
Sejak bertemu dengan Joshua siang tadi, Monica memilih mengurung diri di kamar. Gadis itu tidak mood melakukan sesuatu, matanya sembab akibat tadi menangis didepan Joshua, Pendiriannya langsung rapuh setelah bertemu dengan Joshua. Ia bahkan tidak sadar Joshua sampai memeluknya. Satu-satunya yang membuat Monica merasa sesak ialah...
Ia sudah tidak punya harapan untuk membuat Joshua bertahan. Harapannya sudah kandas.
Kemudian Monica berpikir, ia masih punya satu cara, meski ia tahu itu tidak mungkin.
Gadis itu pun berjalan menuju meja belajar, mengambil secarik kertas dan sebuah bolpen. Ia pun duduk dikursi dan mulai menulis diatas kertas. Ini adalah satu-satunya harapan yang ia punya, meski ia tahu ini tidak mungkin terjadi. Bukankah disaat seperti, manusia terkadang lupa diri dan membiarkan segala angannya bebas?
Kalau saja boleh berharap.... Kalau saja harapannya dapat terkabul.
Pikiran Monica mulai mengawang, memikirkan kata-kata yang akan dia jadikan harapan. Hanya sebatas harapan, sebatas sebuah harap. Hanya itu yang kini Monica punya.
...-οΟο-...
Sinar mentari baru saja terbit mengisi cakrawala. Sinarnya sudah meringsek masuk ke celah-celah daun pepohonan. Hangatnya begitu terasa ketika Monica baru saja keluar dari rumah. Pagi-pagi sekali gadis itu sudah bangun demi menempatkan harapannya.
Monica melirik sedikit ke arah penginapan, berharap sebuah keajaiban muncul. Tetapi nyatanya... dia tidak menemukan apapun, selain sebuah bangunan kokoh di depan rumahnya tertimpa sinar mentari pagi.
Gadis itu pun menghela napas. Kemudian ia melangkah pergi meninggalkan rumahnya.
Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya dia sampai disebuah jembatan dengan suara riak air yang menyambut. Monica pun meneruskan langkahnya hingga sampai pada sebuah pohon pinus besar dan tinggi. Ia mendongak menatap pohon itu, sedetik selanjutnya, Monica mulai mendekat dan menyentuh bagian kulit pohon yang terkelupas.
"Hanya kali ini saja." gumamnya pelan, lantas ia pun memasukkan secarik kertas yang sudah dilipat ke sela-sela kulit pohon. "Kumohon."
Monica perlahan berjalan mundur dan kembali mendongak melihat pohon itu lagi. Ia tersenyum sekilas, tidak lama setelahnya Monica pun pergi, meninggalkan harapan yang selama ini ia tanggung.
...----...
...Letter From Monica to Joshua...
...---...
Dear Santa....
Aku tahu, ini bukan hari natal, meski sekarang adalah bulan Desember... tapi, aku benar-benar butuh bantuanmu. Untuk tahun ini, hanya untuk tahun ini.
Jika aku punya satu keinginan, satu harapan , dan satu permohonan.... Aku ingin Joshua Spencer tinggal sebentar lagi disini. Hanya untuk beberapa waktu. Aku tahu ini tidak benar, tapi.. hatiku tidak rela jika ia harus pergi secepat ini.
Karena aku punya keyakinan, setelah dia pergi, aku tidak akan pernah bertemu lagi dengannya. Meski aku tahu dia masih berada di negara ini.
Aku takut, setelah dia pergi, dia akan melupakanku dan memulai kehidupan barunya disana. Aku benar-benar tidak rela.
Aku rela menukar semua hadiah yang mestinya ku dapat di hari natal nanti dengan permohoan gila ku ini, aku hanya ingin Joshua Spencer tinggal sebentar saja bersamaku, karena aku punya sesuatu yang ingin ku jelaskan padanya tentang perasaanku.
Seandainya salju bisa turun esok hari, aku akan sangat bersyukur sekali. Sayangnya itu sesuatu yang mustahil untuk datang. Tapi, di dunia ini tidak ada sesuatu yang mustahil, kan?
Jika memang dia harus pergi, aku harap dia tidak melupakan semuanya. Melupakan apa yang telah kami lalui bersama.
Kalau memang kemungkinan terburuknya dia melupakanku, ku harap aku juga bisa melupakannya, karena aku ingin menghargai hidupku dan berhenti menyakiti diri sendiri. Aku hanya ingin menjalani kehidupanku sebagaimana mestinya. Aku juga ingin membuktikan bahwa aku bisa hidup tanpa dia.
Aku tidak menyiapkan hadiah khusus untuknya, aku cuma punya harapan untuk Joshua Spencer. Semoga dia hidup dengan baik di Kota, dengan atau tanpa memikirkanku.
...---...
^^^Snow in California - Ariana Grande^^^
^^^Dear Santa^^^
^^^It's me, Ariana^^^
^^^I know it's been a while but I really need^^^
^^^Your help this year^^^
^^^Let me make this clear^^^
^^^See, I-I really love him^^^
^^^And it's been kinda tough 'cause^^^
^^^He's only in town for the holidays^^^
^^^Tomorrow he's flyin' away^^^
^^^Away from me^^^
^^^I don't need another gift^^^
^^^I just have one wish^^^
^^^This year can you^^^
^^^Just make it snow in California?^^^
^^^I'll even settle for rain^^^
^^^Don't want him to go tomorrow mornin'^^^
^^^Give me somethin' to make him stay^^^
^^^Wrapped in his arms by the fireplace^^^
^^^Will be the perfect gift^^^
^^^Let it snow, let it snow, let it snow^^^
^^^Let it snow^^^
^^^In Californ-IA^^^