
WARNING! UDAH BACA WAJIB LIKE OK;)
Sisil menangis di pelukan Verrel. "Kamu kenapa sayang, coba jelaskan" ucap Verrel.
"Hiks... hiks... setelah kamu pergi ke toilet mereka berdua datang ke tempatku duduk" ucap sisil kembali menangis.
"Terus apa yang terjadi" tanya verrel.
"Mereka ngatain aku cewe murahan yang, padahalkan aku cuma duduk aja disini terus tiba tiba mereka nampar aku dan bilang jangan deketin Verrel lagi" ucap Sisil ngarang.
"Apakah pipi mu masih sakit?" Tanya Verrel romantis.
"Masih sayang" ucap sisil manja.
Diluar sana hujan sangat deras mereka tidak membawa payung, Verrel membukakan jaketnya untuk Sisil, Sisip merasa menang.
Mereka tidak jadi pergi ke mall, Verrel mengantarkan Sisil pulang ke rumahnya.
****
Pagi yang cerah membuat Stevy ingin lari pagi di sekitar kompleknya. Stevy bergegas mandi, setelah itu ia mengambil susu dan roti yang sudah di olesi selai coklat kesukaan Stevy. Stevy melakukan lari pagi sendirian.
Stevy telah sampai di rumahnya. Dia memutuskan untuk tidak keluar rumah karena dia mau belajar untuk masuk ke kedokteran. Sekarang Stevy sudah tidak punya banyak waktu lagi untuk main main, ia harus berusaha keras unruk lulus di ujian nanti.
"Stev... stevy..." panggil Ajeng.
"Iya bun..." teriak Stevy sambil lari menuruni tangga.
"Nanti malam kita di undang untuk makan malam di keluarga sahabat Steven. Kamu siapakan diri kamu ya." Ucap Ajeng.
"Hmm okelah" ucap Stevy pasrah karena dia sebenarnya ga mau bertemu sama Verrel. Stevy meninggalkan bundanya namun Ajeng malah memanggilnya lagi.
"Eh stev tunggu, kamu tungguin rumah ya bunda mau keluar dulu, bunda akan pulang jam 3 nanti." Ucap Ajeng.
"Okey, vyra kemana bun" tanya Stevy.
"Dia harus pergi ke sekolahnya, ada urusan katanya" ucap Ajeng.
****
Pukul 11 tepat Verrel datang ke rumah Stevy. Verrel memencet bel kemudian pintu di buka oleh seorang pembantu rumah tersebut.
"Mau nyari siapa tuan" tanya bibi bibi itu.
"Stevy ada?" Tanya Verrel datar.
"Ada tuan tunggu bibi panggilin." Ucap bibi itu, pembantu itu tidak mempersilahkan Verrel masuk karena Verrel udah duluan duduk di kursi teras.
Stevy dengan langkah malas ia menuruni tangga. "Ngapain lo kesini" tanya stevy di depan pintu.
"Stev beneran gue ga percaya sama lo, lo punya sifat kek gitu." Ucap verrel.
"Sifat apaan coba" ucap Stevy.
"Lu kemarin main nampar nampar klien gue. Lo tau kan itu ga sopan" ucap Verrel dengan wajah yang mulai memerah.
"Hah lo bilang apa? Klien? Masa ada sesama klien manggil sayang sayangan gitu sih, seromantis itukah sama klien?" ucap Stevy.
"Mau gue manggil sayang ke dia kek apa kek, emang masalah buat lo? Gue kesini cuma ngingetin lo untuk jaga sopan santun kalo ketemu orang baru" ucap Verrel.
"Hey gue dah sopan sopan sama dia, tapi kenapa? Dia yang malah mancing gue buat ribut." Ucap Stevy kencang.
"Mancing apaan hah? Jelas jelas lo yang mancing keributan" ucap Verrel ngegas.
"Lo bilang jelas?" ucap srevy sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Tak terasa mata Stevy sudah berkaca kaca.
"Sisil yang nyerita kalau lo tiba tiba datang ke mejanya dan ngatain kalo dia cewe murahan. Lo pikir itu sopan?" Ucap Verrel dengan nada suara yang tinggi.
"Terserah lo. Gue juga mau ngingetin lo rel gue punya firasat kalo tu cewe mandang lo karna hartanya doang rel. Udah itu aja" ucap Stevy sambil senyum terpaksa. Verrel menampar wajah Stevy. Stevy yang sudah tidak tahan menahan untuk tidak menangis lun menangis. Dia segera masuk ke dalam rumah dan menutup pintu kencang kencang. Stevy lari kekamarnya sambil menabgis dan memegang pipi yang di tampar Verrel itu.
Verrel yang mulai penasaran pun segera pergi ke tempat kejadian kemarin, dia meminta untuk mengecek cctv.
Verrel sudah melihat dari cctv dan sudah terbukti bahwa sisil lah yang duluan menampar Stevy. Verrel menyesali karena dia sudah menampar Stevy. Verrel memutuskan untuk kembali ke rumahnya.
****
Sore hari
"Stev kenapa kamu masih pakai baju kaya gitu, cepat ganti sebentar lagi mau makan malam." Ucap Haryanto sambil menuangkan air minum kedalam gelas
"Maaf yah Stevy ga jadi ikut" ucap Stevy sambil mencuci tangan.
"Kata bunda kamu tadi kamu mau ikut" ucap Haryanto lagi.
"Iya itu tadi, tapi sekarang Stevy ga mau yah kalian aja yang pergi, Stevy tiba tkba ga enak badan." Ucap Stevy. Stevy emang sedang sakit kepala.
"Baiklah, kamu istirah saja belajarnya lanjut besok" ucap Haryanto sambil ngusap punggung Stevy.
"Stevy pergi dulu." Ucap Stevy. Stevy pergi ke kamarnya ia tidak jadi ikut makan malam.
****
Ting... nong...
Suara bel keluarga Rochana berbunyi, meera segera membukakan pintunya.
"Hai jeng... kalian sudah datang ya, mari duduk" ucap meera sambil menggiring mereka ke ruang keluarga, Ajeng hanya tersenyum.
"Kita ngobrol ngobrol dulu disini lima belas menit lagi kita makan" ucap meera.
Mereka mengobrol sangat asik dan di barengi dengan canda tawa, meera tidak menyadari bahwa tidak ada Stevy disana. Verrel yang emang sedang tidak mau berkumpul dia memilih duduk di taman belakang rumahnya.
"Waktunya kita makan. Ayo" ucap Meera.
Mereka makan malam bersama tanpa ada yang berbicara, namun tiba tiba meera membuka suara. "Lho baru sadar kok ga ada Stevy, kemana dia?" Tanya Ajeng. Verrel yang dari awal tidak melihat Stevy mulai ga enak hati.
Verrel tidak memakan makanan nya ia hanya mengaduk adukan nasi tersebut sambil melamun.
"Stevy katanya ga enak badan jadi ga jadi ikut mir" ucap Haryanto. Verrel tiba tiba kaget karena mendengar Stevy ga enak badan.
"Ohh begitu." Ucap Meera.
"Rel kenapa ga di makan makanannya" ucap Kendro namun Verrel tidak mengubris ucapan papahnya itu, ia segera berdiri dengan kasar dan lari mengambil jaket dan kunci mobilnya.
****
Verrel terus memukul setirnya. Ya tuhan bisa bisanya gue mukul wanita, stev maafin gue, gue khilaf. Apakah Stevy ga enak badan karena di pukul? Arghhh
Verrel terus terganngu dengan pikirannya. Sampailah dia di rumah Stevy.
Ting... nong...
Verrel memencet bel namun yang membuka pintu itu hanyalah pembantu.
"Bi ada Stevy nya?" Tanya Verrel.
"Ada tuan, tapi dia dari tadi gamau makan dan ga mau keluar" ucap bibi itu.
"Stevy kenapa bi" tanya Verrel panik.
"Kayanya non Stevy demam tuan, tadi bibi sentuh keningnya ternyata panas namun Stevy tidak mau memakan obat." Ucap Bibi itu sedih.
"Boleh aku masuk bi, kumohon izinkan aku masuk ya bi" ucap Verrel memaksa.
"Baiklah tapi jangan lama lama ya tuan." Ucap pembantu itu, Verrel tidak menjawab perkataan pembantu itu dia segera lari mencari kamar Stevy, Verrel dengan mudahnya menemukan kamar Stevy karena pintu luar kamar Stevy di hias dengan nama Stevy.
Verrel membuka pintunya lembut dia melihat Stevy sedang duduk di balkon bersama teh hangatnya.
"Stev" ucap Verrel.
Stevy kaget dan dia menjatuhkan gelas yang sesang dipegang nya. Dengan segera Verrel mendatangi Stevy. "Awas stev itu ada serpihan kaca" ucap Verrel.
"Mau apa lo kesini, mau nampar gue lagi, sini tampar ayo jangan diem aja disitu" ucap Stevy menantang.
"Ga stevy gue ga bakalan nampar lo lagi" ucap Verrel.
"Maafin gue stev, gue tau gue salah" ucap Verrel.
"Hah maaf, seenaknya lo ngomong kek gitu sama gue, sedangkan gue disini sakit rel sakit, entah kenapa lo ngelakuin ini hati gue sangat hancur rel" ucap Stevy sambil nangis dan memukul dada Verrel kemudian verrel segera memeluk Stevy. Meskipun mereka kenal baru sebentar namun dengan datangnya cinta semua akan berubah.
"Stev please jangan kek gitu, maafin gue udah nampar lo tadi siang, sekarang gue udah tau yang sebenarnya, lo ga salah Stev." ucap Verrel
"Lo udah tahu kan? Yaudah lo sana pergi." Ucap Stevy sambil mendorong Verrel. Stevy yang udah ga kuat menopang tubuhnya dan kakinya yang sudah gemeteranpun terjatuh.
Bruk...
"Stev stevy" ucap Verrel panik.
Verrel segera memanggil pembantu yang ada di rumah itu. "Bi... bibi... tolong" teriak Verrel.
Pembantu yang mendengar teriakan Verrel segera naik ke atas dan masuk ke dalam kamar Stevy.
"Tuan, non Stevy kenapa?" Ucap pembantu itu.
"Stevy pingsan bi" ucap Verrel.
"Bentar tuan saya mau mengambilkan minyak angin dulu" ucap pembantu itu kemudian pergi meninggalkan kamar Stsvy. Sedangkan pembantu yang satu lagi sedang membersihkan serpihan kaca yang tadi Stevy jatuhkan.
Stevy belum juga sadar, Verrel tambah khawatir dia setia menunggu Stevy tersadar.
Verrel terus memberikan aroma minyak angin itu ke Stevy. Namun Stevy belum sadar juga. Verrel mulai khawatir.
"Stev kumohon bangunlah" Verrel berusaha membangunkan Stevy namun hasilnya nihil.
"Rei... rei..." ucap Stevy mengigau.
"Stev stevy bangunn" Verrel di kagetkan oleh suara Stevy menyebut nama rei.
Stevy terbangun dan dia langsung menatap Verrel. "Ngapain lo masih disini" ucap Stevy membentak lalu Stevy memegang kepalanya "aduh kepalaku" ucap Stevy.
"Jangan banyak bergerak stev, lo harus makan biar ga pusing lagi. Gue suapin ya" ucap Verrel.
"Ga ga usah gue bisa sendiri mending lo pulang deh." Ucap Stevy. Stevy mungkin masih kesal dengan Verrel.
"Yaudah gue pergi, makan yabn banyak ya dan jangan lupa minum obat, ini obatnya dah gue siapin" ucap Verrel perhatian.
"Hm makasih" ucap Stevy cuek.
Verrel meninggalkan kamar itu dengan tampang kecewa, dia menunggu Stevy sadar selama 1 jam. Keluarga Stevy belum juga pulang mereka masih di rumah keluarga Verrel.
****
Verrel masuk ke rumahnya dengan wajah sedih. "Rel lo dari mana aja" ucap Revano namun Verrel tidak menghiraukan orang orang yang sedang menatapnya, Verrel pergi ke kamarnya tanpa menyapa orang lain.
"Rev biarkan dia, jangan kamu susul dulu nanti juga bakal baik lagi" ucap Kendro.
"Baik pah" ucap Revano.
****
Stevy memanggil pembantu yang tadi menerima Verrel masuk ke dalam rumahnya.
Stevy meminta penjelasan dari pembantu itu, pembantu itu dengan senang hati menceritakan dari awal. "Oh iya non dia juga nunggu non bangun selama 1 jam loh, dia terus menatap non dengan tatapan khawatir" ucap pembantu itu.
"Hah 1 jam?" Ucap Stevy kaget.
"Iya non, terus tadi pada saat non tidur, non mengigau. Non bilang rei... rei... gitu" ucap pembantu itu jujur.
"Serius bi, astagaa, yaudah bibi boleh istirahat, oh iya bi bunda belum pulang?" Ucap Stevy.
"Belum non" sahut pembantu itu.
"Jangan bilang bilang sama merek ya bi." Ucap Stevy memohon.
"Baik non, bibi pergi dulu ya kalo butuh apa apa telpon aja ya non" ucap pembantu itu.
****
Di kediaman keluarga Rochana
"Kita pamit pulang dulu ya mir." Ucap Ajeng.
"Oh iya iya lain kali ajak Stevy ya jeng." Ucap Meera. Setelah berpamitan mereka pun pergi. Revano segera ke kamar Verrel untuk menanyakan sesuatu.
Tok tok tok
Pintuk kamar Verrel diketuk oleh Revano. "Rel boleh kaka masuk" ucap Revana.
"Ga di kunci, masuk aja" ucap Verrel dari dalam.
"Lo abis dari mana tadi" tanya Revano.
"Dari rumah Stevy." Ucap Verrel.
"Ngapain lo kesana hah" tanya Revano.
"Ga" ucap Verrel ga mau cerita.
"Rel lo lagi nyembunyiin sesuatu kan, cepat katakan" ucap Revano.
"Ga, ini masalah gua ka" ucap Verrel.
"Masalah lo masalah gue juga rel kita keluarga." Ucap Revano.
"Hm" sahut Verrel singkat.
Dan akhirnya Verrel bisa dibujuk juga, Verrel menceritakan semua kejadian yang kemarin terjadi. Revanao merasa geram pada adiknya itu.
"Rel dengerin. meskipun cewe itu salah lo ga berhak nyakitin dia apalagi ini belum tentu benar. Pantes lah Stevy marah pada lo rel." Ucap Revano.
"Hm terus harus gimana" tanya Verrel sambil menatap lekat kakanya.
"Coba besok lo temui dia lagi dan minta maaf, terus jelasin sejelas jelasnya." Ucap Revano.
"Okey, ka kenapa hati gue sakit ya waktu Stevy nangis." Ucap Verrel, Revano hanya tersenyum.
****
Ajeng dan yang lainnya telah sampai di rumahnya. "Selamat malam nyonya" ucap pembantu itu.
"Malam. Ada apa bi" tanya Ajeng.
"Non Stevy sakit, tubuhnya demam tali tadi bibi udah kasih pereda demam kok" ucap pembantu itu.
"Stevy sakit? Baiklah bibi boleh pergi." Ucap Ajeng.
Ajeng segera pergi ke kamar Stevy.
"Sayang... " ucap Ajeng memanggil.
"Eh bun. Dah pulang ya" ucap Stevy, Ajeng meraba jidat Stevy dan ternyata emang benar stevy sedang demam.
"Apakah kepala mu pusing sayang" tanya Ajeng.
"Udah mendingan bun" ucap Stevy.
"Syukurlah, bunda pergi dulu, cepat tidur ya jangan gadang." Ucap Ajeng dia lun keluar kamar Stevy dan segera masuk ke dalam kamarnya.
_BERSAMBUNG_
▪︎
▪︎
▪︎
JANGAN PELIT PELIT NGASIH AUTHOR VOTE DONG :( DAN KALAU SUDAH SELESAI BACA DI LIKE DAN TINGGALKAN KRITIK DAN SARAN YA OK!!!