
"APA!" Cael menyemburkan minuman yang baru ia tenggak, sedangkan Irene terlihat menganga dengan sendok makan yang terhenti di depan wajahnya.
Pagi ini keduanya benar-benar dikejutkan dengan berita yang baru saja dibawa Lilyana dan Mike. Apa lagi kalau bukan berita tentang hubungan mereka berdua.
Cael dan Irene sebenarnya memang mencurigai gerak-gerik mereka berdua selama ini. Namun, mereka tak pernah benar-benar berpikir bahwa kecurigaan tersebut adalah benar.
Jujur saja Cael tampak kecewa dengan berita tersebut. Bukan karena ia menyukai Mike. Meski orientasi seekssualnya berbeda, ia tidak pernah menaruh perasaan pada pria itu. Cael hanya kecewa karena Mike tidak menceritakan apa pun soal hubungan mereka, padahal keduanya sangat akrab dan nyaris tidak pernah saling menyembunyikan apa pun.
"Kau terlihat kecewa Cael?" Mike membuka suaranya.
"Tentu saja!" jawab Cael sinis. "Kalian berdua berhasil menipu kami dengan bersikap seolah-olah bagai orang asing. Namun, nyatanya, hubungan kalian sudah sejauh itu dan kami sama sekali tidak menyadari."
Mendengar jawaban Cael, Lilyana menatapnya dengan pandangan memelas. "Maafkan kami, Cael. Kami hanya ...."
"Aku lah yang melarang Lilyana mengatakan hal ini demi menunggu waktu yang tepat. Sebab, biar bagaimana pun hubungan kami pasti akan terlihat aneh ... kau tahu maksudku," ujar Mike.
Cael terdiam. Ia paham benar apa yang dikatakan Mike. Usia Lilyana dan Mike yang terbilang cukup jauh membuat keduanya sangat berhati-hati, meski sebenarnya para penduduk mungkin tidak akan mempermasalahkan hal tersebut.
"Lalu, siapa yang sudah mengetahui ini selain kami?" tanya Irene.
"Tidak ada." Jawab Lilyana.
Irene mengangguk-anggukkan kepalanya. Gadis itu terdiam sejenak sembari memerhatikan wajah Lilyana dan Mike secara bergantian, sebelum kemudian memekik kegirangan.
"Aku turut berbahagia dengan kalian berdua!" seru Irene sembari memeluk tubuh Lilyana erat.
Lilyana melepaskan pelukannya. "Berbahagialah kalian berdua, dan Mike ... awas saja kalau kau sampai menyakiti sahabat baikku!" ancam Irene tanpa rasa takut.
Sebaris senyum simpul terbit di wajah Mike. "Aku berjanji!" ucapnya tegas dan mantap.
Cael pun turut membuka suaranya. "Aku masih akan menyimpan kekecewaan ini selama sehari penuh, beru setelah itu aku akan mengucapkan selamat berbahagia untuk kalian. Jadi, untuk sekarang ...," Cael menunjuk hidung Lilyana, "kau harus bekerja lembur malam ini Lily!"
Mike hendak membela Lilyana, tetapi gadis itu buru-buru menahan tangan Mike.
"Baiklah, dengan senang hati!" jawab Lilyana dengan penuh semangat.
Cael pun tersenyum sesaat, sebelum akhirnya pergi meninggalkan meja makan. Ia berkelakar dirinya tak lagi nafsu makan setelah perbincangan mereka.
"Tak perlu diambil hati, Cael memang seperti itu," ucap Irene pada Lilyana. Sementara Mike yang sudah mengetahui sifat Cael terlihat biasa-biasa saja.
"Aku tahu. Namun, aku sama sekali tidak mengira, jika Cael akan berkata jujur soal orientasinya." Lilyana kemudian mengalihkan pandangannya pada sang kekasih. "Kau tahu soal itu, Mike?" tanya gadis itu.
Mike menganggukkan kepala. "Sejak awal kami tidak menyembunyikan apa pun," akunya.
"Dan ia sama tidak menyukaimu? Hebat sekali!" seru Irene.
Mike hanya bisa tersenyum simpul, sementara Lilyana meringis. Syukurlah ia tidak mempunyai saingan dengan orang terdekatnya. Kalau urusan wanita lain, Lilyana masih bisa menghadapi.