Married With CEO Dictator & Perfect

Married With CEO Dictator & Perfect
Bab 23



Semua terkejut melihat Faizah pingsan, mereka berusaha untuk membangunkan termasuk Dyfan yang sudah memeluknya sambil menepuk pipinya perlahan.


"Hai bangun Faizah, kamu kenapa?"Dyfan Cemas dengan keadaan Faizah yang tiba-tiba pingsan.


Anehnya Opa Wira tidak merasa cemas dengan keadaan cucunya yang pingsan, bahkan ia yang paling santai. Opa wira mendekati cucunya, Lalu. "Faizah Andra Wiratama kamu sekarang bangun atau Opa akan menghukummu"Bisik Opa Wira.


Seketika Faizah terbangun lalu ia mendorong Dyfan agar bisa duduk dengan baik, "Aiisss sial banget sih, Opa kok tau kalau gue pura-pura pingsan."Batin Faizah


Opa Wira tersenyum sinis dan kembali ketempat duduknya, Opa Wira tidak habis pikir dengan kelakuan cucunya yang satu ini bisa-bisanya berpura-pura pingsan.


Ekspresi mereka terkejut melihat Faizah tiba-tiba bangun, "Kita lanjut pembahasan tadi, Jadi 2 Minggu lagi Faizah dan Dyfan menikah."Ucap Opa Wira.


"Opa apa itu nggak kecepatan, apalagi kita nggak ada persiapan sama sekali."Protes Faizah.


"Bukannya kamu setuju? Kalau soal persiapan Kamu tenang aja serahkan sama kita. Kamu sama Dyfan tinggal fitting baju sama beli cincin, terus sapa aja yang kalian undang. Kalau kalian punya konsep tinggal bilang nanti kami akan persiapkan."Jelas Opa Wira.


"Iya Faizah memang setuju, tapi.."Perkataan Faizah dipotong.


"Kamu nggak perlu khawatir nak, Bunda sama yang lain siap membantu kok. Jadi kamu tenang aja ya."Sahut Bunda Rachel.


Tubuh Faizah semakin lemas mendengarnya, Dyfan tersenyum senang. Faizah menengok kesamping melihat Dyfan tersenyum senang langsung menggeserkan tubuhnya. "Maksudnya apa coba pernikahan kita di percepat bukannya kamu mau membatalkan."Protes Faizah dengan nada berbisik.


"Kapan aku bilang seperti itu? nggak ada yang bilang seperti itu, makanya jangan terlalu senang dulu sebelum tau kelanjutannya."Bisik Dyfan.


"Tapi ini di luar perjanjian kita semua, perjanjiannya tunggu gue lulus dan lo juga kenapa nggak bilang dulu."kesal Faizah.


"aku udah bilang tadi siang pas kita makan siang, coba kamu ingat-ingat lagi." Faizah mengingat-ingat. "Kalau kamu masih pakai lo gue, aku akan merubah pertunangan kita menjadi pernikahan." terlintas di pikirannya kata-kata yang keluar dari mulut Dyfan.


Faizah melongo, "Jadi..itu.." Sambil menunjuk jarinya kedepan Dyfan.


"Aku nggak pernah main-main sama perkataanku, kalau kamu masih aja memakai lo gue lagi bisa aja malam ini kita menikah."Ancam Dyfan.


Faizah memasang muka geram dengan perilaku Dyfan, Ia tidak menyangka perkataan Dyfan akan terjadi seperti ini. Ia berfikir akan hanya ancaman atau sekedar bercanda tidak di buat serius.


"Tapi.. Nggak gini juga konsepnya kutu kupret.. Di pikir pernikahan itu semudah itu.."


"Kalau kita menjalani bersama, berniat karna ibadah insyallah pasti di permudah." Tangan Faizah menggenggam begitu keras ingin sekali mengetuk kepala pakai tangan sendiri.


"Kalian kalau mesra-mesraan nanti aja, sabar ya kurang 2 minggu lagi."Ucap Opa Dashuki.


Mereka hanya meringis mendengarnya ucapan Opanya, "Mesra-mesra darimana coba, buta apa matanya kalau kita lagi debat. Ya allah astagfirlah maafkan Faizah ya Opa."batin Faizah,


Setelah membicarakan konsep pernikahan kini mereka makan malam sebelum pulang, Selerah makan Faizah hilang saat mendapatkan kabar buruk baginya. Mereka makan dengan menikmati.


Habis semua makan malam mereka berpamitan pulang, "Mbak kami pulang dulu, makasih atas jamuan yang begitu banyak dan nikmat sekali. Maaf jadi merepotkan"Ucap Bunda Rachel.


"Ah nggak mbak Rachel, kami senang kalian bisa datang dan suka sama jamuan kita. Justru kami takut kalian semua nggak suka dan takut kurang juga. Kami juga nggak merasa di repotkan, apalagi sebentar lagi kita akan menjadi satu keluarga jadi kami senang-senang aja"Jawab Mama Syifa.


Keluarga besar Dyfan tersenyum, "Sekali lagi terima kasih, kami pamit pulang dulu. Assalamualaikum"Pamit mereka semua.


Mereka semua masuk, Opa Wira langsung berhenti menghadap Cucunya membuat semua berhenti termaksud Faizah. "Kamu itu memalukan sekali dengan pura-pura pingsan kalau keluarga Dyfan marah dan membatalkan pernikahan kalian gimana."Ocehan Opa Wira.


"Nggak jadi, justru membuat hatiku berbunga-bunga."gumam Faizah untung Opa Wira tidak mendengar gumaman Faizah.


"Udah pa Faizah itu cuman kaget aja. Makanya pingsan kayak pertama kali kita sampaikan soal perjodohan ini."Bela Oma Mariam.


Opa Wira menatap tajam Oma Mariam, "Kalau itu Oke saya memahami dan itu beneran pingsan sedangkan ini apa mariam! Jelas sekali berpura-pura pingsan biar apa coba."


Faizah hanya bisa menundukkan kepala tidak berani menjawab, "Udahlah Pa, ini udah malam biar Faizah istirahat. Kita semua juga butuh istirahat."Bujuk Andra.


"Yaudah Opa mau ke kamar aja, kasih tau itu kelakuan anak kalian." Opa Wira melangkah ke kamrnya ditemani oleh istri tercintanya.


Faizah menghembuskan nafasnya, Andra mengelus kepala putrinya."kamu nggak usah mikirin apa kata Opa ya sayang, lebih baik kamu masuk kamar terus istirahat."


"Iya Fai ke kamar dulu ya."Sahut Faizah berjalam ke kamarnya, Saat ia sudah di kamar melihat ponselnya banyak panggilan tak terjawab dari teman-temannya.


"Astaga gue ada janji sama mereka, yaudah deh gue langsung kesana" Faizah langsung bersiap-siap untuk datang ke tempat markas.


...........................


Sedangkan Dyfan sudah menunggu di dalam mobil sambil memantau rumah Faizah, sebenarnya Dyfan pulang bareng keluarganya tapi ia memberikan alasan bahwa ada urusan di kantor untungnya keluarganya percaya meskipun dapat omelan dari sang bundanya.


Dyfan melihat Faizah keluar diam-diam sambil mendorong motor, setelah lumayan jauh dari rumah Faizah menyalahkan motornya. "Mau kemana dia malam-malam kenapa harus diam-diam seperti itu."gumam Dyfan.


Dyfan segera menyalahkan mobilnya dan mengikutinya, lama-kelamaan motor Faizah makin kencang. Dyfan juga menambahkan kecepatannya. Namun sayang sekali Dyfan kehilangan jejak. Dyfan tidak kehabisan akal, ia menghibungi orang suruhannya. "halo saya ada tugas buat kalian, Kalian mencar dan cari Faizah sampai ketemu kalau udah ketemu kabari saya"ucap Dyfan lewat selulernya tanpa menunggu jawaban anak buahnya ia langsung memutuskan sambungannya.


Tidak butuh lama Dyfan dapat kabar bahwa Faizah ada di posisi sebuah markas pertandingan balap motor, anak buahnya juga memberitahu bahwa Faizah ikutan balapan motor. "Kamu awasi terus jangan sampai dia pergi lagi, tunggu sampai saya datang paham" Dyfan langsung mematikan ponselnya dan segera menuju tempat yang di kasih tau oleh anak buah.


dengan kecepatan lumayan tinggi, hingga sampai sana, namun Dyfan gagal mencegah Faizah untuk balapan karna sudah sampai sana Faizah berhasil memenangkan pertandingan itu.


Dyfan segera turun dari mobil, Ia menghampiri Faizah yang sedang canda tawa bersama temannya karena Faizah berhasil memenangkannya. "Bagus ya ternyata kamu ikutan balapan liar, pulang sekarang."Tegas Dyfan membuat Faizah terkejut atas kedatangan Dyfan, padahal Ia tidak cerita tapi kenapa bisa tau.


"Kam..u ngapain disini.?"tanya Faizah dengan gugup.


"Pulang sekarang Faizah."Tegas Dyfan sambil menarik Faizah untuk ikut pulang.


Namun saat Dyfan mau membawa Faizah pergi Ia di cegah oleh temannya Faizah yang bernama Raka. "eh tunggu dulu, Gausah kasar ya. Lepasin tangan Faizah dari tangan lo"ketus Raka.


Raka dari dulu suka sama Faizah, Tapi tidak pernah di tanggapi oleh Faizah karena baginya semua teman tidak pernah menganggap lebih. Raka juga tidak pernah menyatakan atau menunjukkan secara langsung karena Ia sudah mendapatkan jawaban dari Faizah saat bermain seandainya. Jadi Raka memutuskan untuk memendam perasaannya untuk Faizah.


"Lo nggak usah ikut campur ya! Lo itu nggak punya hak buat mencegah gue, jadi lebih baik lo minggir."Sahut Dyfan.


"Hahaha.. Memang lo siapa hah? Kita-kita sebagai temannya nggak pengen Faizah tersakiti."ketus Raka.


"Gue juga nggak akan pernah menyakitinya, justru gue nggak pengen Faizah celaka. Oh ya satu lagi, lo tanya kan sapa gue. Kenalin saya Dyfan Calon suaminya Faizah."Ucap Faizah dengan lantang membuat orang yang mendengar terkejut begitu juga Raka.


"Calon sua..mi"gumam Raka