Married With CEO Dictator & Perfect

Married With CEO Dictator & Perfect
Bab 22



Malam ini mereka sudah berkumpul di ruang keluarga sedang berbincang, bercanda tidak dengan Faizah yang dari tadi gelisah sambil melihat jam di tangan. Tingkah laku Faizah tidak lepas dari pandangan Dyfan, dia tau kalau Faizah tidak tenang mungkin karena sudah janjian dengan temannya.


"Oh iya Faizah jadi konsep pertunangan kalian mau seperti apa?"tanya Rachel ibunda Dyfan.


Faizah meringis. "hehe Faizah juga bingung, gimana kalau apa kata Bunda, Mama dan yang lainnya aja. Konsep pilihan Bunda sama mama kan bagus atau nggak tanya mas Dyfan aja."ucap Faizah


Dyfan menaikan alisnya satu. Ia menatap dengan kecurigaan sejak kapan calon tunangannya memanggil dengan sebutan itu, tiba-tiba Dyfan tersenyum devil. "Saya tidak ingin ada pertunangan."Jawaban Dyfan membuat semua terkejut termaksud Faizah.


Tentu saja Faizah mendengar itu senang sekali jadi Ia tidak repot-repot menikah dengan sok perfect itu, Opa Dashuki penasaran kenapa cucunya membatalkan itu semua.


"Dyfan jangan bercanda nak. Itu nggak benarkan?"tanya Opa Dahsuki dengan tatapan begitu dalam.


"Mungkin mas Dyfan sudah ada kekasih yang sesuai dengan tipenya, yaudah semua nggak perlu maksa mas Dyfan."Sahut Faizah dengan wajah sumringah.


Faizah sadar saat menengok sebelah Opa Wira sudah mendapatkan tatapan tajam darinya hingga membuat Faizah menundukkan kepala.


Sebelum bicara Dyfan menghela Nafasnya. "Mungkin apa yang dibilang Faizah ada benarnya tapi juga ada salahnya."Desah Dyfan.


Membuat semua bingung dengan pernyataan Dyfan, Hingga mereka menunggu kelanjutan atas perkataan Dyfan. Sedangkan Faizah sudah tersenyum meskipun kepala menungguk, ia senang sekali kalau Dyfan sendiri yang membatalkannya.


Sampai-sampai Faizah asik dengan membayangkan bahwa ia bisa bebas dan bisa mengejar cinta pertamanya Akkash, Saking asiknya di panggil-panggil tidak ada sahutan darinya.


"Faizah.."Panggilnya dengan nada lumayan kencang namun terkesan tegas siapa lagi kalau bukan Opanya, membuat Faizah tersentak.


"Eh..iya Opa" meringis Faizah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu daritadi dipanggil nggak jawab-jawab, ini menunggu keputusanmu."Tegas Opa.


"Oh soal itu ya Faizah setuju-setuju aja apa kata mas Dyfan."Sahut Faizah yang tidak mendengar perkataan Dyfan selanjutnya tadi.


"Jadi fix karena Faizah setuju pertunangan ini dibatalkan menjadi pernikahan."Ucap Opa Wira dengan lantang.


Faizah mendengarnya itu langsung menatap semua orang ada disana. "Hah!Pernikahanan.."Teriak Faizah ia langsung pingsan.


...........................


Ditempat lain teman-temannya sudah kumpul di area pembalapan tinggal menunggu Faizah yang belum datang, tadi dia mendapatkan kabar bahwa dia akan datang terlambat dengan alasan ada urusan mendesak tidak bisa ditinggalkan. Jadi mereka mau tidak mau menunggu Faizah, Sebenarnya mereka gelisah sampai jam segini Faizah belum datang.


"Hey gimana nih Faizah belum datang juga, apa dia takut!"teriak salah satu geng Leo


"Halah dia pasti tau bakalan kalah sama Leo ya guys."Ucap Irga wakil geng mereka.


Mereka disana semua tertawa, sedangkan Bagas dan geng yang lain tidak terima sama perkataan mereka. "Faizah bukan pengecut, kalau dia bilang datang pasti datang!"Bentak Bagas.


Leo tersenyum seperti orang menghina, "Oh iya sekarang mana buktinya? Ada nggak? Datang nggak?"Perkataan Leo seperti meremehkan Faizah.


Mereka semua diam memang Faizah belum datang dan ini pertama kalinya terlambat seperti ini, tapi mereka yakin Faizah tidak mengecewakan atau mengingkar janji.


"Tunggu aja, kita Faizah pasti datang."Tegas Bagas dengan penuh percaya diri.


"Kita lihat aja nanti, kalau dia nggak datang .. Berarti dia pengecut."ejek Leo


Mereka berharap Faizah bisa segera datang agar mereka tidak bisa menghinanya, Tapi Mereka percaya Faizah orang yang tidak pernah ingkar janji dan percaya akan datang.


Tidak lama kemudian, "Siapa bilang gue pengecut hah!"Teriak Faizah.


Mereka tersenyum lega akhirnya Faizah datang, mereka tidak tau pengorbanan untuk datang kesini tidak main-main itu sangat sulit. Apalagi kalau ada Opa, Wah pergerakannya makin sulit.


Penampilan Faizah membuat semua terpukau melihatnya, padahal penampilannya simple dan biasa aja. Kaos putih, jaket kulit hitam, celana hitam dan rambut di ingkat kelihatan semakim cantik.


Faizah sudah didepan Leo dengan melipatkan tangannya di depam dadanya, "Hai Leo apa kabar? Masih mau tanding sama gue"remeh Faizah selama ini ia sudah sering mengalahkan Leo.


"Jelas gue masih mau tanding sama lo Faizah, Gue yakin kali ini gue pasti menang. Sesuai dengan perjanjian gue kalah bakalan kasih mobil terbaru kesayangan gue dan dapat uang dari gue. Kalau gue menang, gue dapat apa?"Tanya Leo


Faizah tersenyum devil. "Cukup percaya diri ya padahal sudah 4 kali lo kalah sama gue sekarang datang membawa percaya diri, Okay gue suka dengan gaya lo seperti ini. Tapi itu nggak cukup bagi gue. Gue punya satu permintaan lagi, Kalau lo menang gue bakalan kasih motor yang kesayangan gue ini buat lo gimana?"Tantang Faizah.


"lo minta apa lagi? Gue juga minta satu permintaan gue, Gue minta kalau gue menang lo harus mau jadi assisten gue selama 2bulan gimana?."


Faizah terdiam sejenak seperti berfikir. "Kalau gue menang. Gue mau kalian semua harus menjadi satu geng sama gue dan teman gue beserta yang lainya. Kalau lo deal gue deal juga"


"Oke gue deal."Ucap Leo sambil mengulur tangannya


"Oke gue juga deal."Sahut Faizah dan membalas jabatan tangan Leo.


Mereka langsung bersiap-siap untuk memulai pertandingan ini. Faizah yang sudah siap dengan motor kesayangan begitu juga Leo yang sudah siap. Mereka maju ke garis start.


"Oke siap kalian."Teriak Jingga


Mereka memberi kode dengan tangan berbentuk jempol, "Baik kita hitung sama-sama ya. Satu..dua..ti..ga"teriak Jingga sambil memberikan kode bendera.


Faizah maupun Leo langsung menginjak gas melaju dengan, teriakan supporter begitu antusias melihat jagoan mereka masing-masing. "Faizah Ayoo.. Gue yakin lo pasti bisa menang.."Teriak Gilang.


Faizah dengan fokus ia terus menatap kedepan saat melihat Leo di sebelah, Faizah langsung menambahkan kecepatan. Putaran pertama Faizah berhasil hingga putaran kedua.


Sekarang tinggal satu putaran, Faizah bertekad untuk bisa memenangkan pertandingan ini. Faizah terus menambah kecepatannya.


Finnish sudah di depan mata penonton yang melihat Faizah berdampingan dengan Leo membuat menjadi tegang. Dan akhirnya Faizah berhasil memenangkan pertandingan itu.


"Horee..." Teriak supporter Faizah dengan heboh.


"Pemenangnya adalah Faizah."Ucap Juri. Faizah.


Sorak supporter dengan heboh, Leo melihat itu kesal ia selalu kalah dengan Faizah. Namun ia tetap supportif bahkan memberikan semuanya sesuai dengan janjinya. Leo menghampiri Faizah sambil mengulurkan tangan, Faizah langsung membalasnya berjabatan tangan. "Selamat ya Faizah, lo itu memang hebat nggak bisa dikalahkan."Ucap Leo


"Nggak juga, leo juga nggak kalah hebat. Lo juga keren banget Leo.Makasih ya "Tulus Faizah saat berbicara.


"Oh iya sesuai denga.."Perkataan Leo terpotong.


"Bagus ternyata kamu.." Faizah seperti hafal dengan suaranya ia langsung menengok ke belakang membuat membola matanya. "Mampus gue.."gumam Faizah