Mr. Jerk Wants To Catch Me.

Mr. Jerk Wants To Catch Me.
13



Aaron kemudian berhenti di satu titik, leher sebelah kiri Shella tepat di bekas luka jahitan yang Shella dapatkan sejak kecil. "Apa kau sudah ingat?" bisik Aaron dan hal itu membuat Shella yang tadinya tidak ingin menatap Aaron pun kembali menatapnya.


Aaron tersenyum tipis, ekspresinya melembut dan itu membuat ingatan Shella seketika kembali di waktu usianya 5 tahun dan ia sedang berada di Inggris bersama kedua orang tuanya, mereka akan menghadiri acara besar keluarga konglomerat tiap negara yang ada di penjuru dunia.


Waktu kecil, Shella merupakan anak kecil yang sangat suka menjelajah dan kalau dapat diartikan ia sangat suka pergi ke tempat baru dan sering kali terpancing dengan segala hal baru di sekitarnya. Termasuk ketika ia melihat burung pipit kecil yang sedang makan di balkon, karena sangat senang Shella pun berlari mendekati si burung dan tentu saja burung itu langsung terbang. Ketika Shella kemudian sadar sang burung tidak mungkin kembali lagi, Shella sudah berada di udara dan hendak jatuh menuju kebawah.


Tidak sempat berteriak, hanya merasakan benda empuk di bawahnya. Leher Shella terluka karena tergores ranting pohon yang tajam saat merembes jatuh. Bukan hanya itu, Shella juga merasakan ada yang bergerak dibawahnya. Seorang anak laki-laki yang berusia 9 atau 10 tahun itu mengangkat Shella dan membantunya berdirinya. Tentu saja Shella tiba-tiba merasakan kepalanya sakit dan pusing karena kekurangan darah. Namun ketika Shella terbangun, ia sudah berada di kamar rumah sakit dan dengan keadaan mata ibunya yang sembab.


Sejak saat itulah Shella dikawal kemanapun ia pergi, hingga di usianya sekarang. Shella paham bahwa kedua orang tuanya tidak ingin ia celaka namun tidak mungkin juga di usia Shella sekarang ia masih dikawal seperti saat dia kecil.


"Kau.." ucap Shella dan air mata sudah turun dari matanya. Ia sudah ingat sosok misterius yang menolongnya. Sejak dahulu Shella terus mencari sosok itu hingga umur 20 tahun hanya untuk berterima kasih namun kini ia hampir tidak percaya bahwa Aaron adalah sosok yang menyelamatkannya dulu.


Sisi Aaron...


Aaron yang saat itu menghadiri acara keluarga itu namun karena adiknya masih kecil, kedua orang tuanya pun lebih memperhatikan Benedict daripadanya dan itu membuat Aaron dengan mudah menyelinap ke kebun istana. Namun ketika di tengah ia berjalan, ia mendengar sesuatu dari pohon dan tampak seseorang terjatuh dan karena jaraknya cukup jauh itu membuat Aaron langsung menyeret dirinya ke rerumputan dan istilahnya menjadi tempat penampung bagi orang itu.


Ketika merasakan sesuatu yang berat menimpa tubuhnya, barulah Aaron sadar bahwa tubuh itu masih mungil dibandingkan dirinya. "Dasar bocah naif." gumam Aaron saat itu sambil tersenyum. Hari-hari sebelumnya terasa suram namun begitu bertemu dengan gadis naif yang bahkan jatuh dari balkon itu membuatnya sedikit lebih ceria. Hingga terdengar seseorang yang memanggil nama "Shella" barulah sejak itu Aaron tau nama Shella.


Setelah berhasil mengangkat Shella dan mendudukkan dirinya di dekat pohon. Aaron dengan segera pergi dari tempat itu. Ia masih ingat ayahnya mengajarkannya untuk tidak terlibat dalam segala masalah.


Ketika sudah berada jauh dari Shella, barulah Aaron sadar bahwa tangannya berdarah namun bukan darahnya melainkan darah Shella dan ketika Aaron mencoba mengingat kembali dirinya sempat menyentuh leher Shella dan dari sanalah ia tau bahwa Shella memiliki luka di lehernya.


&&&


Ketukan dari pintu connecting room membuat Shella dan Aaron secara bersamaan melihat ke arah yang sama.


"Se..sebentar." ucap Shella dan dia pun langsung mendorong Aaron serta mencoba untuk bangun.


"Aku ingin berterima kasih karena kau telah menyelamatkanku saat itu. Kini aku tau kenapa kau terus mengincarku. Aku akan membalas kebaikanmu." ucap Shella dan ketika dirinya hendak turun dari tempat tidur, Aaron langsung menahan lengan Shella dan itu membuat Shella menoleh. Aaron mendekat hingga ke telinga Shella dan mengigitnya.


"Ingat tawaranku. Mungkin kau bisa membalas dengan itu." bisik Aaron di telinga Shella setelah mengigitnya. "Kau!" seru Shella sambil menatap Aaron dengan tajam. Iya Shella hampir lupa Aaron adalah pria yang sempat mengancamnya dan merebut ciuman pertamanya. Sial dia seharusnya ingat kalau Aaron masih pria yang sama, walaupun dahulunya Aaron sempat menyelamatkannya tapi bukan berarti pria itu dapat seenaknya.


Aaron malahan tersenyum ketika melihat perubahan ekspresi di wajah Shella, masih orang yang sama yang naif sejak kecil.


Ketika Shella keluar dari kamarnya dan check out dari hotelnya, Aaron pun melanjutkan pekerjaannya yang sempat terbengkalai beberapa hari ini.


Sementara itu...


Shella masih berada di Melbourne bertemu dengan teman kampusnya dulu, mereka duduk di sebuah restoran mewah dan sedang berbincang-bincang.


"Jadi Dennis sudah mau menikah? Wah! Selamat yaaaa!" ucap Abbey, salah satu teman Shella. Mereka bertujuh adalah teman sekelompok ketika berada di kampus, walaupun ada beberapa pasangan di dalam kelompok itu. Dan tentu saja orang-orang yang dapat menjadi teman Shella sudah dibatasi oleh Mari, ibu Shella sehingga mereka diberikan kepercayaan dan lebih tepatnya keluarga mereka dan keluarga Shella sudah mengenal satu sama lain.


Kedatangan Shella juga ingin menghadiri pernikahan Dennis salah satu sahabatnya di Sydney nantinya 3 minggu lagi dan mereka sedang membahasnya. "Tentu saja, kita akan membawa pasangan. "


"Abbey apakah kau akan membawa sugar daddy mu itu?" tanya Diana dan semuanya sontak tertawa karena Abbey memang sedang mengencani seorang sugar daddy. Ketika temannya masih sambil membahas hal mengenai itu, Shella jadi panik sendiri karena seluruh temannya akan membawa pasangan ditambah apabila ia sendiri yang tidak membawa pasangan rasanya agak memalukan. Baru saja Shella hendak minum, Trev dan John masuk dan berjalan menuju ke meja makan mereka. Trev dan John termasuk dalam gengs Shella tentunya.


"Hey! Kenapa kalian lama sekali??" ucap Abbey mencoba mengalihkan topik soal sugar daddy-nya. John dan Diana berpacaran namun karena tempat kerja mereka berbeda arah maka mereka datang secara terpisah berbeda dengan Trev yang masih single. Sedangkan Dennis dan Louis sebentar lagi hendak menikah namun Louis tidak hadir dikarenakan sedang tidak berada di Melbourne. Mereka akan pindah ke Amerika sehingga Louis sedang mengurus surat pindah dan lainnya. Diana dan John berasal dari Chicago sedangkan Louis adalah blasteran Amerika Inggris dimana Dennis dan Abbey sendiri adalah warga asli Australia. Sedangkan Trev yang merupakan blasteran Singapore Australia.