta." ucap Kyla kepada Ben, pekerjaan mereka sudah selesai pada hari ini dan keduanya sedang minum di suatu bar.


"Benarkah? Siapa sebenarnya dia ya? Sampai-sampai boss kita yang selama ini sangat kejam menjadi lunak." balas Ben sambil tersenyum. Keduanya tentu senang, boss mereka tidak sekejam dan semengerikan seperti biasanya dan itu adalah pertanda baik tentunya.