
"Hei, Luke, berhenti!" Tiba-tiba salah seorang di antara anak buah Luke, berjalan menghampiri pria itu dan memintanya untuk menurunkan Lilyana segera.
Luke tanpa pikir panjang langsung menurut. Pria itu sepertinya bukan anak buah Luke, sebab Luke sama sekali tidak membantah perkataannya, bahkan terkesan takut.
"Ada apa?" tanya Luke. Meski suaranya besar dan tatapannya sangar, ia tidak berani menatap lawan bicaranya saat ini.
"Sebentar! Aku sepertinya pernah melihat gadis yang kau bawa ini!" ujar si pria yang langsung menjambak rambut Lilyana keras, guna menatap lebih dekat wajah gadis cantik tersebut.
Pria itu kemudian mengambil secarik foto dari dalam saku celananya dan menyandingkan foto tersebut tepat di sebelah wajah Lilyana.
Sedetik kemudian tawa keras dari si pria menggelegar memenuhi setiap sudut toko. "Gadis ini lah yang selama ini dicari-cari oleh bosku! Dasar baajjinggan kecil ini! Rupanya kau bersembunyi di tempat ini! Licik sekali!" katanya keras.
"Ah, jadi gadis ini adalah anak dari keluarga Kenrick?" tanya Luke seraya mengangkat kedua alisnya tinggi-tinggi.
Mendengar nama keluarganya disebut, mata Lilyana langsung terbelalak. Dia yang sama sekali tidak mengerti ke mana arah pembicaraan kedua pria asing itu, tentu saja terkejut mendengar nama keluarganya disebut-sebut oleh mereka.
"Siapa kalian?" tanya Lilyana dingin.
Si pria tersenyum sinis lalu menatap Lilyana tajam. "Aku adalah nerakamu!" Setelah berkata demikian pria itu dengan bruutal menjambak rambut dan menyeretnya keluar dari pulau.
Tak ada seorang pun yang mampu menolong Lilyana, saat gadis itu dibawa ke atas kapal untuk pergi meninggalkan pulau. Namun, sebuah speedboat tiba-tiba menabrak sisi kapal.
Mike dan Cael yang baru saja kembali, ternyata melihat Lilyana yang tengah disandera oleh kawanan Luke. Pria itu tanpa banyak berpikir segera melompat ke dalam kapal Luke dan meminta Cael untuk tetap di tempat.
"Lepaskan gadis itu!" seru Mike dingin. Wajahnya menatap bengis anak buah Luke satu persatu. Akan tetapi tak ada satu pun yang merasa takut.
"Halo, Mike!"
Mike terkesiap. "Bardon!" gumamnya. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Mike.
"Kau sepertinya mengenal betul gadis ini?" Bardon tidak mengindahkan pertanyaan Mike dan malah balik bertanya.
"Lepaskan dia! Apa yang kau lakukan dengan gadis itu, hah!" teriak Mike.
Bardon memicingkan matanya ketika melihat sesuatu yang ganjil. Apa lagi kalau bukan sikap Mike. Pasalnya pria itu sangat tidak peduli dengan lawan jenis.
"Tidak bisa Mike, aku sudah lama mencari keberadaan gadis ini, dan akan membawanya pada Tuan Alexander!" jawab Bardon.
"Untuk apa?"
Bardon tersenyum licik, lalu mendekatkan wajahnya pada Lilyana sembari menjambak kembali rambut gadis itu. "Untuk membvnnuhnya! Kau tahu sendiri bahwa tertinggal satu-satunya keluarga Dereck yang lolos dari tragedi itu, dan dia lah orangnya!"
Mendengar sepenggal fakta dari mulut Bardon, seluruh tubuh Mike bergetar hebat. Wajah pria itu tiba-tiba memucat seketika, seolah darah tersedot keluar dari tubuhnya.
Lilyana yang juga mendengarnya turut terkejut. Lelehan air mata sontak menggenangi pelupuknya.
"Kau!" desis Lilyana.
Bardon mengalihkan pandangannya pada Lilyana. "Ya, bosku lah yang telah membvnvvh kedua orang tuamu beberapa waktu lalu, dan kau kini akan segera menyusul mereka berdua!" Tawa keras kembali terdengar.