Married With CEO Dictator & Perfect

Married With CEO Dictator & Perfect
Bab 16



Keesok harinya Faizah terbangun pukul 3 dini hari lalu dia bergegas mencuci muka dan tidak lupa mengambil air wudhu, Seperti biasa Faizah menjalankan ibadah sholat tahajud.


Setelah itu Dia bergegas memakai rukuh dan menggelar sajadah. Faizah menjalankan ibadahnya dengan khusuk sampai tasyahud akhir dan membaca doanya.


"Ya Allah hamba tidak tau takdir apa yang telah kau siapkan untukku, kalau memang Dyfan adalah menjadi takdir terbaikku maka hamba terima dengan ikhlas. Tapi jika sebaliknya Dyfan bukan menjadi takdir terbaikku maka pisahkanlah dengan baik tanpa ada yang merasakan kekecewaan. Ya Allah kalau berikan hamba petunjukmu kalau Kak Akkash jodoh hambamu kau permudahkan dengan caramu, tapi jika sebaliknya maka buatlah hatiku mengikhlaskan semua jangan kau tinggalkan bekas di hati hambmu. Aamiin." Isi Doa Faizah, Dia langsung menlanjutkan dengan membaca Al-Quran sambil menunggu menjelang subuh.


Sekarang hati Faizah ada sedikit tenang, Apalagi habis kejadian di restoran Bundanya Dyfan ingin sekali segera menikah begitupun juga sebaliknya membuat hati Faizah gelisah.


Faizah tidak pernah berhenti untuk meminta petunjuk sama Allah, dia terus berdoa sampai menemukan jawbannya. Selesai Membaca Al-Quran, sholat subuh. Selanjutnya Faizah bergegas keluar kamar dan menghampiri sang Mamanya yang sedang memasak.


"Pagi Mamaku sayang, Lagi masak apa Ma?"tanya Faizah.


"Ini Mama sedang masak Rendang"Jawabnya sambil mengaduk sepatula di atas wajan.


"Boleh Fai bantu nggak Ma?"tanya Faizah.


"Nih sayang, Mama mau menyiapkan yang lain" ia memberikan sepatulah kepada Faizah, Faizah pun menerimanya.


"Tumben Mama masak Rendang?"Tanya Faizah kembali.


"Iya Abang kamu mau datang sama kakak Ipar kamu"Jawab Mama Syifa.


Faizah terkejut dengan matanya bersinar. "Seriusan Ma, kok Abang nggak bilang aku sih Ma"ujar Faizah dengan lesu.


"Mungkin Abang kamu mau kasih suprise ke kamu." Ucap Mama Syifa dengan memotong bawang untuk membuat nasi goreng.


Faizah langsung menghampiri Mamanya. "Tapi kenapa Mama bilang Fai loh" Ujar heran Faizah sambil memicikan matanya.


Mama Syifa menghembuskan nafasnya, "Yaahh gimana Mama lupa, udah telanjur juga. Nanti kamu pura-pura kaget aja pas Abang kamu datang."


"Berarti Fai bohong dong Ma, Kata mama bohong itu nggak baik kok ini mengajarkan Fai bohong ma"Goda Faizah kepada Mamanya.


"Nggak papa sekali-kali buat Abang kamu senang kan nggak apa-apa kan, justru dapat pahala kan."


"Sejak kapan berbohong itu dapat pahala Ma, Mama mah ada-ada aja deh. Justru itu berdosa tau ma."


Sang Mamanya gemas dengan anak perempuannya yang bawel satu ini. "Faizah kamu dikasih tau salah nggak di kasih tau salah juga, yaudah besok-besok Mama nggak kasih tau kamu lagi"Kesal Mamanya.


Bibi Mina mendengar percakapan anak dan ibunya membuat tersenyum sendiri, Bibi Mina senang melihat kedekatan anak dan ibunya. Apalagi memasak seperti ini udah menjadi aktivitasnya mereka.


"Hehe Mama. Gitu aja marah kan Fai cuman bercanda, Mama kenapa sih sensi banget lagi dapet." Faizah terus menggoda Mamanya.


Mamanya langsung berhenti mengaduk nasinya gorengnya. "Faizah.. Mama baru ingat kalau Mama belum datang bulan.. Apa jangan-jangan.."


Faizah langsung memicikan matanya, "Jangan ngacau ya Ma. Fai nggak mau punya adik, Masa Fai sudah sebesar ini Mama hamil lagi. Apalagi Fai udah mau menikah, Mama juga udah punya cucu "Kesal Faizah.


Sang Mama menahan tertawa, "Tapi beneran loh Fai. Mama belum datang bulan, kalau udah dikasih Allah masa kita tolak sih nak."


"Aishh Mama.. Fai bilangin ke Papa aja deh, ini kopi Papa kan." Faizah menujuk secangkir kopi.


"Iya itu kopi punya papa memang sapa lagi kalau bukan punya papa."


"Ya kan ada Opa Ma disini."gerutu Faizah


"Kan Opa udah pulang Fai." Syifa menjawab anaknya dengan sabar sekali.


Faizah mengambil secangkir kopi itu untuk diantarkan ke sang Papa. "Emang iya? Fai kok nggak percaya sama Mama. Yaudah lebih baik antar kopinya papa aja dibanding disini. Fai juga akan tanya Papa aja deh dan bilang ke Papa kalau Fai nggak mau punya Adek." Kesal Faizah sambil melangkah keluar dari dapur dengan muka kesalnya.


Sedangkan Mama tertawa. "Suruh sapa suka isengin Mama terus enakkan di isengin balik wkwkwk"


Bi Mina menghampiri Syifa. "Ini Bu rendangnya udah selesai, melihat Mbak Fai seperti itu lucu ya bu."


"Biarin Bi. Anak kok suka sekali isengin Mamanya, Oh ya ini Bi Mina lanjutin saya mau menata makanan yang sudah matang ya." Syifa memberikan sepatula ke Bi Mina, ia langsung menuju ruang makan untuk menata makanan yang sudah siap.


Dilain tempat Faizah yang melihat papanya sedang membaca koran, dia menghampiri papanya. "Selamat pagi Papa. Lihat Fai bawakan kopi untuk papa."Ujar Faizah dan menaruh kopinya di meja.


Faizah duduk di sebelahnya papanya, "Papa apa bener Opa udah pulang?"tanya Faizah.


Faizah mengecrutkan bibirnya, "Kenapa Opa nggak pamitan sama Faizah sih Pa"


"Nah orang kamu langsung tidur yaudah Opa sama Oma kamu pulang tanpa membangunkan kamu, lagian Opa sama Oma pulangnya malam sayang."


"Kenapa Opa pulang malam? Kenapa nggak besok aja? Kan bahaya kalau pulang malam." Khawatir Faizah kepada Opa sama Omanya,


Bagi Faizah meskipun Opanya menyebalkan tapi Dia sayang banget sama kedua Opa sama Omanya, Yaah Karena Faizah tau kalau Opa orangnya keras, tegas, dan disiplin. Sedangkan Faizah tau sendiri seperti apa tingkah lakunya.


"Yaah kan Opa ada supir bukan Opa sendiri yang menyetir, lagian itu kemauan Opa mau gimana lagi."Jelas sang papanya hendak mengambil minum.


Saat minum tiba-tiba.


"Pa..masa Mama bilang hamil lagi.."Ujar Faizah membuat sangat Papa terkejut memuncratkan minumannya.


Andra sepontan melihat Faizah, "Kamu seriusan Faizah jangan bercanda." Faizah hanya menganggukkan kepalanya.


"Soal tad..i" Faizah belum selesai bicara sang Papa langsung pergi begitu saja.


Faizah yang hanya diam saat Papanya lari masuk ke dalam. "Hiii nggak Papa, Nggak Mama sama aja nyebelin orang belum selesai bicara langsung pergi. Yaudah deh mending gue siap-siap aja." Dia melangkah masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat KKP.


................


Semua sudah berkumpul di meja makan kecuali Faizah yang belum keluar dari kamarnya, karena Faizah kalau bersiap-siap itu lama sekali sampai orang dirumah bingung yang begitu sekali kalau di suruh siap-siap.


"Faizah belum selesai-selesai Ma"Tanya Abang Kai yang sudah datang dari tadi bersama istri dan anaknya, Namun mereka menunggu sang adik tersayangnya turun tapi tidak turun-turun dari kamarnya.


"Kamu nggak usah tanya lagi. Adik kamu kan kalau apa-apa lama jadi nggak usah heran. Oh ya kamu menginap disini kan?"Tanya Mamanya


Kai tidak heran sih cuman dia berfikir setelah tau mau menikah mungkin kelakuannya akan berubah tapi tetap sama. "Hehe iya nggak berubah-rubah adek masih aja kelakuan seperti itu kalau udah nikah gimana ya Ma suami menghadapi adek. Iya Ma kami nginap disini."


"Taulah Abang Mama capek bilangin adek kamu, tobat Mama kalau menghadapi adekmu yang satu itu. Iya harus dong kalian udah lama nggak kesini-sini Mama kan juga kangen sama cucu Oma yang ganteng satu ini"


"Atu uga angen ama omah"ucap cadel anak kecil yang umurnya baru menginjak 4 tahun sudah masuk paud.


"Ya Ampun gemes banget sih kamu sayang, peluk Oma dulu dong" Cucunya berlari kecil dia memeluk Omanya untuk melepaskan kerinduan.


Syifa melepaskan pelukannya, "Sekarang kamu melanjutkan makannya lagi ya.."


"Oce Oma"ucapnya sambil bergaya dan berekspresi menggemaskan.


Tidak lama kemudian Faizah turun saat melihat di meja makan mereka ternyata sudah pada kumpul, Dia juga melihat ada Abangnya disana dan berlari ke arah meja makan. "Aaahhh Abaang...."Teriak Faizah Langsung memeluk Abangnya.


Kai yang tiba-tiba di peluk kaget. Dia memukul kecil lengan tangan sang adik, "Bisa nggak sih biasa aja nggak usah teriak-teriak Abang kaget tau. Datang tiba-tiba peluk Abang."


Faizah melepaskan pelukannya "Iihh Abang nggak tau ya kalau Fai itu kangen berat sama Abang tau. Memang Abang nggak kangen sama Fai?" Faizah bertanya dengan memasang muka sedih.


"Pasti dong Abang kangen sama kamu, Tapi nggak gitu juga dong sayang Abang kan jadi kaget gitu loh."


Faizah terkekeh "Hehe ya maaf Abangku sayang, oh ya Bang. Fai mau cerita" seru Faizah bergegas duduk di sebelah Abangnya.


Kai yang makan sambil mendengarkan ocehan adiknya. "Abang bentar lagi punya adik lagi loh"ujarn Fai membuat semua yang ada di depan meja makan terbatu-batu kecuali bocil kecil itu.


Syifa yang mendengar perkataan anaknya membuat dia menggelengkan kepala, tadi berfikir sudah tidak bahas lagi. "Haduh nih anak gatau apa mama cuman godain aja"gumam Sang Syifa yang hanya terdengar suaminya aja.


"Makanya kalau punya mulut itu di jaga, tapi sepertinya kamu memang mau hamil lagi ya sayang"goda Andra dengan berbicara pelan hanya mereka yang mendengarnya


Syifa bergidik saat suaminya bicara seperti itu, "Idih Ogah aku"ketus Syifa membuat semuanya tertawa sedangkan anaknya melihat papanya ketawa membuat sang anak-anak merasa bingung.


"Sepertinya Papa agak sedikit gila Bang setelah dengar mama hamil."gumam Faizah.


Syifa gemas dengan anak perempuannya, "Mama nggak hamil Faizah.. Hiii ini anak.."Geram Syifa.


"Alhamdulilah" Serempak mereka mengucapkan bersyukur membuat Andra ketawa dengan tingkah dirumah ini.


......................