
Mereka sudah berada cafe, Faizah kesal sama sikap Dyfan yang suka memaksa. Dyfan melihat muka di tekuk begitu membuat dirinya gemas, Dyfan terus menatapnya.
Faizah yang melihat Dyfan sinis, "Apa lihat-lihat hah"ketus Faizah.
"Emangnya kenapa kalau lihat muka calon tunanganku yang mirip ikan mujaer yang bibirnya maju seperti itu."ucap Dyfan.
Faizah melongo dengan jawabannya, "Udah tau muka gue mirip ikan mujaer kenapa masih mau sama gue."kesal Faizah.
"Iya gimana lagi terpaksa, lagian aku kasihan aja sama kamu nggak ada yang mau sama kamu."Jawab Dyfan dengan santai sambil melipatkan kedua tangannya di meja.
Faizah makin kesal, "Eh nyebelin banget sih lo, asal lo tau ya banyak yang ngantri sama gue. Justru gue kasihan sama lo, keluarga lo sampai-sampai nyariin jodoh buat lo karena udah tua belum menikah juga."
"Enak aja, aku juga banyak yang ngantri juga ya. cuman kasihan kamu juga kalau aku nggak pilih kamu pasti kamu nggak laku-laku, oh ya satu lagi kita mau menikah jadi ubahlah bahasa dan cara bicaramu."
"Emang kenapa dengan cara bicara gue nggak suka! Kalau nggak suka ya udab batalkan pertunangan ini." Kesal faizah sambil melipat kedua tangannya didada dan membuang muka juga.
Dyfan melihat semakin gemas tapi dia tahan agar tidak kelihatan kalau dia gemas dengan tingkah lakunya. "Yaahh nggak sopan aja masa sama calon tunangannya bicaranya gitu nggak ada halus-halusnya, oh ya nanti malam aku sama sekeluarga mau kerumah kamu. Mau bahas pertunangan kita."
Faizah muka sinis, "Hidih masih calon tunangan aja belagu belum jadi suami gue juga,, untuk soal itu gue tahu kali Mama sama Opa udah bilang sama gue."
"Kalau bahasamu nggak berubah jangan sampai acara pertunangan menjadi pernikahan, sudah sana makan habis ini jam makan siang mau habis."
Faizah memakannya meskipun dia kesal tapi makanan didepannya begitu lezat sayang kalau tidak di makan, Dyfan melihat Faizah makan lahab sekali seperti tidak makan aatu bulan. "Makan pelan-pelan aja ya, nggak ada yang mau mengambil makanan kamu." sambil membenarkan rambutnya Faizah.
Faizah masa bodoh yang penting dia makan dengan enak dan tenang nggak ada gangguan dari mak lampir. Akhirnya mereka makan dengan tenang tidak ada yang mengganggu.
"Alhamdulilah akhirnya kenyang juga," gumam Faizah yang sudah selesai makan.
Dyfan tersenyum, "Alhamdulilah kalau kamu kenyang, tapi.. Sini deh majuan"ucap dyfan.
Dyfan tidak menjawab dia hanya langsung mengambil sisa makanan dibibirnya. "Ini ada sisa makan sudut bibir kamu."
Faizah mematung, jantung yang berdegub begitu cepat. "Apaan sih, kan bisa bilang kalau ada sisa makanan. Gausah diambilin dari bibir gue. Kan tinggal bilang apa susahnya."
Dyfan menghela nafas." Udah selesaikan yuk balik ke kantor bentar lagi ada meeting"
"Eh bentar pak, sepertinya gue bisa balik ke kantor sendiri. Jadi lo aja duluan"kata Faizah lembut.
Dyfan memicingkan matanya, "Mau kemana lagi kamu? Kenapa nggak bareng aja?"Dyfan memberikan pertanyaan kepada Faizah.
Faizah menghela nafas, "Kan udah perjanjian selama gue KKP di perusahaan lo, kita harus bersikap profesional seperti karyawan yang lainnya."
"Iya aku nggak lupa tapi kan.. kamu bisa turun di tempat yang biasa aja, udah deh pokoknya berangkat bareng pulangnya juga bareng."
"Kok gitu sih? Nggak bisa kayak gitu dong kalau kita ketahuan gimana coba?"
"Emang selama ini ketahuan kalau kita bareng? Nggak kan, jadi jangan banyak alasan udah ayo." Permintaan Dyfan tidak bisa di bantah, Faizah melihat Dyfan sudah berdiri lalu dia mengulurkan tangannya.
"Ayo Faizah, come on kita nggak ada waktu lagi." Faizah langsung berdiri tanpa membalas uluran tangannya, dia pergi begitu aja sambil mukanya di tekuk.
Dyfan menghembuskan nafas, " Ada aja kelakuan dia, sepertinya lama-kelamaan udah terbiasa dengan kelakuannya."Gumam Dyfan, Dia segera menyusul Faizah menuju parkiran.
Karena mobil masih terkunci Faizah tidak bisa masuk akhirnya menunggu Dyfan sambil bersender di mobil, Dyfan menekan tombol remot mobil untuk membukan pintu mobilnya. Faizah mendengar itu langsung buka dan masuk mobil begitu aja, Dyfan pun menyusul masuk ke dalam mobil.
Dyfan memajukan tubuhnya, Tentu aja Faizah terkejut tiba-tiba muka Dyfan di depannya apalagi sangat dekat sekali. "Ma..u ngapain loh jangan macem-macem lo.. Kita belum menikah."Ucap gugup Faizah
Dyfan tersenyum melihat ke gugupan Calon tunangannya, Dyfan memasang Seatbelt tanpa bilang apa-apa. Setelah terpasang Dyfan berisik, "Berarti kalau udah nikah kita boleh dong, aku jadi nggak sabar menunggu itu sayang" tidak lupa mengecup bibir Faizah singkat sebelum menjauh dari Faizah. tubuh Faizah menjadi kaku dengan perilaku Dyfan.