
JANGAN LUPA VOTE, LIKE, KOMEN, DAN RATE JUGA YA...
stevy dan revano masuk kedalam rumah tersebut dan di sambut oleh beberapa pelayan yang ada di sana. di ruang keluarga terdapat orang tua revano. yang sedang menonton televisi.
"hallo ma, pah" ucap revano.
"eh halo rev, oh jadi ini adiknya sahabat kamu?" ucap mama revano, mamanya emang baik hati dia suka menyapa orang yang ada di sekitarnya.
"iya ma dia namanya stevy." ucap revano.
"halo tante aku stevy adiknya ka steven sahabat ka revano." ucap stevy sambil mengulurkan tangannya.
"hallo juga sayang, mari sini duduk" ucap mamanya revano, sambil membalas uluran tangan stevy.
"nama tante meera, panggil aja tante mira ya" ucap meera. " nah itu suami tante namanya kendro"
"halo om ken" ucap stevy sambil mengulurkan tangannya dan kendra membalas uluran tangan stevy.
"oh iya, revano tadi siang udah cerita sama mama tentang awal ketemu kamu terus dia juga baru tahu kalo kamu adik dari sahabatnya, dia sangat bahagia loh, samapi suka senyum senyum sendiri, karena dari dulu revano nyari kaka kamu tapi hasilnya nihil." ucap mama revano.
"oh gitu ya tante" ucap stevy.
"iya sayang, steven adalah teman terbaik bagi revano." ucap mama revano.
revano memotong pembicaraan mereka "ma kemana si curut, ko dia ga ada" ucap steven.
"kamu ini, selalu aja manggil dia curut kenapa sih, kan itu adik kamu revannn" ucap mama revano.
"lagian dia mirip sama curut haha, kemana dia ma?" ucap revano.
"dia lagi mama suruh beli selai, tapi lama banget ya" ucap mama revano.
"paling dia lagi main sama cewe cewe nya hahaha" ucap revano sambil ketawa.
"ya ampun revanoo kamu ini ya" ucap mama revano.
"becanda mah haha" ucap revano masih tertawa.
"udah kita makan dulu aja yu" ucap papa revano.
"tapi si curut gimana" ucap revano sambil lari karena takut di pukul sama mamanya. steby, dan pa kendra hanya geleng geleng kelala melihat ibu dan anak bertengkar kecil. awalnya stevy sangat takut masuk ke rumah tersebut karena takut orang tuanya ga suka sama dia. tapi apa yang selama ini stevy pikirkan 100% tidak lah benar.
mereka berjalan ke ruang makan, tanpa adiknya revano, mereka memutuskan untuk menunggu di ruang makan. tidak lama kemudian verrel yang tak lain adalah adiknya revano datang menuju ruang makan.
betapa terkejutnya stevy dan verrel saatt bertatap muka. verrel tau akan ada tamu datang tapi dia tidak berfikir kalau itu stevy.
"lah ngapa ada teflon di sini, lo mau ngapain kesini hah?" ucap verrel.
"apaansih, heh monster gila ngapa lu manggil gue teflon hah?" ucap steven.
"lah lu juga ngapain manggil gue monster gila, jelas jelas gue manusia. ****" ucap verrel ga mau kalah.
"kan lo dah tau alasan gue manggil.lo monster gila, lu mirip monster tau" ucap stevy sewot.
kendro, meera, dan revano hanya menyaksikan perdebatan itu, mereka ga paham padahal mereka baru ketemu tapi udah keliatan akrab banget.
"dahlah lo mau ngapain kesini" ucap verrel dengan gaya sombong nya.
"gue di undang sama ka revano" ucap stevy ketus.
"oh jadi si teflon yang mau dateng ke sini tuh" ucap verrel.
"kirain lu mau ketemu gue haha?" ucap verrel sambil ketawa.
"hih gue ga berharap ketemu lo lagi, najis banget" ucap stevy sewot.
"jangan pura pura lo, lo kangen kan sama gue, secara gitu gue kan ganteng orangnya terus ngangenin tambah lagi gue kaya haha" ucap verrel sombong. biasanya cewe yang ngedeketin verrel tuh demi uangnya, verrel seorang lengusaha muda sama kaya kakanya revano.
"amit amit gue kangen sama lo. heh gue ga ngarepin lo ya asal lu tau awas aja tuh" ucap stevy ngambek.
"it's oke, gue tau kok lo malu buat ngungkapinnya haha" ucap verrel so soan.
"najis lu" ucap stevy.
"eh eh kalian udah saling kenal?" ucap revano memotong pembicaraan mereka.
"ga" ucap stevy dan verrel barengan.
stevy dan verrel tatap muka penuh dengan kebencian. revano yabg melihatnya pun tertawa.
"cie barengan, katanya ga saling kenal terus kenapa bisa udah punya nama panggilan khusus kek gitu haha" ucap revano.
"eh verrel stevy kenapa kalian berantem sih, sini sini cepat makan dulu" ucap meera.
"eh iya tan." ucap stevy ke tante mira, stevy menjulurkan lidahnya ke verrel dan verrel juga menjulurkan lidahnya ke stevy. kendro yang melihat verrel dan stevy hanya tersenyum. stevy duduk di sebelah verrel dan berhadapan dengan revano dan juga meera.
verrel curi curi pandang ke stevy ketika makan dan stevy juga sama. mereka curi curi pandang tanla mereka sadari ada selasang mata yang memperhatikannya.
"kalo mau makan ya makan, jangan lirik lirik gitu, nanti kalo udahsuka baru tau rasa noh" ucap revano sambil tertawa. stevy dan verrel menatap wajah revano kaget. karena revano bisa tahu kalo srwvy dan verrel sedang curi curi pandang. orang tua revano dan verrel hanya tersenyum melihat tingkah anak anak muda tersebut.
****
di ruang keluarga mereka semua duduk, awalnya stevy ingin segara pulang namun di larang oleh meera.
"kalian udah saling kenal rel" tanya kendro.
"aku ga kenal dia pah" ucap verrel dengan mata masih menatap televisi.
stevy memotong pembicaran antara anak dan papa itu "kita ketemu waktu di rumah makan, aku ga sengaja nabrak verrel terus verrel malam ngajak ngobrol, jadi kita kenal, gitu om" ucap stevy sambil tersenyum.
"apasih gue ga ngajak lo ngobrol yah" ucap verrel sewot.
"heh monster coba putar lagi otakmu, lo yang nahan gue pergi wlee" ucap stefi dan menjulurkan lidahnya.
"sebenarnya gue cuma mau minta ganti rugi waktu narik lo, huh dasar" ucap verrel.
"lah ganti rugi apaan, padahal gue ga ngerusak barang lo atau ngotorin baju lo, lu suka ngadi ngadi aja" sahut stevy.
"eh neng cantik, bukan itu yang gue maksud. karena lo udah nabrak gue, lo harus ngasih gue nomor ponsel sebagai ganti rugi." ucap verrel.
semua orang tertawa kecuali stevy, dia cemberut karena ulah verrel. "ribet amat si lu, orang gue nabrak lo ga ada yang terluka sama sekali sampe minta ganti rugi segala" ucap stevy.
"ya gapapa dong, ganti rugi ya tetep harus dong" ucap verrel sambil mengedipkin sebelah matanya.
"jijik gue rell apansi lu ah" ucap stevy.
"ya udah cepet my teflon... mana nomer ponselmu"
"cari aja sana di google" ucap stevy.
"aduh neng mana ada nomer ponselmu di google." ucap verrel.
"bodo amat gue mau ada kek mau engga kek, gue ga peduli." ucap stevy.
"kalian dari tadi berantem mulu sih, dan kita hanya menonton drama kalian yang ga ada selesei seleseinya." ucap meera.
"maaf tante" ucap stevy.
"dia yang mulai ma" ucap verrel.
"heh monster gila, kenapa sih lu suka banget nyalahin gue hah?" ucap stevy.
"siapa juga yang nyalahin lu. wlee" ucap verrel sambil menjulurkan lidahnya.
stevy memukul paha verrel kencang. karena verrel dan stevy duduknya bersebelahan. "aww" ucap verrel meringis kesakitan.
paha verrel terlihat merah dan ada bekas tangan stevy, karena stevy mukulnya kenceng apalagi verrel sedang memakai celana pendek.
"rasain tuh" ucap stevy.
stevy melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, jam menunjukan pukul 8 malam. "eh udab jam 8 tan, om, ka rev aku lamit dulu yah udah malem" ucap stevy sambil berdiri.
"eh iya kamu mau pulang sendiri stev" ucal meera.
"iya tante gapapa, aku mau pesen taxi" ucap stevy.
"anak perempuan sendirian keluar jam segini bahaya stev, apalagi kamu cantik, bisa bisa ada yang godain kamu nanti" ucap meera sambil menggoda stevy.
"tante bisa aja, gapapa tan aku bisa naik taxi kok" ucap stevy.
"stevy bener loh kata tante kamu, mending kamu di anterin revano." ucap kendro.
"iya yuk stev, bahaya kalo sendirian disini" ucap revano. stevy tersenyum karena dia di lindungi oleh keluarga sahabat kakanya.
"yaudah deh, makasih ya" ucap stevy sambil tersenyum.
"heh teflon lu ga pamit sama gua" ucap verrel.
"gamau" ucap stevy. namun tiba tiba verrel narik tangan stevy dan meyeretnya keluar dan verrel bilang "biar gue yang nganterin dia ka"
revano narik tangan verrel "lo beneran mau anterin dia kan?" ucap revano, marena dia takut kalo verrel akan membuang stevy haha. ada da aja ya pikiran revano.
"ya ampun ka, tenang saja ga bakal samle di buang kok" ucap verrel.
kendro dan meera yang melihat tingkah anak anaknya hanya tersenyum.
****
di dalam sepanjang jalan mereka berdebat, dan tidak ada yang mau buat menglah, sampai tak terasa mereka sudah sampai di hotel tempat stevy tinggal.
"stev mana cepat nomer telpon lu" ucap verrel.
"gue masih dah, soalnya liat muka lu yang amburadul itu jadi kasian gue sama lu haha" ucap stevy.
"heh teflon muka ganteng gini di bilang amburadul" ucap verrel.
"makasih ya rel, gue keluar" ucap stevy sambil membuka pintu mobil.
"eh eh bentar, fotoin gue dulu dong sebagai tanda terimakasihnya, mumlung gue lagi ganteng nih buruan" ucap verrel. verrel emang narsis banget orangnya.
"udah ya?puas lu?" ucap stevy.
"kalo motoin gue yang bener dong teflon, ya udah deh gapapa, pergi sana" ucap verrel.
"dasar, sekali lagi makasih ya" ucal stevy sambil tersenyum.
"iya sama sama stev" verrel membalas senyumannya.
_BERSAMBUNG_