Mr. Jerk Wants To Catch Me.

Mr. Jerk Wants To Catch Me.
19



"Mommy harap kamu mengerti ya? Liburanmu sudah cukup panjang. Ingat untuk pulang sebelum mommy yang datang menjemputmu." ucap Mari dengan tegas di telepon.


Shella memang mengakui, dia sedikit menunda kepulangannya karena mengingat apabila di Singapore dia tidak akan sebebas ini.


"Iya mom. Aku pasti pulang." jawab Shella dengan malas dan dia pun menutup teleponnya.


"Minggu depan kita akan pulang." ucap Shella kepada Chloe dan Grace. Keduanya tentu saja diam-diam lega dengan keputusan Shella karena mereka tidak akan menjaga Shella 24 jam jika mereka kembali ke Singapore.


Shella sedikit berat hati untuk pulang namun ia juga tidak memiliki pilihan, walaupun ia diberikan kebebasan beberapa hari ini ia tetap merasa tidak nyaman dan memiliki beban. Ia tidak ingin menjadi senaif dulu, ia yakin Aaron tidak akan melepaskannya begitu saja. Atau itu hanya pemikirannya saja.


&&&


Kejadian malam bersetubuh itu membuat Shella tidak bisa melupakannya sama sekali, Shella setengah mabuk dan sejujurnya sadar akan apa yang ia lakukan dengan Aaron. Entah Aaron memang agresif atau tubuh Shella yang terlalu lemah untuk menerimanya.


Memikirkan itu membuat Shella memerah walaupun Aaron sangat agresif Shella tidak merasa itu merupakan sebuah masalah.


&&&


Keadaan Sydney saat itu mendung namun tentu saja Shella sudah memesan taksi karena dia akan pergi ke acara pernikahan Dennis yang diadakan di sebuah hotel mewah. Karena Trev akan menjadi penyanyi di acara pernikahan Dennis maka Shella mengusulkan agar mereka bertemu disana saja karena Trev tentu saja perlu persiapan sehingga harus lebih awal di sana.


Alih-alih menaiki taksi, sebelum taksi itu datang sebuah limosin mewah berhenti di depan apartemen Shella. Shella masih berteduh di lobby apartemen hingga seseorang yang ia kenal keluar dari limosin itu.


Betapa terkejutnya Shella ketika melihat Aaron dengan setelah jas berwarna biru dongker itu berjalan mendekatinya.


"Ayo." ucap Aaron lalu berbalik hendak berjalan kembali ke limosinnya namun Shella sudah duluan berucap.


"Apanya? Kemana?" tanya Shella tanpa basa basi dan masih berdiri di tempat.


"Menghadiri pernikahan putra William." jawab Aaron singkat sambil berbalik dan menatap Shella.


"Kebetulan sekali aku akan menghadiri pesta pernikahan temanku jadi aku tidak akan menemanimu." balas Shella singkat.


"Maksudmu ini?" jawab Aaron sambil memberikan kode kepada Kyla dan Kyla pun memberikan undangan itu kepada Shella.


&&&


****! Double ****! Kenapa Aaron harus mengenal pihak laki-laki dari Dennis??? Shella memang mengenal Louis namun tidak sampai keluarganya walau Dennis memang sempat bercerita bahwa Louis dari keluarga konglomerat di Australia.


"Tapi aku sudah memiliki pasangan, jadi aku tidak akan ikut denganmu." begitu aku selesai menyampaikan kata-kata itu, taksiku pun tiba.


"Kyla." ucap Aaron tiba-tiba, awalnya aku bingung namun Kyla langsung berjalan menuju ke taksi yang kupesan dan memberikan uang lalu menyuruhnya pergi.


Sebelum aku hendak berjalan menuju taksi itu, Aaron sudah mendekat dan kemudian mengangkatku layaknya karung beras.


Sial! Sangat tidak berperikemanusiaan. Aku sudah makeup serta berpenampilan rapi dan dia malah mengacaukannya.


Setelah memberontak hingga pasrah, Aaron memasukkanku ke limosinnya dan pintu mobil pun ditutup.


"Kenapa kau sangat suka sewenang-wenang?" Aku memberontak sambil menatap dia tajam.


Aaron hanya menatapku datar lalu tersenyum tipis. Sial aku semakin membencinya, tapi dia tampan sekali.


Karena tidak mendapat jawaban, aku memilih merapikan rambut dan makeupku hingga kami tiba.


&&&


Begitu Shella keluar, Aaron sudah lebih dahulu menggapai tangannya dan merangkupnya.


Shella dapat merasakan bahwa Aaron tidak berniat melepaskannya sehingga memilih untuk tidak membuat dirinya malu ia pun membiarkannya.


Awalnya Shella ingin menolak agar tidak melakukan sesi foto bersama namun Aaron sudah duluan menariknya ke tempat foto dan saat itu Aaron melepaskan pegangannya dan menggantinya dengan memegang pinggang Shella.


Ketika selesai, Aaron kembali mentautkan tangannya pada Shella dan mereka pun memasuki ruangan.


Ruangan itu sangat mewah, begitu Shella masuk ia langsung bertemu beberapa teman kampusnya.


"Lepaskan. Aku ingin berbicara dengan temanku." bisik Shella namun Aaron tidak mengindahkannya dan malah membawa Shella mendekat pada temannya.


"Hey guys!" seru Diana begitu bertemu Shella dan Abbey. Abbey benar-benar membawa sugar daddy-nya, yang sudah keliatan om-om namun karena cara berpakaian Abbey yang dewasa membuatnya semakin cocok dengan sugar daday-nya.


"Perkenalkan, ini Tommy. My date." ucap Abbey memperkenalkan dan Diana pun menyalami Tommy. Ketika Vivi hendak menyalami Tommy, Aaron sudah terlebih menyalami Tommy seolah-olah tidak ingin membiarkan Shella menyentuh pria lain hingga pada akhirnya Shella hanya tersenyum canggung.


"Ini Aaron, kami bertemu di depan jadi kebetulan sedang bersama." ucap Shella canggung pada akhirnya karena Diana menatap Aaron dengan penasaran.


"Hmm." gumam Aaron dengan nada datar seolah merasa ini hal yang tidak penting.


"Ohh begitu, ohya Trev bentar lagi tampil. Ayuk kedepan." ajak Diana pada akhirnya untuk menghilangkan kecanggungan yang ada.


Dan mereka pun berjalan mendekat ke panggung untuk mendengarkan penampilan Trev, dia menyanyikan lagu jazz yang terkesan santai dengan tema pernikahan.


Sambil menikmatinya, Abbey pun sudah berpisah untuk menikmati hidangan yang ada. Begitu juga Diana yang pergi menemui John, tampaknya John mengenal hampir seluruh tamu sehingga ia sangat sibuk berbicara dengan para tamu.


Tak lama kemudian, Dennis masuk bersama suaminya dan semua mata tertuju pada sepasang suami istri baru itu. Setelah selesai, sepasang pengantin itu pun berbaur dengan para tamu untuk berbincang-bincang.


Dan keadaanku sekarang? Aaron masih berada di sisiku layaknya pasanganku :) bahkan tadinya dia merangkul pinggulku dan dengan segera kutepiskan dan memelototinya.


Aaron hanya tersenyum geli melihat ekspresiku dan memilih membiarkanku. Dress yang kukenakan memiliki cutting di sisi kiri sehingga memperlihatkan bentuk tubuhku sehinnga tentu saja aku tidak akan membiarkan Aaron seenaknya merabanya.


&&&


"Hey! Aaron sudah lama tidak bertemu."


ucap seorang pria paruh baya yang sejujurnya pernah kutemui namun versi lebih mudanya.


Mereka pun berbincang-bincang dan ketika aku hendak menyelinap pergi meninggalkan Aaron, dia langsung menarik lenganku agar tetap berada di sisinya sehingga perbuatannya itu membuat pria paruh baya itu menaruh perhatiannya padaku.


"Pacarmu?"


tanyanya.


"Perkenalkan, namaku Shella. Senang bertemu denganmu tuan William."


ucapku sopan pada akhirnya karena Aaron memberikan isyarat kepadaku untuk menjawab.


"Iya, iya maaf tadi aku sempat melupakan pasnaganmu karena terlalu semangat membahas bisnis Aaron. Jadi kamu dari keluarga mana Shella? Sepertinya aku pernah melihatmu."