Married With CEO Dictator & Perfect

Married With CEO Dictator & Perfect
Bab 6



Faizah dan Hamida sudah keluar dari ruang dosen, Faizah berusaha untuk menolak namun pihak kampus sudah memberikan keputusan itu tidak bisa di ubah. apalagi Pak Erik bilang perusahaan milik Sakha tidak banyak menerima anak magang mendengar itu membuat dia semakin kesal.


Hamida daritadi memperhatikan sahabatnya hanya diam dan menahan emosi, "lo kenapa sih say, seperti orang kesal aja? kenapa jadi nggak semangat sih lo?"tanya Hamida.


"gimana gue kesal! lo tau nggak itu perusahaan milik sapa?"kesal Faizah.


Hamida menggeleng kepala, Faizah melihat sahabat menggeleng membuat dia mata Faizah membelo "Hah lo serius nggak tau? Wah pasti lo bercanda ya"tanya Faizah dengan menatap Hamida melekat.


"ya elah ngapain gue bercanda, gue serius. setau gue kak Akkash lagi bekerja sama di perusahaan itu. katanya Kak Akkash pemilik perusahaan orangnya masih mudah umurnya aja sama seperti Kak Akkash, sapa tau kan ya gue bisa jodoh sama itu orang ya kan." ucap Hamida sambil memainkan alis naik turun.


Faizah mendengar ucapan sahabatnya yang satu ini membuat dia semakin kesal, "Hamida Putri Ahmad, lo gimana sih... gue kasih tau ya perusahaan itu milik om buruk rupa itu..katanya suka gitu aja nggak tau"


Hamida terkejut "seriusan lo! lo nggak bercanda? tapi wait..wait kenapa lo sama gue aja yang di panggil perusahaan itu, kalau menurut gue ya mungkin kak Dyfan di suruh sama Kak Akkash buat bisa magang di tempatnya, tapi kalau lo?"


Faizah terdiam, dia bingung mau menjelaskan ke sahabatnya darimana. Faizah belum siap untuk menceritakan ini semua, "ya mana gue tau, udah deh yuk buruan ke sana nanti kita dimarahin nggak datang-datang"ucap Faizah sambil jalan meninggalkan Hamida.


"Woii.. tungguin ya elah"teriak Hamida sambil lari menyusul Faizah masuk ke dalam mobil.


••••••


1 Jam kemudian


Mereka sudah berada di depan perusahaan, Hamida tidak pernah berhenti mengagumi gedung yang begitu besar. sedangkan Faizah kesal melihat tingkah laku sahabatnya yang kelihatan orang norak, "lo bisa nggak biasa aja? nggak usah norak seperti itu. malu tau dilihat orang-orang"kesal Faizah.


"Heh! lo tau nggak, semua yang mau masuk disini susah tau kita itu masih beruntung bisa masuk disini."ucap Hamida.


"itu sih beruntung buat lo, kalau gue ini mah bencana yang luar biasa."lebay Faizah


mereka sambil melangkah ke lift, "lebay lo, eh lo belum cerita soal lo sama kak Dyfan"seru Hamida


Faizah langsung menutup mulut Hamida, "berisik lo, bisa biasa aja nggak? kalau didenger orang gimana nanti di kira gue punya hubungan sama Om buruk rupa itu. lo nggak lihat di dalam lift banyak orang"bisik Faizah.


mereka semua yang ada didalam lift pada melihat Faizah dan Hamida, "ya sorry, habis gue penasaran sampai segitunya lo benci banget sama kak Dyfan"bisik Hamida.


'Ting'


"ssttt udah lebih baik diam lo"kesal Faizah sambil melangkah keluar lift di ikuti Hamida "maaf permisi, woi tungguin"seru Hamida.


sesampainya Faizah dan Hamida di depan ruangan kepada divisi ( Human Resources management) HRD, Faizah mengetuk pintu ruangan lalu masuk ke dalam ruangan, saat mendengar suara masuk yang menyuruhnya masuk.


"Selamat pagi, bu." sapa Faizah dan Hamida dengan sopan.


"Pagi. Kamu Faizah Andra Wiratama dan Kamu Hamida Putri Ahmad, mahasiswi KKP dari University Pelita Bangsa, silahkan duduk saya menunggu kalian dari tadi"ucap Hesti dengan Formal.


"Makasih, bu." lalu mereka duduk di kursi dihadapan kepala divisi HRD.


"Sebelum saya akan perkenalkan diri, nama saya Hesti.. Selama kalian KKP disini, saya yang akan bertanggung jawab penuh terhadap kalian."


"iya bu, tapi maaf Bu sebelumnya, sebenarnya kami masih bingung kenapa saya di tempatkan KKP di perusahaan ini? saya hanya taunya bahwa perusahaan ini membutuhkan tenaga anak magang disini apa benar? dan setau saya bukannya perusahaan ini tidak menerima mahasiswi KKP."ucap Faizah.


"mohon maaf sebelum kalau masalah itu saya kurang tau, setau saya di perusahaan ini juga tidak kekurangan karyawan. sebetulnya saya juga bingung kenapa perusahaan ini menerima mahasiswi KKP, baru kalian mahasiswi pertama yang ada disini dan ini juga perintah oleh CEO langsung Pak Dyfan Fachreel Dahsuki. jadi saya hanya menjalankan perintahnya saja."


"Ekhem, maaf kalau boleh tau salah satu dari kalian ada yang dekat sama Pak Dyfan?"tanya Hesti dengan hati-hati.


"kalau saya tidak bu, tapi saya tidak kalau sahabat saya"ucap Hamida membuat Faizah mengalihkan mukanya ke Hamida, "sialan! Hamida"batin Faizah dengan kesal.


Hamida hanya menyingir sambil menunjukkan giginya seperti tidak ada dosa, Faizah ingin rasa memukul kepala Sahabatnya yang laknat ini. "Mampus ini gue harus bilang apa? Ihh sialan bener Hamida awas aja lo, ok Faizah lo tenang sekarang lo mikir ayo mikir Faizah."batin Faizah.


Faizah menghela nafas terlebih dahulu, "Sebenarnya saya juga tidak begitu dekat dengan beliau, tapi saya sempat pernah menolong dia saat dia terpleset mukanya tertimpah kotoran ayam, bajunya terkena lumpur dan justru saya baru tau beberapa hari yang lalu."refleks perkataan itu keluar dari bibir Faizah begitu aja.


"Ya, Ampun! kok bisa pak Dyfan kepleset seperti itu."ucap Hesti bersikap tenang berusaha tidak tertawa secara CEOnya itu terkenal dengan julukan orang yang perfect, baju CEOnya terkena cipratan air sedikit saja, Bosnya itu akan langsung mengganti pakaian.


"Saya juga kurang tau, mungkin saat itu jalanan licin jadi pak Dyfan terpleset saya disana refleks menolongnya, karena saya kasihan melihatnya. Coba ibu bayangkan gimana muka Pak Dyfan terkena kotoran ayam, Iihh huek pasti rasanya mau muntahkan"ucap Faizah seraya menunjukkan muka polosnya, seandainya itu terjadi pada Dyfan. Dia pasti akan tertawa 7 hari 7 malam. Haha.


Hamida mendengarkan cerita sahabatnya seperti tidak percaya, Hamida tidak percaya sama tampang polosnya itu. dia yakin sahabatnya itu lagi berbohong sambil menatap sahabatnya, namun sahabatnya hanya tersenyum seperti tidak ada dosanya. sedangkan Hesti semakin menahan  diri untuk tidak tertawa membayangkan apa yang terjadi pada bosnya yang selalu berpenampilan perfect. "Kok bisa ya pak Dyfan, bukannya pak Dyfan orang yang suka berhati-hati ya."ucap Hesti. berarti benar tidak ada manusia yang sempurna, pasti lucu sekali melihat ekspresi pak Dyfan seperti itu. Beruntung sekali mahasiswi ini bisa melihat wajah bosnya yang kacau balau.


"Ya namanya juga musibah Bu, sehati-hatinya kita pasti terkena musibah itu kita kan hanya manusia biasa Bu. Jadi, kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya."ucap Faizah.


Hesti mengangguk, "kamu benar Faizah, kita hanya manusia biasa kalau Tuhan sudah berhendak kita tidak bisa apa-apa. yaudah nanti kita ngobrolnya di lanjut nanti saat kita bersantai, sekarang buat kamu Faizah tadi Pak Dyfan berpesan menyuruh kamu datang ke ruangannya ke lantai 22 paling atas sendiri. dan buat kamu Hamida, langsung ke lantai 13 ke ruangan Divisi keuangan. disana akan di bantu oleh Bu Laras selaku manager keuangan."


"What! Arrghh malas gue bertemu itu orang, apalagi tampangnya tuh sok perfect banget. tapi nggak mungkin kan gue menolak entar yang ada gue didepak lagi dari perusahaan ini."batin Faizah kalut. "Kalau begitu kami permisi dulu ya Bu."ucap Hamida lalu berdiri menarik tangan Faizah, Faizah tersenyum sopan dan berjalan keluar dari ruangan.


Saat mereka sudah keluar ruangan, "Heh! kok lo doang yang di panggil? gue nggak? dan lo tadi ngapain cerita seperti itu ke HRD kalau ke dengar Kak Dyfan gimana? habis lo"ucap Hamida yang heran sama sahabatnya sambil berjalan menuju Lift dan menekan tombol.


Saat Lift terbuka mereka langsung masuk tidak lupa Faizah menekan angka 13 dan 22, "Ya gimana dong habis gue kesal sama om sok perfect itu."ketus Faizah.


"Heran gue lo ada masalah apa sih? sampai lo benci banget sama Kak Dyfan."tanya Hamida sampai heran untung didalam lift hanya mereka.


'Ting' saat lift sampai ke angka 13 pintu lift terbuka, "Udah sana, nanti gue ceritain semuanya ke lo okay."


Hamida melihat muka Faizah menjadi kesal, "iya..iya awas aja lo kalau nggak cerita."kesal Hamida sambil berjalan keluar. saat Hamida sudah keluar lift tertutup, Faizah menghembuskan nafasnya.


15 menit kemudian...


'Ting' Faizah keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan CEO menyebalkan.


Sesampai di depan ruangan kerja CEO menyebalkan, dia melihat dua sekertaris cantik dan seksi, kenapa tuh makhluk sok perfect tidak kecantol saja dengan salah satu sekertarisnya ini, biar Om buruk rupa bisa membatalkan pertunangan mereka.


"Permisi, saya mau bertemu dengan pak Dyfan Fachreel Dashuki, saya mahasiswi KKP, " ucap Faizah dengan sopan.


"Kamu Faizah Andra Wiratama ya, silahkan masuk, kamu udah di tunggu oleh Pak Dyfan daritadi,"ucap Nila salah satu sekertaris CEO.


"Makasih Mbak, kalau begitu saya permisi." Pamit Faizah lalu sambil berjalan mendekati pintu ruangan Dyfan.


"Cantik juga tuh mahasiswi KKP pasti itu anak menjadi  mainan bos kita" Ucap Nila pelan sambil memperhatikan mahasiswi KKP.


Sedangkan Faizah mendengar itu mendengus kesal, "dia pikir gue cewek apaan"gumam Faizah.


......................


TBC