
Waktu menunjukkan pukul 12 siang, itu artinya Faizah dan Hamida waktunya istirahat. Sebelum mereka makan, Faizah mengajak Hamida ke masjid terlebih dahulu karena suara adzan suda berkumandang. kebetulan sekali ada masjid terletak tidak jauh di perusahaan, seperti Dyfan sengaja membangun masjid di dekat kantor agar sebagian orang muslim bisa beribadah.
Setelah mengambil wudhu, Faizah langsung menepatkan diri di sebelah Hamida yang ternyata sudah di sana. kebetulan kami mendapatkan shaf pertama, Faizah melihat bangunan masjidnya sungguh luar biasa membuat Faizah kagum.
Saat takbir pertama terucap, sebisa mungkin Faizah khusyu dalam sholat. tapi, saat lantunan ayat suci al - quran terdengat merdu menggema dimana-mana. Membuat hati Faizah berdesir merasakan sesuatu yang aneh menjalar ke hati. membuat Faizah tidak khusyu karena saking indahnya suara itu. Cepat-cepat Faizah beristigfar dan berusaha untuk kembali khusyu lagi, sampai sholat selesai.
"Ya Allah ampunilah semua kesalahan hambamu ini, berikanlah hambamu ini petunjuk tentang pria bernama Dyfan Fachreel Dashuki. kalau memang hamba di takdirkan bersamanya maka ikhlaskan hati hambamu, bantu hambamu bisa menerima kak Dyfan menjadi calon imam di kehidupan hambamu dan suatu saat jadikan Imam di keluarga hambamu yang bisa membawa kami kejalan surgamu, Aamin." Doa Faizah setelah sholat, di dalam hati.
Selesai sholat mereka langsung melanjutkan makan siang dengan tenang, setelah makan siang mereka kembali bekerja lagi. Disaat Faizah lagi sibuk bekerja tiba-tiba handphone bergetar menandakan Chat masuk, dia membuka dan membaca ternyata dari tunangan somplaknya.
Pria sok perfect
selesai kerja jangan pulang dulu
tunggu gue.
Faizah membacanya eh emang dia siapa menyuruh orang menunggu dia, Faizah bodo amat dia tidak membalas pesannya melanjutkan pekerjaannya. 5 menit kemudian handphone Faizah berdering, Faizah melihat siapa yang menelponnya hanya bisa menghela nafasnya.
"nggak bisa apa biarkan gue tenang sebentar."gumam Faizah. awalnya di biarkan saja tapi karena handphone tidak berhenti berdering dia mengangkatnya.
"Halo assalamualaikum, kenapa chat gue nggak di balas, telpon nggak di angkat mau lo apa sih"ucap Dyfan.
Faizah dengan malas menjawabnya, "Walaikumsalam, gue sibuk banyak kerjaan nanti kalau nggak sibuk gue balas. lagian ngapain gue nungguin lo pulang ogah banget mending gue langsung pulang"
"gue nggak mau tau lo harus nungguin gue pulang titik." Telfon langsung dimatikan, membuat Faizah hanya melongo dengan perkataannya dia, "gue belum selesai bicara udah di matiin aja, ngeselin banget. lagian maksa banget dasar cowok buruk rupa"gerutu Faizah.
"Faizah kenapa? apa ada masalah"tanya Disya yang tiba-tiba sudah di depannya membuat Faizah terkejut, "nggak mbak, nggak ada masalah kok. em mbak ada butuh sesuatu"tanya Faizah.
"oh iya mbak kesini mau mengambil dokumen yang mbak menyuruh kamu fotocopy." jawab Disya.
"Oh iya mbak bentar aku ambilkan," Faizah mencari datanya untung aja udah diselesai dikerjain. "ini mbak kalau ada yang di bantu lagi kasih tau aku aja ya mbak"ucap Faizah sambil memberikan dokumennya.
Disya mengambil sambil tersenyum, "oke Faizah, makasih ya. nanti mbak pasti akan minta bantuan kamu, yaudah mbak kembali ke meja mbak ya."
Faizah tersenyum, "iya mbak silahkan."
Disaat Disya sudah kembali ke tempat kerjanya membuat Faizah menghela nafas lega, dia melanjutkan lagi tugas yang belum selesai.
🌺🌺🌺
Waktu menunjukkan jam 5 sore, itu artinya Faizah sudah waktunya pulang kerumah tercinta. ternyata kerja itu melelahkan sangat berbeda dengan kuliah. seluruh tubuhnya terasa capek semua, tadi di suruh fotocopy, disuruh mintain tanda tangan ke sana, untung saja karyawan-karyawati bagian HRD baik semua. jadi dengan senang hati dia disuruh ke sana kemari. hihi. Faizah pulang sendiri tidak bersama sahabatnya katanya dia pulang bersama kakaknya kebetulan meeting disini ya sudah Faizah pulang sendiri. Faizah berjalan menuju mobilnya.
tiba-tiba dia dikejutkan dengan seseorang yang muncul tiba-tiba tanpa bersuara dan dengan ekspresi datar. "Kaget gue!"pekik Faizah seraya mengelus jantungnya.
Dyfan langsung menarik tangan Faizah menuju parkiran mobilnya.
"Eh, maksud lo apa sih tarik tangan gue." berontak mencoba melepaskan pegangan tangan Dyfan. "Woii gue mau pulaangg!."
"Bunda gue, undang lo makan malam."
"Gue pulang ke rumah gue dulu, entar baru gue kerumah lo."
"Lo ikut gue sekarang!" ucap Dyfan yang tidak memperdulikan protes Faizah dan tetap menarik tangan Faizah menuju parkir mobilnya.
"Dasar cowok Diktator, lepasin nggak? atau gue teriak nih!"ancam Faizah seraya mencoba melepaskan genggam tangan Dyfan.
"Silahkan lo teriak, tapi konsekuensinya lo nggak bakal bisa KKP di sini dan gue juga pastikan lo nggak bakalan bisa KKP di perusahaan manapun! atau lo mau mengulang KKP tahun depan?"ancam Dyfan.
"Arrghh..., lo bisa nggak sih, lo nggak gunain power lo yang sok banget itu," ketus Faizah, dia benar-benar tidak bisa berkutik lagi.
"Power gue di gunain buat di banggain, Sayang."ucap Dyfan datar.
"Jangan berani kabur!"ucap Dyfan mengelus kepala Faizah.
"Arrgghh..., lo itu makhluk yang menyebalkan yang gue temuin." Faizah Emosi sekali, kenapa bisa dia di jodohkan dengan cowok batu seperti Dyfan.
Dyfan berjalan mengintari depan mobil dan masuk kedalam mobil.
tiba-tiba Faizah terkejut sekali saat Dyfan mendekati wajahnya. "l..o ma..u ap...a?tanya Faizah terbata-bata, dia mendadak pucat pasi.
Dyfan memasang seatbelt dikursi Faizah. "Otak lo isinya negatif aja."
"Secara gue kan lagi sama cowok mesum,"sindir Faizah.
"Ckck, nyinyir aja kerjaan lo." Dyfan lalu mengemudikan mobilnya.
"masa bodoh, ketimbangan lo tukang paksa,"ketus Faizah. "wait! mobil gue gimana?"tanya Faizah menoleh pada makhluk sok diktator yang fokus menyetir.
"mobil lo nggak bakal hilang, kalau pun hilang bakal gue ganti,"sahut Dyfan.
"please, deh! sombong banget, asal lo tau aja gue nggak butuh duit lo, awas aja kalau mobil gue hilang bakal gue tuntut lo!"ancam Faizah, dia memang cewek matre apa. Walau, dia matrenya cuman Oma, Opa, Mama, Papa dan Abang tercintanya Abang Askara, hihi.
"Lo bisa diam nggak?! lo mau kita tabrakan gara-gara keberisikan lo,"hardik Dyfan, ingin rasanya dia lakban bibir cewek slengean.
"Turunin gue dulu, terus silahkan lo tabrakin mobil lo, gue bakal jadi saksi cantik lihat lo kaoit."ucap Faizah asal.
"gini aja, lo diam? gue janji setelah makan malam nanti, gue akan anterin lo ambil mobil lo di perusahaan oke,"pinta Dyfan yang bener-bener pusing menghadap Calon Tunangannya ini.
"Oke! dan lo juga mesti janji. kalau lo nggak akan suruh gue buatin kopi lagi, gue KKP di perusahaan lo buat belajar bukannya buat kopi!"
"Buat kopi aja lo nggak becus buktinya kopi buatan sendiri aja lo nggak bisa minum, lo memang bukan calon istri ideal,"ucap Dyfan dengan nada sinis.
"Eh, memang calon istri yang ideal itu harus bisa buat kopi! Somplak lo," ketus Faizah, itu karena kopi tadi dia kasih garam, mana banyak lagi, Arrghh harusnya Dyfan yang meminum kopinya.
"Anak bau kencur mana mengerti yang seperti itu."
"kalau gue anak bau kencur dan bukan calon istri ideal, kenapa nggak lo tolak aja sih perjodohan ini! lo kan udah dewasa cocoknya menikah dengan cewek seumuran lo."
"gue bukan anak yang suka melawan dan pemberontak seperti lo!"
"kalau gue pemberontak! gue akan menolak perjodohan ini."
"itu karena lo belum bisa berdiri sendiri makanya lo nggak berani menolak perjodohan ini!"hardik Dyfan.
"Sotoy lo! coba kalau lo punya cewek yang lo cintai, gue jamin lo bakal memberontak menolak perjodohan ini. Btw, kakak-kakak cantik sahabat lo itu, masa nggak ada satu pun yang lo suka?"
Dyfan langsung menepikan mobilnya dan menatap lurus cewek slengean yang sedari tadi buat dia badmood. "Asal lo tau, gue paling nggak suka, hidup gue dicampurin orang lain apalagi anak bau kencur seperti lo."hardik Dyfan penuh amarah.
"gue cuman kasih saran sama lo, malah sewot gitu!"ketus Faizah dengan emosi. Faizah yang akan membuka pintu mobil tapi di kunci sama Dyfan, Aarghh.
"Lo pikir gue bodoh biarin lo kabur lagi,"sindir Dyfan.
"GUE BENCI BANGET SAMA LO," teriak Faizah yang emosi sekali.
Dyfan kembali mengemudikan mobilnya.
"Aarrgghh ada cowok yang kerasnya melebihi batu? jangan bilang Opa masa muda, sifatnya seperti ini juga, kasihan Oma. Wait! Tapi Opa dan Oma bersama karena saling mencintai, sepertinya gue harus minta tips sama Oma bagaimana menghadapi cowok yang memiliki sifat seperti Opa. bye, hari-hari yang indah, hiks."batin Faizah menangis.
Dyfan melirik Faizah cuma diam saja, apa tadi dia keterlaluan membentak Faizah, dia tadi tidak bisa mengendalikan emosinya mendengar Faizah yang menyuruhnya mencari cewek dan membatalkan pertunangan mereka. Kesabarannya selalu di uji setiap bersama Faizah.